Javascript must be enabled to continue!
Kompatibilitas persilangan interspesifik pada spesies cabai
View through CrossRef
SariPeningkatan produksi cabai (Capsicum sp.) dapat dilakukan dengan melakukan diversifikasi jenis baru dari hasil persilangan antar spesies. Tujuan penelitian ialah untuk mempelajari kompatibilitas pada penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang buatan interspesies. Penelitian dilaksanakan pada Januari 2020 – Juni 2020. Bahan yang digunakan ialah 4 spesies cabai. Persilangan disusun berdasarkan rancangan perkawinan dialil lengkap. Terdapat 16 kombinasi persilangan. Perbedaan karakter kuantitatif penyerbukan sendiri dan silang diuji menggunakan uji t 5%. Penyerbukan sendiri pada setiap spesies memiliki kompatibilitas penuh dengan persentase pembentukan buah yaitu 100%. Persilangan antara C. annuum Cann(B)-CYM2-151-3 x C. baccatum Cbac-09(S), C. frutescens Cfru-03(4) x C. annuum Cann(B)-CYM2-151-3 dan C. frutescens Cfru-03(4) x C. baccatum Cbac-09(S) memiliki kompatibilitas penuh dengan persentase 65%, 50% dan 85%. Persilangan antara C. annuum Cann(B)-CYM2-151-3 x C. frutescens Cfru-03(4), C. frutescens Cfru-03(4) x C. chinense (Cchi-01) memiliki kompatibilitas sebagian dengan persentase sebesar 48% dan 46%. Inkompatibilitas terjadi pada persilangan C. annuum (Cann(B)-CYM2-151-3) x C. chinense (Cchi-01), C. baccatum (Cbac-09(S)) x C. annuum (Cann(B)-CYM2-151-3), C. baccatum (Cbac-09(S)) x C. frutescens (Cfru-03(4), C. baccatum (Cbac-09(S)) x C. chinense (Cchi-01), C. chinense (Cchi-01) x C. annuum (Cann(B)-CYM2-151-3), C. chinense (Cchi-01) x C. frutescens (Cfru-03(4)), C. chinense (Cchi-01) x C. baccatum (Cbac-09(S)).Kata Kunci: C. annuum , C. baccatum, C. chinense, C. frutescens, persilangan. AbstractProduction of chili (Capsicum sp.) can be increased by diversifying new types of crosses between species. The research objective was to study the compatibility of self-pollination and cross-pollination between species. This research was conducted in Januari 2020 – Juni 2020. The materials were included 4 species of C. annuum sp. Crossing of 4 species Capsicum sp. using a dialel design. All selfing of each species showed that percentage of fruit set was 100%. Crosses of C. annuum (Cann (B)-CYM2-151-3) x C. baccatum (Cbac-09(S)), C. frutescens (Cfru-03(4)) x C. annuum (Cann (B)-CYM2-151-3) and C. frutescens (Cfru-03(4)) x C. baccatum (Cbac-09(S)) had full compatibility with percentages of 65%, 50%, and 85%, respectively. Crosses between C. annuum (Cann(B)-CYM2-151-3) x C. frutescens (Cfru-03(4)), C. frutescens (Cfru-03(4)) x C. chinense (Cchi-01) had partial compatibility with a percentage of 48% and 46%. Incompatibilities occured in C. annuum (Cann (B)-CYM2-151-3) x C. chinense (Cchi-01), C. baccatum (Cbac-09(S)) x C. annuum (Cann(B)-CYM2-151-3), C. baccatum (Cbac-09(S)) x C. frutescens (Cfru-03(4)), C. baccatum (Cbac-09(S) x C. chinense (Cchi-01), C. chinense (Cchi-01) x C. annuum (Cann(B)-CYM2-151-3), C. chinense (Cchi-01) x C. frutescens (Cfru-03(4)), C. chinense (Cchi-01) x C. baccatum (Cbac-09(S)).Keywords: C. annuum, C. baccatum, C. frutescens, C. chinense, hybridization.
