Javascript must be enabled to continue!
Evaluasi Rute Angkutan Pendesaan Ende – Nangapanda
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuaan untuk mengevaluasi rute angkutan pedesaan terhadap pola perjalanan penumpang dan pola pengunaan Lahan Ende-Kecamatan Nangapanda sesuai karakteristik penumpang. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah headway, waktu tunggu, faktor muat, jarak perjalanan, jumlah kendaraan, waktu perjalanan, kecepatan perjalanan. Hasil analisis headway yang diperoleh rata-rata berkisaran antara 31,8-58,5 menit, maka headway waktu rata-rata pada kinerja angkutan pedesaan Kecamatan Nangapanda – Ende Pulang Pergi sudah melebihi standar efektif. Waktu tunggu penumpang dengan trayek Kecamatan Nangapanda – Ende dan sebaliknya berkisar antara 5 menit-12 menit. Faktor Muat dengan angkutan pedesaan pada trayek Kecamatan Nangapanda-Ende Pulang Pergi dapat kisaran rata-rata antara 12% - 13%, maka faktor muat penumpang trayek Kecamatan Nangapanda – Ende Pulang Pergi belum efektif. Jarak Perjalanan yang ditempuh rute mini bus angkutan pedesaan Kecamatan Nangapanda – Ende dan sebaliknya berkisar 30 km. Jumlah kendaraan yang beroperasi Kecamatan Nangapanda – Ende dan sebaliknya berkisar antara 7 kendaraan. Waktu perjalanan yang dibutuhkan rute mini bus angkutan pedesaan Kecamatan Nangapanda – Ende dan sebaliknya berkisar 1,1 jam-1,9 jam, maka waktu perjalanan trayek Kecamatan Nangapanda – Ende Pulang Pergi sudah memenuhi standar. Kecepatan Perjalanan trayek Kecamatan Nangapanda – Ende Pulang Pergi berkisar rata-rata antara 27,2-27,8 km/jam. Untuk kecepatan perjalanan angkutan pedesaan trayek Kecamatan Nangapanda-Ende Pulang Pergi sudah memenuhi standar.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Flores
Title: Evaluasi Rute Angkutan Pendesaan Ende – Nangapanda
Description:
Penelitian ini bertujuaan untuk mengevaluasi rute angkutan pedesaan terhadap pola perjalanan penumpang dan pola pengunaan Lahan Ende-Kecamatan Nangapanda sesuai karakteristik penumpang.
Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah headway, waktu tunggu, faktor muat, jarak perjalanan, jumlah kendaraan, waktu perjalanan, kecepatan perjalanan.
Hasil analisis headway yang diperoleh rata-rata berkisaran antara 31,8-58,5 menit, maka headway waktu rata-rata pada kinerja angkutan pedesaan Kecamatan Nangapanda – Ende Pulang Pergi sudah melebihi standar efektif.
Waktu tunggu penumpang dengan trayek Kecamatan Nangapanda – Ende dan sebaliknya berkisar antara 5 menit-12 menit.
Faktor Muat dengan angkutan pedesaan pada trayek Kecamatan Nangapanda-Ende Pulang Pergi dapat kisaran rata-rata antara 12% - 13%, maka faktor muat penumpang trayek Kecamatan Nangapanda – Ende Pulang Pergi belum efektif.
Jarak Perjalanan yang ditempuh rute mini bus angkutan pedesaan Kecamatan Nangapanda – Ende dan sebaliknya berkisar 30 km.
Jumlah kendaraan yang beroperasi Kecamatan Nangapanda – Ende dan sebaliknya berkisar antara 7 kendaraan.
Waktu perjalanan yang dibutuhkan rute mini bus angkutan pedesaan Kecamatan Nangapanda – Ende dan sebaliknya berkisar 1,1 jam-1,9 jam, maka waktu perjalanan trayek Kecamatan Nangapanda – Ende Pulang Pergi sudah memenuhi standar.
