Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Dampak Parade Sound Horeg terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Bumirejo, Kabupaten Blitar

View through CrossRef
Desa Bumirejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, didominasi oleh masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian, industri rumah tangga, dan perdagangan. Kehidupan sosialnya dipengaruhi oleh budaya Jawa yang menjunjung tinggi nilai tradisional, seperti musyawarah desa (rembug desa) dan gotong royong. Namun, arus globalisasi dan modernisasi membawa tantangan baru, salah satunya melalui fenomena parade sound horeg yang berkembang sebagai tren budaya populer dan menjadi bagian dari perayaan hari besar pada tahun 2024. Parade sound horeg berpotensi memengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat, yang sebelumnya erat dengan adat istiadat tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampaknya dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara sosial, parade ini memperkuat keharmonisan sosial, tetapi juga menimbulkan gangguan terhadap rasa aman dan kenyamanan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Bagi sebagian masyarakat, parade ini menjadi sarana rekreasi, sementara bagi yang tidak menyukainya, justru menimbulkan ketidaknyamanan. Dari aspek ekonomi, parade sound horeg memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan UMKM yang memanfaatkannya untuk berjualan. Namun, dampaknya relatif minim bagi masyarakat yang tidak terlibat dalam aktivitas ekonomi tersebut. Adaptasi terhadap fenomena ini juga beragam; generasi muda lebih mudah menerimanya sebagai bagian dari budaya populer, sedangkan generasi yang lebih tua cenderung mempertahankan nilai dan norma budaya tradisional.
Title: Dampak Parade Sound Horeg terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Bumirejo, Kabupaten Blitar
Description:
Desa Bumirejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, didominasi oleh masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian, industri rumah tangga, dan perdagangan.
Kehidupan sosialnya dipengaruhi oleh budaya Jawa yang menjunjung tinggi nilai tradisional, seperti musyawarah desa (rembug desa) dan gotong royong.
Namun, arus globalisasi dan modernisasi membawa tantangan baru, salah satunya melalui fenomena parade sound horeg yang berkembang sebagai tren budaya populer dan menjadi bagian dari perayaan hari besar pada tahun 2024.
Parade sound horeg berpotensi memengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat, yang sebelumnya erat dengan adat istiadat tradisional.
Penelitian ini bertujuan menganalisis dampaknya dengan pendekatan kualitatif deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara sosial, parade ini memperkuat keharmonisan sosial, tetapi juga menimbulkan gangguan terhadap rasa aman dan kenyamanan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Bagi sebagian masyarakat, parade ini menjadi sarana rekreasi, sementara bagi yang tidak menyukainya, justru menimbulkan ketidaknyamanan.
Dari aspek ekonomi, parade sound horeg memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan UMKM yang memanfaatkannya untuk berjualan.
Namun, dampaknya relatif minim bagi masyarakat yang tidak terlibat dalam aktivitas ekonomi tersebut.
Adaptasi terhadap fenomena ini juga beragam; generasi muda lebih mudah menerimanya sebagai bagian dari budaya populer, sedangkan generasi yang lebih tua cenderung mempertahankan nilai dan norma budaya tradisional.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN GUNUNGPUTRI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN GUNUNGPUTRI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT
Dalam Undang-undang Desa Pasal 72 menyebutkan bahwa desa mempunyai 7 sumber pendapatan,yaitu: 1. Pendapatan asli desa, yang terdiri dari hasil usaha, hasil aset, swadaya, partisipa...
IbM ENTREPRENEURSHIP PADA KELURAHAN BUMIREJO KECAMATAN KARANGAWEN
IbM ENTREPRENEURSHIP PADA KELURAHAN BUMIREJO KECAMATAN KARANGAWEN
Tujuan kegiatan IbM ini adalah untuk memberikan pendidikan kecakapan vokasional kepada warga Bumirejo berupa perintisan sentra industri kuliner. Metode yang digunakan dalam melakuk...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
POTENSI DESA JATIROKE SEBAGAI DESA WISATA
POTENSI DESA JATIROKE SEBAGAI DESA WISATA
Desa Jatiroke selama perkembangannya hingga saat ini mempunyai beberapa masalah. Yang pertama adalah belum dikelolanya berbagai potensi desa yang sebenarnya dapat dikembangkan deng...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...

Back to Top