Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Manajemen Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya: Studi Kasus Kawasan Pusaka Lasem

View through CrossRef
Kawasan Pusaka Lasem merupakan salah satu kawasan cagar budaya di Kabupaten Rembang yang saat ini menjadi nominasi Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN). Kajian ini berusaha untuk memahami lebih lanjut mengenai aspek manajemen pengelolaan cagar budaya kota di Kawasan Pusaka Lasem. Pengelolaan cagar budaya ini merupakan aspek penting karena dinamika kehidupan bergerak cepat sehingga berisiko terhadap aset budaya dan sejarah yang bisa menghilang melalui destruksi fisik atau hilangnya sejarah dan budaya yang terikat. Kajian ini dilakukan dengan meninjau literatur dan menganalisis secara deskriptif. Pengumpulan data menggunakan data sekunder melalui tinjauan data digital dari berbagai sumber tentang Kawasan Kota Pusaka Lasem untuk tangible aspek, seperti perkembangan morfologi lansekap kawasan, bangunan dan lingkungan, struktur jalan, monumen dan Intagibel aspek, berupa kegiatan masyarakat, kerajinan lokal yang terikat. Kesimpulan dari kajian ini menjelaskan aspek pengelolaan yang perlu diperhatikan lebih lanjut dalam pengelolaan Kawasan Pusaka Lasem sesuai dengan perangkat Cultural Heritage Management (CHM), yaitu Community Engagement, Knowledge and Planning, Regulatory System, dan Financial Tools sesuai dengan interpretasi permasalahan setiap komponen dari kajian literatur.
Title: Kajian Manajemen Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya: Studi Kasus Kawasan Pusaka Lasem
Description:
Kawasan Pusaka Lasem merupakan salah satu kawasan cagar budaya di Kabupaten Rembang yang saat ini menjadi nominasi Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN).
Kajian ini berusaha untuk memahami lebih lanjut mengenai aspek manajemen pengelolaan cagar budaya kota di Kawasan Pusaka Lasem.
Pengelolaan cagar budaya ini merupakan aspek penting karena dinamika kehidupan bergerak cepat sehingga berisiko terhadap aset budaya dan sejarah yang bisa menghilang melalui destruksi fisik atau hilangnya sejarah dan budaya yang terikat.
Kajian ini dilakukan dengan meninjau literatur dan menganalisis secara deskriptif.
Pengumpulan data menggunakan data sekunder melalui tinjauan data digital dari berbagai sumber tentang Kawasan Kota Pusaka Lasem untuk tangible aspek, seperti perkembangan morfologi lansekap kawasan, bangunan dan lingkungan, struktur jalan, monumen dan Intagibel aspek, berupa kegiatan masyarakat, kerajinan lokal yang terikat.
Kesimpulan dari kajian ini menjelaskan aspek pengelolaan yang perlu diperhatikan lebih lanjut dalam pengelolaan Kawasan Pusaka Lasem sesuai dengan perangkat Cultural Heritage Management (CHM), yaitu Community Engagement, Knowledge and Planning, Regulatory System, dan Financial Tools sesuai dengan interpretasi permasalahan setiap komponen dari kajian literatur.

Related Results

PERANAN MUATAN LOKAL MATERI BATIK TULIS LASEM SEBAGAI BENTUK PELESTARIAN BUDAYA LOKAL
PERANAN MUATAN LOKAL MATERI BATIK TULIS LASEM SEBAGAI BENTUK PELESTARIAN BUDAYA LOKAL
Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana pelaksanaan muatan lokal batik tulis Lasem pada tingkat sekolah dasar di Kecamatan Lasem sebagai bentuk pelestarian budaya lokal. Hasil ...
Pemeringkatan Cagar Budaya Tidak Bergerak
Pemeringkatan Cagar Budaya Tidak Bergerak
Keanekaragaman cagar budaya Indonesia dapat mencerminkan kekayaan sekaligus identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, cagar budaya Indonesia jumlahnya belum diketahui secara past...
STRATEGI PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA MELALUI DIGITALISASI
STRATEGI PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA MELALUI DIGITALISASI
Perkembangan teknologi digital dewasa ini dapat dimanfaatkan dalam upaya pelestarian cagar budaya dengan melalui digitalisasi. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep digital...
Tipologi Courtyard pada Permukiman Tionghoa Lasem
Tipologi Courtyard pada Permukiman Tionghoa Lasem
ABSTRAKHunian Tionghoa di Lasem Jawa Tengah merupakan salah satu peninggalan budaya di Indonesia yang masih meninggalkan warisan hingga saat ini. Hunian Tionghoa di Lasem berkemban...
Menjadi Modern Tanpa Kehilangan Identitas: Problematika Pelestarian Cagar Budaya di Wilayah Sulawesi Tenggara
Menjadi Modern Tanpa Kehilangan Identitas: Problematika Pelestarian Cagar Budaya di Wilayah Sulawesi Tenggara
Modernisasi menjadi hal yang sulit dihindari suatu bangsa yang tergolong sedang berkembang, terlebih Indonesia yang masyarakatnya sangat terbuka. Semangat modernisasi cenderung dit...
Persepsi Pemilik Bangunan dalam Melestarikan Bangunan Cagar Budaya di Kawasan Braga Kota Bandung
Persepsi Pemilik Bangunan dalam Melestarikan Bangunan Cagar Budaya di Kawasan Braga Kota Bandung
Abstract. Cultural heritage buildings are valuable assets and must be preserved. Because cultural heritage buildings are one of the remnants of the past and also a form of identity...
UPAYA PELESTARIAN RUMAH SEJARAH DALEM NOTONEGORO SEBAGAI CAGAR BUDAYA OLEH PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG
UPAYA PELESTARIAN RUMAH SEJARAH DALEM NOTONEGORO SEBAGAI CAGAR BUDAYA OLEH PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG
Dalem Notonegoro merupakan bekas Rumah Bupati Notonegoro salah satu Bupati Pemalang yang saat ini telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya dengan dibuktikan adanya SK penetap...

Back to Top