Javascript must be enabled to continue!
Aplikasi Biostimulan dalam Budidaya Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) pada Ultisols
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbedaan respons tanaman cabai merah dan beberapa sifat kimia pada Ultisol terhadap pemberian Biostimulan, Biostimulan diperkaya mikroba penambat N dan pelarut P dan K (Biostimulan Plus), serta yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik. Percobaan dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok dengan 8 taraf perlakuan dan 3 ulangan. Taraf perlakuan terdiri dari P0 (Tanpa pupuk); P1 (Pupuk anorganik); P2 (Biostimulan Plus disiram pada tanah); P3 (Biostimulan aplikasi benih); P4 (Biostimulan Plus disiram pada tanah+pupuk anorganik); P5 (Biostimulan aplikasi benih+pupuk anorganik); P6 (Biostimulan Plus aplikasi benih dan disiram pada tanah+pupuk anorganik); P7 (Biostimulan aplikasi benih dan disiram pada tanah+pupuk anorganik). Pupuk anorganik rekomendasi adalah Urea 200kg ha-1+NPK 300kg ha-1. Dosis biostimulan atau biostimulan Plus yang diaplikasikan pada benih dengan konsentrasi 100ppm dan yang diaplikasi pada tanah dengan dosis 2mL per tanaman. Variabel yang diamati adalah pH tanah, NPK tanah, jumlah cabang, jumlah cabang produktif, jumlah dan berat buah serta produksi cabai merah. Data yang diperoleh dianalisis dengan membandingkan nilai F hitung dengan F tabel 5%. Jika F hitung berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Ortogonal Kontras pada taraf 5%. Hasil penelitian menyatakan bahwa aplikasi Biostimulan Plus pada benih dengan konsentrasi 100ppm dan disiram pada tanah sebanyak 2 mL/tanaman yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik menunjukkan hasil terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah sebesar 9,39ton ha-1.
Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
Title: Aplikasi Biostimulan dalam Budidaya Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) pada Ultisols
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbedaan respons tanaman cabai merah dan beberapa sifat kimia pada Ultisol terhadap pemberian Biostimulan, Biostimulan diperkaya mikroba penambat N dan pelarut P dan K (Biostimulan Plus), serta yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik.
Percobaan dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok dengan 8 taraf perlakuan dan 3 ulangan.
Taraf perlakuan terdiri dari P0 (Tanpa pupuk); P1 (Pupuk anorganik); P2 (Biostimulan Plus disiram pada tanah); P3 (Biostimulan aplikasi benih); P4 (Biostimulan Plus disiram pada tanah+pupuk anorganik); P5 (Biostimulan aplikasi benih+pupuk anorganik); P6 (Biostimulan Plus aplikasi benih dan disiram pada tanah+pupuk anorganik); P7 (Biostimulan aplikasi benih dan disiram pada tanah+pupuk anorganik).
Pupuk anorganik rekomendasi adalah Urea 200kg ha-1+NPK 300kg ha-1.
Dosis biostimulan atau biostimulan Plus yang diaplikasikan pada benih dengan konsentrasi 100ppm dan yang diaplikasi pada tanah dengan dosis 2mL per tanaman.
Variabel yang diamati adalah pH tanah, NPK tanah, jumlah cabang, jumlah cabang produktif, jumlah dan berat buah serta produksi cabai merah.
Data yang diperoleh dianalisis dengan membandingkan nilai F hitung dengan F tabel 5%.
Jika F hitung berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Ortogonal Kontras pada taraf 5%.
Hasil penelitian menyatakan bahwa aplikasi Biostimulan Plus pada benih dengan konsentrasi 100ppm dan disiram pada tanah sebanyak 2 mL/tanaman yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik menunjukkan hasil terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah sebesar 9,39ton ha-1.
Related Results
Penerapan Model Biointensif untuk Mengendalikan Hama pada Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.)
Penerapan Model Biointensif untuk Mengendalikan Hama pada Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.)
Tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura dari famili solanaceae yang banyak dibudidayakan secara komersial di Indonesia khususnya di Sulaw...
Kompatibilitas persilangan interspesifik pada spesies cabai
Kompatibilitas persilangan interspesifik pada spesies cabai
SariPeningkatan produksi cabai (Capsicum sp.) dapat dilakukan dengan melakukan diversifikasi jenis baru dari hasil persilangan antar spesies. Tujuan penelitian ialah untuk mempelaj...
Change in Iodine Contents during Ripening of two <i>Capsicum annuum L.</i> Cultivars Fruits at Brazzaville, CONGO
Change in Iodine Contents during Ripening of two <i>Capsicum annuum L.</i> Cultivars Fruits at Brazzaville, CONGO
To identity iodine, assessits concentration and analyse the variation of this concentration following the ripeness stages, its titrating from Capsicum annuum L. dried fruit extract...
EFISIENSI USAHATANI CABAI MERAH DI KECAMATAN MIRIT KABUPATEN KEBUMEN
EFISIENSI USAHATANI CABAI MERAH DI KECAMATAN MIRIT KABUPATEN KEBUMEN
Usahatani cabai merah di Kabupaten Kebumen sebagian besar berada di Kecamatan Mirit. Produksi cabai merah di Kecamatan Mirit mengalami peningkatan produksi pada tahun 2012 dan meng...
OPTIMALISASI PENGGUNAAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK BUDIDAYA SELEDRI DAN CABAI ORGANIK DI DESA MENDALO DARAT KECAMATAN JAMBI LUAR KOTA
OPTIMALISASI PENGGUNAAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK BUDIDAYA SELEDRI DAN CABAI ORGANIK DI DESA MENDALO DARAT KECAMATAN JAMBI LUAR KOTA
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tahun 2019 melibatkan kelompok Ibu PKK warga RT 25, Desa Mendalo Darat. Kegiatan ini bertujuan untuk menfasilitasi warga dalam mengatasi ...
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pemupukan Organik untuk Peningkatan Produksi Cabai Merah di Sembalun Lombok Timur
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pemupukan Organik untuk Peningkatan Produksi Cabai Merah di Sembalun Lombok Timur
Usaha tani cabai merah di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur layak untuk dikembangkan lebih lanjut dari segi finansial. Lombok Timur juga menjadi sentra aktivitas cabai Indonesia, ka...
Analisis Usahatani Cabai di Luar Musim Berdasarkan Penerapan Komponen Budidaya Cabai Merah di Provinsi Sulawesi Barat
Analisis Usahatani Cabai di Luar Musim Berdasarkan Penerapan Komponen Budidaya Cabai Merah di Provinsi Sulawesi Barat
Cabai merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Harga cabai dipasaran cukup fluktuat...
Perancangan Interface Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Cabai dengan Metode Extreme Programming (XP)
Perancangan Interface Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Cabai dengan Metode Extreme Programming (XP)
Para petani masih sering mengalami kendala pada proses pemeliharaan tanaman cabai, petani masih sering menemui kendala penyakit sehingga sangat merugikan petani karena hasil panen ...

