Javascript must be enabled to continue!
KOMPONEN PEMBENTUK RUANG KOTA ALUN-ALUN CIANJUR
View through CrossRef
Abstract: One of the cities having a historically significant public square is Cianjur Regency. Since the royal era, colonial era, and up to the present, the square has served as the distinguishing feature of the center of the royal authority. The layout of the square space fluctuates depending on the prevailing political ideologies. This study employs an exploratory methodology and approaches for gathering data from field observations. Cianjur Square contains seven of the eight elements that make up urban space, including: (a) changes in land use; (b) The building mass configuration is fixed and the shape of the space is no longer symmetrical like the original form; (c) Parking and circulation areas are well-organized; (d) Open space zones are effectively used; (e) Active and comfortable pedestrian paths; (f) The marker serving as the identity of the space is very thick with Islamic religious values; (g) Supporting activities that take place simultaneously and in various ways are no longer centered on the east side of the mosque, but are spread out to the north side of the open space.Abstrak: Kabupaten Cianjur merupakan salah satu kota dengan alun-alun sebagai ruang terbuka publik yang memiliki sejarah panjang. Alun-alun merupakan ciri khas sebuah wilayah pusat pemerintahan kerajaan yang memiliki makna khusus sejak zaman kerajaan, zaman kolonial sampai dengan saat ini. Settingruang alun-alun berubah dari masa ke masa, sesuai dengan kebijakan penguasa pada masanya. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan teknik pengambilan data observasi lapangan. Terdapat tujuh dari delapan komponen pembentuk ruang kota yang ditemukan di Alun-alun Cianjur, diantaranya: (a) tata guna lahan yang mengalami perubahan; (b) Betuk ruang yang tidak lagi simetris seperti bentuk aslinya, dari terpusat menjadi linier dan konfigurasi masa bangunan yang tetap; (c) Sirkulasi dan ruang parkir yang tertata dengan baik; (d) zona ruang terbuka termanfaatkan dengan efektif; (e) Jalur pedestrian yang aktif dan nyaman; (f) Penanda sebagai identitas ruang sangat kental dengan nilai religius islami; (g) Kegiatan pendukung yang belangsung secara simultan dan beragam, tidak lagi terpusat di sisi timur masjid, namun tersebar ke sisi utara ruang terbuka.
Title: KOMPONEN PEMBENTUK RUANG KOTA ALUN-ALUN CIANJUR
Description:
Abstract: One of the cities having a historically significant public square is Cianjur Regency.
Since the royal era, colonial era, and up to the present, the square has served as the distinguishing feature of the center of the royal authority.
The layout of the square space fluctuates depending on the prevailing political ideologies.
This study employs an exploratory methodology and approaches for gathering data from field observations.
Cianjur Square contains seven of the eight elements that make up urban space, including: (a) changes in land use; (b) The building mass configuration is fixed and the shape of the space is no longer symmetrical like the original form; (c) Parking and circulation areas are well-organized; (d) Open space zones are effectively used; (e) Active and comfortable pedestrian paths; (f) The marker serving as the identity of the space is very thick with Islamic religious values; (g) Supporting activities that take place simultaneously and in various ways are no longer centered on the east side of the mosque, but are spread out to the north side of the open space.
Abstrak: Kabupaten Cianjur merupakan salah satu kota dengan alun-alun sebagai ruang terbuka publik yang memiliki sejarah panjang.
Alun-alun merupakan ciri khas sebuah wilayah pusat pemerintahan kerajaan yang memiliki makna khusus sejak zaman kerajaan, zaman kolonial sampai dengan saat ini.
Settingruang alun-alun berubah dari masa ke masa, sesuai dengan kebijakan penguasa pada masanya.
Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan teknik pengambilan data observasi lapangan.
Terdapat tujuh dari delapan komponen pembentuk ruang kota yang ditemukan di Alun-alun Cianjur, diantaranya: (a) tata guna lahan yang mengalami perubahan; (b) Betuk ruang yang tidak lagi simetris seperti bentuk aslinya, dari terpusat menjadi linier dan konfigurasi masa bangunan yang tetap; (c) Sirkulasi dan ruang parkir yang tertata dengan baik; (d) zona ruang terbuka termanfaatkan dengan efektif; (e) Jalur pedestrian yang aktif dan nyaman; (f) Penanda sebagai identitas ruang sangat kental dengan nilai religius islami; (g) Kegiatan pendukung yang belangsung secara simultan dan beragam, tidak lagi terpusat di sisi timur masjid, namun tersebar ke sisi utara ruang terbuka.
