Javascript must be enabled to continue!
THE REPRESENTATION OF KEJAWEN VALUES IN THE SPATIAL ARRANGEMENT OF THE ALUN-ALUN: A COMPARATIVE STUDY OF THE ALUN-ALUN IN NGANJUK AND BLITAR
View through CrossRef
Alun-alun kota dalam tata ruang tradisional Jawa merepresentasikan nilai-nilai Kejawen, seperti keseimbangan kosmis, harmoni sosial, dan hubungan spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis serta membandingkan representasi nilai-nilai Kejawen dalam tata ruang Alun-Alun Nganjuk dan Blitar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi komparatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Proses analisis data dimulai dengan pengelompokan data, kemudian dilakukan perbandingan antara kedua alun-alun. Hasil analisis ini diinterpretasikan untuk memahami nilai-nilai Kejawen tetap terjaga atau mengalami perubahan. Analisis menggunakan pendekatan triangulasi untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alun-Alun Blitar masih mempertahankan elemen tradisional seperti tanah lapang, pohon beringin, dan hubungan spasial sakral. Sementara itu, Alun-Alun Nganjuk telah dimodernisasi sebagai taman kota, namun simbolisme Kejawen tetap terjaga melalui kedekatannya dengan Kantor Bupati, masjid, pusat pemerintahan, sekolah, lembaga pemasyarakatan, dan pusat perbelanjaan. Simpulan menunjukkan bahwa meskipun terjadi transformasi ruang akibat modernisasi, nilai-nilai Kejawen tetap terwakili dalam tata ruang kedua alun-alun.
UPT Penerbitan Universitas Jember
Title: THE REPRESENTATION OF KEJAWEN VALUES IN THE SPATIAL ARRANGEMENT OF THE ALUN-ALUN: A COMPARATIVE STUDY OF THE ALUN-ALUN IN NGANJUK AND BLITAR
Description:
Alun-alun kota dalam tata ruang tradisional Jawa merepresentasikan nilai-nilai Kejawen, seperti keseimbangan kosmis, harmoni sosial, dan hubungan spiritual.
Penelitian ini bertujuan menganalisis serta membandingkan representasi nilai-nilai Kejawen dalam tata ruang Alun-Alun Nganjuk dan Blitar.
Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi komparatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi.
Proses analisis data dimulai dengan pengelompokan data, kemudian dilakukan perbandingan antara kedua alun-alun.
Hasil analisis ini diinterpretasikan untuk memahami nilai-nilai Kejawen tetap terjaga atau mengalami perubahan.
Analisis menggunakan pendekatan triangulasi untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alun-Alun Blitar masih mempertahankan elemen tradisional seperti tanah lapang, pohon beringin, dan hubungan spasial sakral.
Sementara itu, Alun-Alun Nganjuk telah dimodernisasi sebagai taman kota, namun simbolisme Kejawen tetap terjaga melalui kedekatannya dengan Kantor Bupati, masjid, pusat pemerintahan, sekolah, lembaga pemasyarakatan, dan pusat perbelanjaan.
Simpulan menunjukkan bahwa meskipun terjadi transformasi ruang akibat modernisasi, nilai-nilai Kejawen tetap terwakili dalam tata ruang kedua alun-alun.
Related Results
Studi Aktivitas Fisik Pengunjung dengan Metode SOPARC di Lanskap Alun-Alun Kebumen dan Alun-Alun Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah
Studi Aktivitas Fisik Pengunjung dengan Metode SOPARC di Lanskap Alun-Alun Kebumen dan Alun-Alun Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah
Alun-alun Kebumen dan Alun-alun Karanganyar merupakan ruang terbuka hijau (RTH) yang terletak di Kebumen, Jawa Tengah. Studi menyebutkan bahwa taman dan lingkungan hutan memiliki m...
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN ALUN-ALUN DI KOTA POLEWALI KABUPATEN POLEWALI MANDAR
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN ALUN-ALUN DI KOTA POLEWALI KABUPATEN POLEWALI MANDAR
Penelitian ini membahas tentang Persepsi Masyarakat Terhadap Pengelolaan dan Pemanfaatan Alun-Alun di Kota Polewali Serta. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Warga Kota Pol...
KAJIAN ELEMEN PERANCANGAN KOTA PADA ALUN-ALUN KOTA CIREBON DAN ALUN-ALUN KOTA BEKASI
KAJIAN ELEMEN PERANCANGAN KOTA PADA ALUN-ALUN KOTA CIREBON DAN ALUN-ALUN KOTA BEKASI
Alun-alun merupakan sebuah ruang terbuka yang selalu ada di setiap kota-kota. Alun-alun sendiri bisa menjadi aspek penilaian suatu kota karena jika sebuah alun-alun di kota tersebu...
Primerjalna književnost na prelomu tisočletja
Primerjalna književnost na prelomu tisočletja
In a comprehensive and at times critical manner, this volume seeks to shed light on the development of events in Western (i.e., European and North American) comparative literature ...
Nilai Ruang Terkini Alun-Alun Utara Pada Kota Yogyakarta
Nilai Ruang Terkini Alun-Alun Utara Pada Kota Yogyakarta
Alun – Alun Utara merupakan salah satu bagian dari Keraton yang difungsikan sebagai ruang publik yang berada di kota Yogyakarta dengan hamparan pasir sebagai tutupan lahannya ser...
Kajian Bahaya Kebakaran Hutan di Kabupaten Nganjuk
Kajian Bahaya Kebakaran Hutan di Kabupaten Nganjuk
ABSTRACTThe Nganjuk District is mostly planted by forests, both protection forests and production forests with a total area of 20 333.00 ha. Forest and land fires often occur in Ng...
Kontribusi Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2014 – 2018
Kontribusi Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2014 – 2018
This study aims to analyze: 1) Contributions and Growth of Tourism Object Levies on Nganjuk Regency Original Revenue in 2014-2018. 2) Contributions and Growth of Hotel and Restaura...
Reflecting on Kejawen: Javanese Esoteric Teachings in Indonesian National Development
Reflecting on Kejawen: Javanese Esoteric Teachings in Indonesian National Development
Kejawen as a concept of spirituality arose out of ancient Javanese society. Many Western scholars have used the term ‘Javanese mysticism’ to refer to Kejawen teachings, which focus...

