Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TERHADAP PELECEHAN SEKSUAL KEPADA REMAJA DI SMAN 26 BATAM
View through CrossRef
Latar Belakang : Kekerasan seksual adalah praktek seksual yang dinilai menyimpang karena dilakukan dengan cara-cara kekerasan, bertentangan dengan ajaran dan nilai-nilai agama serta melanggar hukum yang berlaku. Salah satu bentuk kekerasan seksual menurut komnas perempuan adalah pelecehan seksual. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan pelecehan seksual pada siswi kelas XI di SMAN 26 Batam. Metode : Metode penelitian ini adalah kuantitatif. Total sampel sebanyak 60 siswa dengan metode pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling. Variabel bebas penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap, dan variabel terikat penelitian ini adalah pelecehan seksual. Hasil : Sebagian besar pengetahuan siswa di kelas XI SMAN 26 Kota Batam tentang pelecehan seksual adalah kurang yaitu sebanyak 30 siswa (50%). Gambaran sikap siswa di kelas XI SMAN 26 Kota Batam sebagian besar adalah sikap positif yaitu sebanyak 35 siswa (58,3%). Gambaran pelecehan seksual di kelas XI SMAN 26 Kota Batam Sebagian besar adalah ringan yaitu sebanyak 24 siswa (40,0%). Kesimpulan : Ada hubungan tingkat pengetahuan remaja dengan pelecehan seksual pada siswi kelas XI di SMAN 26 Batam Tahun ?<0,05 (p-value= 0,000). Ada hubungan tingkat pengetahuan remaja dengan pelecehan seksual pada siswi kelas XI di SMAN 26 Batam Tahun 2023 ?<0,05 (p-value=0,000).
Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Pelecehan Seksual, Remaja
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati
Title: HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TERHADAP PELECEHAN SEKSUAL KEPADA REMAJA DI SMAN 26 BATAM
Description:
Latar Belakang : Kekerasan seksual adalah praktek seksual yang dinilai menyimpang karena dilakukan dengan cara-cara kekerasan, bertentangan dengan ajaran dan nilai-nilai agama serta melanggar hukum yang berlaku.
Salah satu bentuk kekerasan seksual menurut komnas perempuan adalah pelecehan seksual.
Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan pelecehan seksual pada siswi kelas XI di SMAN 26 Batam.
Metode : Metode penelitian ini adalah kuantitatif.
Total sampel sebanyak 60 siswa dengan metode pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling.
Variabel bebas penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap, dan variabel terikat penelitian ini adalah pelecehan seksual.
Hasil : Sebagian besar pengetahuan siswa di kelas XI SMAN 26 Kota Batam tentang pelecehan seksual adalah kurang yaitu sebanyak 30 siswa (50%).
Gambaran sikap siswa di kelas XI SMAN 26 Kota Batam sebagian besar adalah sikap positif yaitu sebanyak 35 siswa (58,3%).
Gambaran pelecehan seksual di kelas XI SMAN 26 Kota Batam Sebagian besar adalah ringan yaitu sebanyak 24 siswa (40,0%).
Kesimpulan : Ada hubungan tingkat pengetahuan remaja dengan pelecehan seksual pada siswi kelas XI di SMAN 26 Batam Tahun ?<0,05 (p-value= 0,000).
Ada hubungan tingkat pengetahuan remaja dengan pelecehan seksual pada siswi kelas XI di SMAN 26 Batam Tahun 2023 ?<0,05 (p-value=0,000).
Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Pelecehan Seksual, Remaja.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKSUAL SISWA SMP DI JAKARTA BARAT
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKSUAL SISWA SMP DI JAKARTA BARAT
Background: Inappropriate sexual behavior with negative attitudes and low knowledge can reduce the quality of life of adolescents. Risky sexual behavior increases the spread of sex...
Penerapan UU No. 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual di Muka Hukum Indonesia
Penerapan UU No. 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual di Muka Hukum Indonesia
Kasus pelecehan seksual merupakan permasalahan hukum yang kerap terjadi di muka hukum Indonesia. Hal ini bukan hanya karena opini semata melainkan banyaknya fakta-fakta kasus pelec...
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Berbagai motif kejahatan seksual berkembang dalam dua dekade ini. Berkembangnya teknologi informasi serta arus globalisasi menambah kembali deretan modus operandi baru dalam kejaha...
Penerapan Pendidikan Multikultural dalam Membina Interaksi Sosial Siswa Melalui Layanan Bimbingan dan Konseling
Penerapan Pendidikan Multikultural dalam Membina Interaksi Sosial Siswa Melalui Layanan Bimbingan dan Konseling
Artikel ini membahas tentang implementasi konseling eksistensial dalam mengatasi trauma pada korban pelecehan seksual, dimana kita ketahui pada saat ini kasus pelecahan seksual dal...
Studi Kasus Dampak Pelecehan Oleh Keluarga Dekat Pada Perempuan
Studi Kasus Dampak Pelecehan Oleh Keluarga Dekat Pada Perempuan
Pelecehan seksual dapat terjadi kapanpun, dimanapun tidak mengenal tempat, waktu, ras, bahkan jenis kelamin. Beberapa data menunjukkan bahwa kebanyakan korban pelecehan seksual ada...
Perlindungan Hukum terhadap Anak Dibawah Umur Korban Tindak Pidana Pelecehan Seksual
Perlindungan Hukum terhadap Anak Dibawah Umur Korban Tindak Pidana Pelecehan Seksual
Perlindungan hukum bagi anak selaku korban merupakan usaha yang dilakukan seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan perlindungan yang bersifat yuridis. Penelitian ini diangkat dar...
STRATEGI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DI KOTA BATAM
STRATEGI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DI KOTA BATAM
Batam telah menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia. Sejak dibangun pada tahun 1970-an oleh Otorita Batam (saat ini bernama BP Batam), Pulau Batam telah be...
Pandangan Studi Gender Terhadap Pelecehan Seksual
Pandangan Studi Gender Terhadap Pelecehan Seksual
Studi gender terhadap pelecehan menjelaskan bahwa pelecehan seksual di Indonesia merupakan masalah yang meluas dan menimpa banyak individu, khususnya perempuan. Berbagai fenomena t...