Kecepatan Perjalanan trayek Kecamatan Nangapanda – Ende Pulang Pergi berkisar rata-rata antara 27,2-27,8 km/jam.
Untuk kecepatan perjalanan angkutan pedesaan trayek Kecamatan Nangapanda-Ende Pulang Pergi sudah memenuhi standar.
Related Results
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
Munculnya transportasi berbasis online menimbulkan aksi demonstrasi besar diwilayah jawa timur salah satunya dikota Malang,aksi dilakukan oleh para pengemudi angkutan konvensional ...
ANALISA PERBANDINGAN KEPUASAN PENUMPANG ANGKUTAN UMUM DAN ANGKUTAN UMUM BERBASIS APLIKASI ( Studi Kasus : Masyarakat Kota Cianjur )
ANALISA PERBANDINGAN KEPUASAN PENUMPANG ANGKUTAN UMUM DAN ANGKUTAN UMUM BERBASIS APLIKASI ( Studi Kasus : Masyarakat Kota Cianjur )
Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kualitas pelayanan angkutan umum konvensional yang berupa angkutan kota dan angkutan umum berbasis aplikasi dengan sampel dari aplikasi...
Evaluasi Kinerja Angkutan Perkotaan K-02 Kota Bekasi
Evaluasi Kinerja Angkutan Perkotaan K-02 Kota Bekasi
Abstract. The K-02 city transport route is one of the longest route among the 78 city transport routes operating in Bekasi City. The K-02 city transport traverses densely populated...
Integrasi Sistem Angkutan Umum Perkotaan Guna Meningkatkan Peran Perkeretaapian Di Kawasan Perkotaan Mebidangro
Integrasi Sistem Angkutan Umum Perkotaan Guna Meningkatkan Peran Perkeretaapian Di Kawasan Perkotaan Mebidangro
Kawasan Mebidangro memiliki permasalahan transportasi berupa kemacetan di jam sibuk karena rendahnya pengguna angkutan umum, simpul transportasi yang sepi dari aktifitas penumpang,...
TINJAUAN GEOMETRIK JALAN DAN KINERJA JALAN DALAM PENENTUAN RUTE PERGERAKAN ANGKUTAN BARANG (STUDI KASUS: KOTA PONTIANAK)
TINJAUAN GEOMETRIK JALAN DAN KINERJA JALAN DALAM PENENTUAN RUTE PERGERAKAN ANGKUTAN BARANG (STUDI KASUS: KOTA PONTIANAK)
Angkutan barang mempunyai peran yang yang penting dalam proses logistik. Berbeda dengan pola perjalanan orang. Pola perjalanan angkutan barang sangat dipengaruhi oleh aktivitas pro...
Simulasi Rute Angkutan Barang di Wilayah Perkotaan
Simulasi Rute Angkutan Barang di Wilayah Perkotaan
ABSTRACTFreight Transportation Route Simulation in the Urban Area: Some of the urban areas' problems such as poor road conditions that reduce the Level of Service (LOS), no route a...
PENGAWASAN ANGKUTAN PENUMPANG UMUM KOTA LHOKSEUMAWE
PENGAWASAN ANGKUTAN PENUMPANG UMUM KOTA LHOKSEUMAWE
Penelitian ini berjudul “Pengawasan Angkutan Penumpang Umum Di Kota Lhokseumawe” masih kurangnya pengawasan terhadap angkutan Labi-labi yang menurunkan...
STUDI PREFERENSI PENGGUNA MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN UMUM DAN PREFERENSI ANGKUTAN PRIBADI
STUDI PREFERENSI PENGGUNA MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN UMUM DAN PREFERENSI ANGKUTAN PRIBADI
Salah satu faktor penyebab kemacetan yakni pertambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding denganpertambahan volume jalan. Pada masa sekarang ini umumnya masyarakat lebih memilih...

