Javascript must be enabled to continue!
Tipologi Courtyard pada Permukiman Tionghoa Lasem
View through CrossRef
ABSTRAKHunian Tionghoa di Lasem Jawa Tengah merupakan salah satu peninggalan budaya di Indonesia yang masih meninggalkan warisan hingga saat ini. Hunian Tionghoa di Lasem berkembang sejak abad ke-15, dimana kawasan ini mulai membentuk kawasan pecinan khas yang dikenali melalui hunian courtyard dan gerbang masuk sebagai bagian dari fasade bangunan. Permukiman yang didirikan membentuk kawasan yang terpisah dari kawasan pribumi. Masing-masing kawasan memiliki bangunan penting berupa tempat ibadah (kelenteng) dan keraton sebagai inti permukiman. Hunian courtyard Tionghoa di Lasem memiliki unsur budaya campuran, seperti adanya elemen arsitektur bergaya Cina, kolonial serta Jawa. Tujuan penelitian ini antara lain menganalisis tipologi hunian courtyard di permukiman Tionghoa Lasem dimana terdapat akulturasi langgam arsitektur di dalamnya. Metoda penelitian yang digunakan adalah deskriptif dimana pengambilan data dilakukan secara kualitatif. Setiap tipe hunian courtyard memberikan image berbeda tergantung dari komposisi bangunan yang ada di dalamnya sehingga memiliki ciri khas tertentu. Suasana ruang courtyard dipengaruhi oleh hadirnya gerbang dengan atap ngang shan, bangunan utama berupa thienching maupun chengshen serta hulung yang melengkapi elemen hunian. Kavling hunian courtyard memiliki variasi bentuk akibat dari perubahan yang ada pada elemen fisik sehingga ruang courtyard berpotensi untuk berubah dan berkembang menjadi bangunan tumbuh.Kata kunci: Hunian Courtyard, Permukiman Tionghoa, LasemABSTRACTChinese occupancy in Lasem, Central Java is one of the cultural heritages in Indonesia which still leaves a legacy until now. Chinese occupancy in Lasem developed since the 15th century, where the area began to form a distinctive Chinatown area that was recognized through courtyard and entrance gates as part of the building facade. Established settlements form a separate area from the indigenous region. Each area has an important building in the form of a place of worship (kelenteng) and a palace as the core of the settlement. Chinese courtyard occupancy in Lasem has a mixture of cultural elements, such as the presence of Chinese, colonial and Javanese architectural elements. The purpose of this study included analyzing the residential typology of courtyard in the Chinese settlement of Lasem where there was acculturation in the style of architecture. The research method used is descriptive where data collection is done qualitatively. Each type of residential courtyard gives a different image depending on the composition of the building in it so that it has certain characteristics. The atmosphere of the courtyard room is influenced by the presence of a gate with the roof of the Ngang Shan, the main building in the form of thienching and chengshen and hulung which complements the residential elements. Courtyard residential plots have a variety of forms as a result of changes in physical elements so that courtyard space has the potential to change and develop into a growing building.Keywords: Courtyard Houses, Chinese Settlement, Lasem
Title: Tipologi Courtyard pada Permukiman Tionghoa Lasem
Description:
ABSTRAKHunian Tionghoa di Lasem Jawa Tengah merupakan salah satu peninggalan budaya di Indonesia yang masih meninggalkan warisan hingga saat ini.
Hunian Tionghoa di Lasem berkembang sejak abad ke-15, dimana kawasan ini mulai membentuk kawasan pecinan khas yang dikenali melalui hunian courtyard dan gerbang masuk sebagai bagian dari fasade bangunan.
Permukiman yang didirikan membentuk kawasan yang terpisah dari kawasan pribumi.
Masing-masing kawasan memiliki bangunan penting berupa tempat ibadah (kelenteng) dan keraton sebagai inti permukiman.
Hunian courtyard Tionghoa di Lasem memiliki unsur budaya campuran, seperti adanya elemen arsitektur bergaya Cina, kolonial serta Jawa.
Tujuan penelitian ini antara lain menganalisis tipologi hunian courtyard di permukiman Tionghoa Lasem dimana terdapat akulturasi langgam arsitektur di dalamnya.
Metoda penelitian yang digunakan adalah deskriptif dimana pengambilan data dilakukan secara kualitatif.
Setiap tipe hunian courtyard memberikan image berbeda tergantung dari komposisi bangunan yang ada di dalamnya sehingga memiliki ciri khas tertentu.
Suasana ruang courtyard dipengaruhi oleh hadirnya gerbang dengan atap ngang shan, bangunan utama berupa thienching maupun chengshen serta hulung yang melengkapi elemen hunian.
