Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Lapisan Perkerasan Jalan Beton Flextural Strength (FS) 45 Menggunakan Material Quary Pematang Sapang

View through CrossRef
Perkerasan kaku (rigid pavement) merupakan salah satu jenis perkerasan yang banyak digunakan pada konstruksi jalan karena memiliki kekuatan struktural tinggi, mampu menahan beban lalu lintas berat, serta memiliki umur layan yang relatif panjang dengan kebutuhan pemeliharaan yang lebih rendah dibandingkan perkerasan lentur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan material dari Quarry Pematang Sapang dalam perencanaan campuran beton dengan flexural strength (FS) 45 untuk pekerjaan perkerasan jalan beton di Provinsi Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui pengujian laboratorium. Tahapan penelitian meliputi pemeriksaan karakteristik agregat kasar dan agregat halus, analisis gradasi, pengujian abrasi, kadar lumpur, dan penyerapan air, serta perancangan campuran beton berdasarkan SNI 03-2834-2000. Pengujian kuat lentur dilakukan mengacu pada SNI 4431:2011, sedangkan pengujian kuat tekan mengacu pada SNI 1974:2011. Benda uji yang digunakan berupa balok berukuran 15×15×60 cm untuk uji lentur dan silinder 15×30 cm untuk uji tekan, dengan pengujian pada umur 7 dan 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa agregat kasar memiliki nilai abrasi 23,10% dan nilai penyerapan yang masih memenuhi spesifikasi teknis. Komposisi campuran optimum per m³ beton terdiri atas semen 396 kg, air 190 liter, agregat kasar 1288 kg, dan agregat halus 526 kg, dengan nilai slump rata-rata 8,25 cm sesuai dengan rencana 7,5–10 cm. Nilai kuat lentur rata-rata mencapai 3,67 MPa pada umur 7 hari dan meningkat menjadi 4,55 MPa pada umur 28 hari. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa material Quarry Pematang Sapang memenuhi persyaratan teknis untuk perkerasan beton FS 45.
Title: Analisis Lapisan Perkerasan Jalan Beton Flextural Strength (FS) 45 Menggunakan Material Quary Pematang Sapang
Description:
Perkerasan kaku (rigid pavement) merupakan salah satu jenis perkerasan yang banyak digunakan pada konstruksi jalan karena memiliki kekuatan struktural tinggi, mampu menahan beban lalu lintas berat, serta memiliki umur layan yang relatif panjang dengan kebutuhan pemeliharaan yang lebih rendah dibandingkan perkerasan lentur.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan material dari Quarry Pematang Sapang dalam perencanaan campuran beton dengan flexural strength (FS) 45 untuk pekerjaan perkerasan jalan beton di Provinsi Bengkulu.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui pengujian laboratorium.
Tahapan penelitian meliputi pemeriksaan karakteristik agregat kasar dan agregat halus, analisis gradasi, pengujian abrasi, kadar lumpur, dan penyerapan air, serta perancangan campuran beton berdasarkan SNI 03-2834-2000.
Pengujian kuat lentur dilakukan mengacu pada SNI 4431:2011, sedangkan pengujian kuat tekan mengacu pada SNI 1974:2011.
Benda uji yang digunakan berupa balok berukuran 15×15×60 cm untuk uji lentur dan silinder 15×30 cm untuk uji tekan, dengan pengujian pada umur 7 dan 28 hari.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa agregat kasar memiliki nilai abrasi 23,10% dan nilai penyerapan yang masih memenuhi spesifikasi teknis.
Komposisi campuran optimum per m³ beton terdiri atas semen 396 kg, air 190 liter, agregat kasar 1288 kg, dan agregat halus 526 kg, dengan nilai slump rata-rata 8,25 cm sesuai dengan rencana 7,5–10 cm.
Nilai kuat lentur rata-rata mencapai 3,67 MPa pada umur 7 hari dan meningkat menjadi 4,55 MPa pada umur 28 hari.
Hasil penelitian ini menegaskan bahwa material Quarry Pematang Sapang memenuhi persyaratan teknis untuk perkerasan beton FS 45.

Related Results

ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
ANALISA TEBAL PERKERASAN JALAN DI TANJAKAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993
ANALISA TEBAL PERKERASAN JALAN DI TANJAKAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993
Perkerasan pada umumnya menggunakan bahan campuran dari aspal dan juga memiliki sifat elastis jika menerima beban di atasnya. Sampai saat ini belum ada rumus khusus yang dibuat unt...
Redesain Jenis Kontruksi Ruas Jalan Abdul Haris Nasution STA 0+000 S/D STA 2+500 Kec. Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan
Redesain Jenis Kontruksi Ruas Jalan Abdul Haris Nasution STA 0+000 S/D STA 2+500 Kec. Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan
Jalan raya adalah suatu lintasan yang bertujuan melewatkan lalu lintas dari suatu tempat ke tempat yang lain. Perkerasan jalan adalah campuran antara agregat dan bahan pengikat yan...
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
Air laut memiliki kandungan garam yang tinggi yang dapat menggerogoti kekuatan dan keawetan beton. Hal ini disebabkan klorida yang terdapat pada air laut yang merupakan garam yang ...
PERENCANAAN PERKERASAN JALAN RAYA CARIU KM BDG 79 – KM BDG 81 MENGGUNAKAN METODE PERENCANAAN PERKERASAN JALAN BETON SEMEN PD T-14-2003
PERENCANAAN PERKERASAN JALAN RAYA CARIU KM BDG 79 – KM BDG 81 MENGGUNAKAN METODE PERENCANAAN PERKERASAN JALAN BETON SEMEN PD T-14-2003
Seiring dengan perkembangan kebutuhan manusia, maka semakin banyak barang dan kebutuhan yang harus di distribusikan dari suatu daerah ke daerah lainnya, para penyedia jasa angkutan...
Analisa Ring Road Ngawi Sta 3+200- Sta 6+200 Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur
Analisa Ring Road Ngawi Sta 3+200- Sta 6+200 Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur
Proyek pembangunan jalan Ring Road  Ngawi ini merupakan jalan alternatif untuk mengurangi kemacetan yang terjadi pada ruas jalan dari arah Surabaya menuju Solo dan sebaliknya. Proy...
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Beton merupakan material konstruksi yang bersifat getas. Kombinasinya dengan baja pada material beton bertulang menjadikan material beton yang getas getas menjadi daktail. Pada bet...
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...

Back to Top