Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penerapan Model Biointensif untuk Mengendalikan Hama pada Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.)

View through CrossRef
Tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura dari famili solanaceae yang banyak dibudidayakan secara komersial di Indonesia khususnya di Sulawesi Tenggara karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan sebagai tanaman unggulan yang cukup penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penerapan model biointensif dengan penggunaan tanaman barier berbeda terhadap jumlah populasi dan hama pada tanaman cabai. Desain penelitian yang dilakukan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu: R0= Tanaman cabai besar tanpa perlakuan / control, R1= Tanaman cabai besar dengan perlakuan Insektisida, R2= Tanaman cabai besar dengan perlakuan Serai, R3= Tanaman cabai besar dengan perlakuan Kenikir, R4= Tanaman cabai besar dengan perlakuan Kemangi, R5= Tanaman cabai besar dengan perlakuan Bawang Daun, Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 24 unit percobaan. Hasil yang diperoleh penggunaan model biointensif  terhadap tanaman barier berbeda memberikan pengaruh terhadap  jumlah populasi hama dan musuh alami. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model biointensif dengan pengunaan tanaman barier kenikir (R3) memberikan pengaruh lebih baik dalam mengurangi jumlah populasi hama. Tanaman barrier khususnya tanaman kenikir meningkatkan populasi musuh alami secara signifikan pada jumlah buah dan berat buah tanaman cabai.  
Title: Penerapan Model Biointensif untuk Mengendalikan Hama pada Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.)
Description:
Tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.
) merupakan salah satu tanaman hortikultura dari famili solanaceae yang banyak dibudidayakan secara komersial di Indonesia khususnya di Sulawesi Tenggara karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan sebagai tanaman unggulan yang cukup penting.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penerapan model biointensif dengan penggunaan tanaman barier berbeda terhadap jumlah populasi dan hama pada tanaman cabai.
Desain penelitian yang dilakukan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu: R0= Tanaman cabai besar tanpa perlakuan / control, R1= Tanaman cabai besar dengan perlakuan Insektisida, R2= Tanaman cabai besar dengan perlakuan Serai, R3= Tanaman cabai besar dengan perlakuan Kenikir, R4= Tanaman cabai besar dengan perlakuan Kemangi, R5= Tanaman cabai besar dengan perlakuan Bawang Daun, Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 24 unit percobaan.
Hasil yang diperoleh penggunaan model biointensif  terhadap tanaman barier berbeda memberikan pengaruh terhadap  jumlah populasi hama dan musuh alami.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model biointensif dengan pengunaan tanaman barier kenikir (R3) memberikan pengaruh lebih baik dalam mengurangi jumlah populasi hama.
Tanaman barrier khususnya tanaman kenikir meningkatkan populasi musuh alami secara signifikan pada jumlah buah dan berat buah tanaman cabai.
 .

Related Results

Kompatibilitas persilangan interspesifik pada spesies cabai
Kompatibilitas persilangan interspesifik pada spesies cabai
SariPeningkatan produksi cabai (Capsicum sp.) dapat dilakukan dengan melakukan diversifikasi jenis baru dari hasil persilangan antar spesies. Tujuan penelitian ialah untuk mempelaj...
Hama Penggerek Tebu dan Perkembangan Teknik Pengendaliannya
Hama Penggerek Tebu dan Perkembangan Teknik Pengendaliannya
<p>ABSTRACT<br />Effort has been made to improve sugarcane productivity, but it often confronted by pests. Pests in sugarcane caused a loss of about 10% sugar productio...
Response of lignin and flavonoid metabolic pathways in Capsicum annuum to drought and waterlogging stresses
Response of lignin and flavonoid metabolic pathways in Capsicum annuum to drought and waterlogging stresses
Water stress is a critical factor limiting the growth and development of Capsicum annuum. Flavonoids and lignin are important secondary metabolites that serve as signaling molecule...
Pemberdayaan Petani Lewat Pemakaian Pupuk Organik Cair pada Tumbuhan Cabai di Wilayah Desa Waung Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung
Pemberdayaan Petani Lewat Pemakaian Pupuk Organik Cair pada Tumbuhan Cabai di Wilayah Desa Waung Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung
Kabupaten Tulungagung memiliki jumlah petani yang cukup banyak dengan komoditas yang ditanam adalah cabai. Hal tersebut dapat dilihat dari demografi yang ada dalam bahwa muncul lah...
<b>Inventarisasi Hama Lalat Buah (Diptera: Tephritidae) pada Dua Spesies Cabai di Dataran Tinggi Sembalun</b>
<b>Inventarisasi Hama Lalat Buah (Diptera: Tephritidae) pada Dua Spesies Cabai di Dataran Tinggi Sembalun</b>
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan hama lalat buah pada cabai besar (Capsicum annuum) dan cabai rawit (Capsicum frutescens), di sentral produksi sayuran dataran t...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisis Fluktuasi Harga Cabai Rawit di Desa kabupaten Polewali Mandar
Analisis Fluktuasi Harga Cabai Rawit di Desa kabupaten Polewali Mandar
Cabai rawit (Capsicum frustescens L.) adalah salah satu dari sekitar dua puluh hingga tiga puluh spesies tanaman dalam genus Capsicum yang telah banyak dibudidayakan. Cabai rawit, ...

Back to Top