Kavling hunian courtyard memiliki variasi bentuk akibat dari perubahan yang ada pada elemen fisik sehingga ruang courtyard berpotensi untuk berubah dan berkembang menjadi bangunan tumbuh.
Kata kunci: Hunian Courtyard, Permukiman Tionghoa, LasemABSTRACTChinese occupancy in Lasem, Central Java is one of the cultural heritages in Indonesia which still leaves a legacy until now.
Chinese occupancy in Lasem developed since the 15th century, where the area began to form a distinctive Chinatown area that was recognized through courtyard and entrance gates as part of the building facade.
Established settlements form a separate area from the indigenous region.
Each area has an important building in the form of a place of worship (kelenteng) and a palace as the core of the settlement.
Chinese courtyard occupancy in Lasem has a mixture of cultural elements, such as the presence of Chinese, colonial and Javanese architectural elements.
The purpose of this study included analyzing the residential typology of courtyard in the Chinese settlement of Lasem where there was acculturation in the style of architecture.
The research method used is descriptive where data collection is done qualitatively.
Each type of residential courtyard gives a different image depending on the composition of the building in it so that it has certain characteristics.
The atmosphere of the courtyard room is influenced by the presence of a gate with the roof of the Ngang Shan, the main building in the form of thienching and chengshen and hulung which complements the residential elements.
Courtyard residential plots have a variety of forms as a result of changes in physical elements so that courtyard space has the potential to change and develop into a growing building.
Keywords: Courtyard Houses, Chinese Settlement, Lasem.
Related Results
PERANAN MUATAN LOKAL MATERI BATIK TULIS LASEM SEBAGAI BENTUK PELESTARIAN BUDAYA LOKAL
PERANAN MUATAN LOKAL MATERI BATIK TULIS LASEM SEBAGAI BENTUK PELESTARIAN BUDAYA LOKAL
Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana pelaksanaan muatan lokal batik tulis Lasem pada tingkat sekolah dasar di Kecamatan Lasem sebagai bentuk pelestarian budaya lokal. Hasil ...
ARSITEKTUR TRADISIONAL TIONGHOA: TINJAUAN TERHADAP IDENTITAS, KARAKTER BUDAYA DAN EKSISTENSINYA
ARSITEKTUR TRADISIONAL TIONGHOA: TINJAUAN TERHADAP IDENTITAS, KARAKTER BUDAYA DAN EKSISTENSINYA
Budaya merupakan sebuah proses perkembangan pola pikir yang terjadi secara bertahap dalam waktu yang lama. Proses ini terjadi selama manusia ada dan terus berkembang sesuai den...
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Lingkungan permukiman Kekalik Timur mengalami pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan, hal ini dapat mempengaruhi ruang terbuka hijau dan ketersediaan prasarana lingkungan ya...
Motif Batik Buket Buah Kawis
Motif Batik Buket Buah Kawis
Lasem merupakan salah satu sentra industri batik tulis di Indonesia yang mempunyai hasil batikan yang rumit, dengan permainan warna yang indah, serta hasil canthingan yang unik dan...
PARTISIPASI MASYARAKAT SEKITAR DALAM RITUAL DI KELENTENG BAN ENG BIO ADIWERNA
PARTISIPASI MASYARAKAT SEKITAR DALAM RITUAL DI KELENTENG BAN ENG BIO ADIWERNA
Keberadaan Kelenteng Ban Eng Bio yang terletak di tengah-tengah pemukiman penduduk Tionghoa dan non Tionghoa yang berbeda agama banyak membawa pengaruh. Salah satunya adalah dalam ...
Tanggapan Terhadap Stereotip “Tionghoa Punya Toko”
Tanggapan Terhadap Stereotip “Tionghoa Punya Toko”
Eksistensi etnis Tionghoa di Indonesia sejak awal sudah dari berabad-abad yang lalu. Dalam menjalankan kehidupan di Indonesia, etnis Tionghoa khususnya di Indonesia bekerja dalam b...
PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH MASYARAKAT PESISIR DI DESA SANGSIT
PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH MASYARAKAT PESISIR DI DESA SANGSIT
Desa Sangsit merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Buleleng yang memiliki sumberdaya kelautan yang potensial. Kenyataan ini didukung dengan peningkatan produktivitas hasil tangka...
ETNIS TIONGHOA LANGSA
ETNIS TIONGHOA LANGSA
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) merupakan salah satu organisasi masyarakat Tionghoa yang ada di Kota Langsa. Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) ini...