Title: Kompatibilitas persilangan interspesifik pada spesies cabai
Description:
SariPeningkatan produksi cabai (Capsicum sp.
) dapat dilakukan dengan melakukan diversifikasi jenis baru dari hasil persilangan antar spesies.
Tujuan penelitian ialah untuk mempelajari kompatibilitas pada penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang buatan interspesies.
Penelitian dilaksanakan pada Januari 2020 – Juni 2020.
Bahan yang digunakan ialah 4 spesies cabai.
Persilangan disusun berdasarkan rancangan perkawinan dialil lengkap.
Terdapat 16 kombinasi persilangan.
Perbedaan karakter kuantitatif penyerbukan sendiri dan silang diuji menggunakan uji t 5%.
Penyerbukan sendiri pada setiap spesies memiliki kompatibilitas penuh dengan persentase pembentukan buah yaitu 100%.
Persilangan antara C.
annuum Cann(B)-CYM2-151-3 x C.
baccatum Cbac-09(S), C.
frutescens Cfru-03(4) x C.
annuum Cann(B)-CYM2-151-3 dan C.
frutescens Cfru-03(4) x C.
baccatum Cbac-09(S) memiliki kompatibilitas penuh dengan persentase 65%, 50% dan 85%.
Persilangan antara C.
annuum Cann(B)-CYM2-151-3 x C.
frutescens Cfru-03(4), C.
frutescens Cfru-03(4) x C.
chinense (Cchi-01) memiliki kompatibilitas sebagian dengan persentase sebesar 48% dan 46%.
Inkompatibilitas terjadi pada persilangan C.
annuum (Cann(B)-CYM2-151-3) x C.
chinense (Cchi-01), C.
baccatum (Cbac-09(S)) x C.
annuum (Cann(B)-CYM2-151-3), C.
baccatum (Cbac-09(S)) x C.
frutescens (Cfru-03(4), C.
baccatum (Cbac-09(S)) x C.
chinense (Cchi-01), C.
chinense (Cchi-01) x C.
annuum (Cann(B)-CYM2-151-3), C.
chinense (Cchi-01) x C.
frutescens (Cfru-03(4)), C.
chinense (Cchi-01) x C.
baccatum (Cbac-09(S)).
Kata Kunci: C.
annuum , C.
baccatum, C.
chinense, C.
frutescens, persilangan.
AbstractProduction of chili (Capsicum sp.
) can be increased by diversifying new types of crosses between species.
The research objective was to study the compatibility of self-pollination and cross-pollination between species.
This research was conducted in Januari 2020 – Juni 2020.
The materials were included 4 species of C.
annuum sp.
Crossing of 4 species Capsicum sp.
using a dialel design.
All selfing of each species showed that percentage of fruit set was 100%.
Crosses of C.
annuum (Cann (B)-CYM2-151-3) x C.
baccatum (Cbac-09(S)), C.
frutescens (Cfru-03(4)) x C.
annuum (Cann (B)-CYM2-151-3) and C.
frutescens (Cfru-03(4)) x C.
baccatum (Cbac-09(S)) had full compatibility with percentages of 65%, 50%, and 85%, respectively.
Crosses between C.
annuum (Cann(B)-CYM2-151-3) x C.
frutescens (Cfru-03(4)), C.
frutescens (Cfru-03(4)) x C.
chinense (Cchi-01) had partial compatibility with a percentage of 48% and 46%.
Incompatibilities occured in C.
annuum (Cann (B)-CYM2-151-3) x C.
chinense (Cchi-01), C.
baccatum (Cbac-09(S)) x C.
annuum (Cann(B)-CYM2-151-3), C.
baccatum (Cbac-09(S)) x C.
frutescens (Cfru-03(4)), C.
baccatum (Cbac-09(S) x C.
chinense (Cchi-01), C.
chinense (Cchi-01) x C.
annuum (Cann(B)-CYM2-151-3), C.
chinense (Cchi-01) x C.
frutescens (Cfru-03(4)), C.
chinense (Cchi-01) x C.
baccatum (Cbac-09(S)).