Related Results
KAJIAN ELEMEN PERANCANGAN KOTA PADA ALUN-ALUN KOTA CIREBON DAN ALUN-ALUN KOTA BEKASI
KAJIAN ELEMEN PERANCANGAN KOTA PADA ALUN-ALUN KOTA CIREBON DAN ALUN-ALUN KOTA BEKASI
Alun-alun merupakan sebuah ruang terbuka yang selalu ada di setiap kota-kota. Alun-alun sendiri bisa menjadi aspek penilaian suatu kota karena jika sebuah alun-alun di kota tersebu...
Studi Aktivitas Fisik Pengunjung dengan Metode SOPARC di Lanskap Alun-Alun Kebumen dan Alun-Alun Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah
Studi Aktivitas Fisik Pengunjung dengan Metode SOPARC di Lanskap Alun-Alun Kebumen dan Alun-Alun Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah
Alun-alun Kebumen dan Alun-alun Karanganyar merupakan ruang terbuka hijau (RTH) yang terletak di Kebumen, Jawa Tengah. Studi menyebutkan bahwa taman dan lingkungan hutan memiliki m...
Nilai Ruang Terkini Alun-Alun Utara Pada Kota Yogyakarta
Nilai Ruang Terkini Alun-Alun Utara Pada Kota Yogyakarta
Alun – Alun Utara merupakan salah satu bagian dari Keraton yang difungsikan sebagai ruang publik yang berada di kota Yogyakarta dengan hamparan pasir sebagai tutupan lahannya ser...
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN ALUN-ALUN DI KOTA POLEWALI KABUPATEN POLEWALI MANDAR
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN ALUN-ALUN DI KOTA POLEWALI KABUPATEN POLEWALI MANDAR
Penelitian ini membahas tentang Persepsi Masyarakat Terhadap Pengelolaan dan Pemanfaatan Alun-Alun di Kota Polewali Serta. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Warga Kota Pol...
Konsep Pengembangan ‘Alun-Alun’ sebagai Ikon Sejarah dan Budaya Perkotaan, Kasus Studi : Alun-Alun Kota Surabaya
Konsep Pengembangan ‘Alun-Alun’ sebagai Ikon Sejarah dan Budaya Perkotaan, Kasus Studi : Alun-Alun Kota Surabaya
Alun-alun merupakan salah satu ruang terbuka publik kota yang berfungsi sebagai wadah aktivitas sosial bagi masyarakat. Mengingat pentingnya peranan keberadaan alun-alun di dalam s...
THE REPRESENTATION OF KEJAWEN VALUES IN THE SPATIAL ARRANGEMENT OF THE ALUN-ALUN: A COMPARATIVE STUDY OF THE ALUN-ALUN IN NGANJUK AND BLITAR
THE REPRESENTATION OF KEJAWEN VALUES IN THE SPATIAL ARRANGEMENT OF THE ALUN-ALUN: A COMPARATIVE STUDY OF THE ALUN-ALUN IN NGANJUK AND BLITAR
Alun-alun kota dalam tata ruang tradisional Jawa merepresentasikan nilai-nilai Kejawen, seperti keseimbangan kosmis, harmoni sosial, dan hubungan spiritual. Penelitian ini bertujua...
Analisis Fungsi Kawasan Alun-Alun sebagai Ruang Terbuka Publik di Perkotaan Namlea, Kabupaten Buru
Analisis Fungsi Kawasan Alun-Alun sebagai Ruang Terbuka Publik di Perkotaan Namlea, Kabupaten Buru
Alun-alun sebagai ruang terbuka publik memiliki peran penting dalam ruang kota, terutama pada wilayah perkotaan menengah yang sedang berkembang. Penelitian ini dilakukan untuk meng...
Analisis Kesesuaian Pemanfaatan Ruang di Kecamatan Cianjur
Analisis Kesesuaian Pemanfaatan Ruang di Kecamatan Cianjur
Abstract. The increase in population from year to year is increasingly irregular so that the need for land for residential areas also increases. As a result, the people of Cianjur ...

