Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Pemanfaatan Limbah Serbuk Besi Sebagai Bahan Pengganti Filler Terhadap Campuran Aspal

View through CrossRef
Limbah serbuk besi merupakan sisa potongan atau sisa dari pembubutan besi tuang dari hasil pembungan bengkel bubut atau industry. Sisa potongan tersebut tidak lagi digunakan atau di buang menjadi limbah yang memili dampak negatif dengan mempengaruhi lingkungan sekitar industry. Kota Bengkulu memiliki beberapa bengkel bubut yang dapat menghasilkan limbah serbuk besi. Bahan campuran dari pemanfaatan limbah yang bisa dipakai dengan menggunkan limbah serbuk besi dengan tujuan mengurangi dan dapat mengelola limbah serbuk besi sebagai penggantti filler aspal panas, Dari pengujian marshall, kadar aspal optimum (KAO) yaitu 5,5% pada campuran aspal AC-WC, yakni dengan menggantikan 100% filler total dengan limbah serbuk besi sehingga didapatkan kadar penambahan optimum (KPO) 100%. Sehingga dapat ditarik Kesimpulan KPO sebesar 100% memiliki nilai VMA 15,62%, VFA 75,5%, VIM 3,91%, Stabilitas 2754,9 kg, Flow 2,6 mm, dan MQ 1355,55 kg. Didapatkan persentase Kadar Penambahan Optimum (KPO) serbuk besi sebagai bahan pengganti Filler terhadap campuran aspal dengan nilai kadar 100% pada KAO 5,5%. Pengujian ini dikerjakan untuk mengetahui pengaruh limbah serbuk besi sebagai bahan pengganti filler terhadap campuran aspal AC-WC yang mengalami pengaruh signifikan pada parameter marshall yang menyebabkan nilai Flow menurun sedangkan nilai VMA, VFA, VIM, Stabilitas, dan MQ meningkat pada KAO 5,5%  yang ketatapannya telah ditentukan dengan menggantikan 100% filler.
Title: Analisis Pemanfaatan Limbah Serbuk Besi Sebagai Bahan Pengganti Filler Terhadap Campuran Aspal
Description:
Limbah serbuk besi merupakan sisa potongan atau sisa dari pembubutan besi tuang dari hasil pembungan bengkel bubut atau industry.
Sisa potongan tersebut tidak lagi digunakan atau di buang menjadi limbah yang memili dampak negatif dengan mempengaruhi lingkungan sekitar industry.
Kota Bengkulu memiliki beberapa bengkel bubut yang dapat menghasilkan limbah serbuk besi.
Bahan campuran dari pemanfaatan limbah yang bisa dipakai dengan menggunkan limbah serbuk besi dengan tujuan mengurangi dan dapat mengelola limbah serbuk besi sebagai penggantti filler aspal panas, Dari pengujian marshall, kadar aspal optimum (KAO) yaitu 5,5% pada campuran aspal AC-WC, yakni dengan menggantikan 100% filler total dengan limbah serbuk besi sehingga didapatkan kadar penambahan optimum (KPO) 100%.
Sehingga dapat ditarik Kesimpulan KPO sebesar 100% memiliki nilai VMA 15,62%, VFA 75,5%, VIM 3,91%, Stabilitas 2754,9 kg, Flow 2,6 mm, dan MQ 1355,55 kg.
Didapatkan persentase Kadar Penambahan Optimum (KPO) serbuk besi sebagai bahan pengganti Filler terhadap campuran aspal dengan nilai kadar 100% pada KAO 5,5%.
Pengujian ini dikerjakan untuk mengetahui pengaruh limbah serbuk besi sebagai bahan pengganti filler terhadap campuran aspal AC-WC yang mengalami pengaruh signifikan pada parameter marshall yang menyebabkan nilai Flow menurun sedangkan nilai VMA, VFA, VIM, Stabilitas, dan MQ meningkat pada KAO 5,5%  yang ketatapannya telah ditentukan dengan menggantikan 100% filler.

Related Results

PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON
PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON
Abstract   Mountain coral found in Taeno Village, Ambon, is available in abundance and has the potential to be used as a filler for asphalt concrete mixtures. This research aims ...
KOMPARASI ANTARA SIFAT ASPAL KARET DENGAN ASPAL MURNI PADA LAPIS PERKERASAN AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT KALIMANTAN SELATAN
KOMPARASI ANTARA SIFAT ASPAL KARET DENGAN ASPAL MURNI PADA LAPIS PERKERASAN AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT KALIMANTAN SELATAN
Untuk mendapatkan mutu lapisan yang lebih baik perlu dilakukannya modifikasi campuran aspal. Dalam modifikasi campuran aspal, polimer yang biasanya digunakan dan paling sesua...
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Aspal porus merupakan teknologi perkerasan jalan dengan beberapa kelebihan seperti mengurangi aquaplaning dan meredam kebisingan. Aspal porus saat ini sedang terus dikembangkan ole...
PENGARUH LIMBAH ABU KAYU BAKAR SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN ASPAL CONCREAT-BINDER COURSE (AC-BC)
PENGARUH LIMBAH ABU KAYU BAKAR SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN ASPAL CONCREAT-BINDER COURSE (AC-BC)
Aspal adalah jenis bahan baku utama pembuat jalan di Indonesia yang berasal dari olahan minyak bumi. Salah satu aspal jenis hot mix yang sering dipakai di Indonesia adalah Aspal co...
Analisis Pengaruh Penggunaan Abu Batu Apung Sebagai Pengganti Filler Pada Campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC)
Analisis Pengaruh Penggunaan Abu Batu Apung Sebagai Pengganti Filler Pada Campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC)
Aspal merupakan bahan utama dalam konstruksi jalan raya yang sangat menentukan kualitas, kekuatan, dan daya tahan infrastruktur jalan. Peningkatan pembangunan jalan menyebabkan keb...
Aspal  porus  adalah  campuran  aspal  yang memiliki  nilai  porositas  yang  lebih  tinggi  dibandingkan dengan campuran aspal lainnya. Fungsi dari tingginya nilai porositas adala...
PENGARUH PENGGUNAAN ABU VULKANIK SEBAGAI BAHAN PENGISI (FILLER) CAMPURAN AC – WC TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL
PENGARUH PENGGUNAAN ABU VULKANIK SEBAGAI BAHAN PENGISI (FILLER) CAMPURAN AC – WC TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL
ABSTRAK Karakteristik abu vulkanik ini relatif berbeda dengan debu tanah kering yang biasa dijumpai pada musim kemarau. Abu vulkanik terbentuk dari pembekuan magma yang dierupsikan...
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Asbuton sebagai sumber kekayaan alam di Indonesia yang jumlahnya sangat besar,dengan deposit diperkirakan lebih dari 650 juta ton sampai saat ini belum termanfaatkan secara optimal...

Back to Top