Keywords: C.
annuum, C.
baccatum, C.
frutescens, C.
chinense, hybridization.
Related Results
Status taksonomi iktiofauna endemik perairan tawar Sulawesi
Status taksonomi iktiofauna endemik perairan tawar Sulawesi
The freshwaters of Sulawesi are the habitat of numerous endemic Indonesian ichthyofauna that are not found anywhere else in the world. About 68 endemic fish species described from ...
DISTRIBUSI DAN KEMELIMPAHAN PLANKTON DI WET DUNE SLACKS GUMUK PASIR PARANGTRITIS, BANTUL, DIY.
DISTRIBUSI DAN KEMELIMPAHAN PLANKTON DI WET DUNE SLACKS GUMUK PASIR PARANGTRITIS, BANTUL, DIY.
Komunitas plankton memiliki peran penting pada proses rantai makanan, siklus nutrien dan proses suksesi awal wet dune slacks. Kawasan wet dune slacks merupakan cekungan yang berada...
Efektivitas Metode Persilangan Terkendali dalam Menghasilkan Polong dan Biji yang Bernas pada Tanaman Acacia mangium
Efektivitas Metode Persilangan Terkendali dalam Menghasilkan Polong dan Biji yang Bernas pada Tanaman Acacia mangium
Acacia mangium adalah jenis tanaman hutan utama. Acacia mangium dapat tumbuh dengan baik, memiliki kualitas serat yang baik, tahan terhadap penyakit dan toleran terhadap tanah-tana...
<b>Inventarisasi Hama Lalat Buah (Diptera: Tephritidae) pada Dua Spesies Cabai di Dataran Tinggi Sembalun</b>
<b>Inventarisasi Hama Lalat Buah (Diptera: Tephritidae) pada Dua Spesies Cabai di Dataran Tinggi Sembalun</b>
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan hama lalat buah pada cabai besar (Capsicum annuum) dan cabai rawit (Capsicum frutescens), di sentral produksi sayuran dataran t...
Model Rantai Nilai Agribisnis Cabai Di Kabupaten Kolaka Timur
Model Rantai Nilai Agribisnis Cabai Di Kabupaten Kolaka Timur
Permasalahan agribisnis cabai di Kabupaten Kolaka Timur dihadapkan pada sejumlah tantangan seperti fluktuatifnya harga cabai, belum terintegrasinya hubungan antar pelaku, rantai pe...
Penerapan Metode Simple Additive Weighting Dalam Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibit Cabai
Penerapan Metode Simple Additive Weighting Dalam Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibit Cabai
Abstract: Cayenne pepper cultivation is a very promising unit of activity because cayenne pepper is one of the most frequently used cooking spices. The era of digital transformatio...
Analisis Fluktuasi Harga Cabai Rawit di Desa kabupaten Polewali Mandar
Analisis Fluktuasi Harga Cabai Rawit di Desa kabupaten Polewali Mandar
Cabai rawit (Capsicum frustescens L.) adalah salah satu dari sekitar dua puluh hingga tiga puluh spesies tanaman dalam genus Capsicum yang telah banyak dibudidayakan. Cabai rawit, ...
Pemberdayaan Petani Lewat Pemakaian Pupuk Organik Cair pada Tumbuhan Cabai di Wilayah Desa Waung Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung
Pemberdayaan Petani Lewat Pemakaian Pupuk Organik Cair pada Tumbuhan Cabai di Wilayah Desa Waung Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung
Kabupaten Tulungagung memiliki jumlah petani yang cukup banyak dengan komoditas yang ditanam adalah cabai. Hal tersebut dapat dilihat dari demografi yang ada dalam bahwa muncul lah...

