Javascript must be enabled to continue!
STUDI PREFERENSI PENGGUNA MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN UMUM DAN PREFERENSI ANGKUTAN PRIBADI
View through CrossRef
Salah satu faktor penyebab kemacetan yakni pertambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding denganpertambahan volume jalan. Pada masa sekarang ini umumnya masyarakat lebih memilih untuk menggunakankendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum dengan berbagai alasan seperti kenyamanan, waktu tempuhperjalanan lebih cepat, kapasitas angkutan umum tidak dioperasikan sebagaimana mestinya dan lain sebagainya.Kajian ini merupakan studi preferensi untuk menjajaki persepsi transformasi pengguna angkutan pribadi (rodaempat dan roda dua) berbasis kualitas pelayanan angkutan umum. Rancangan pendekatan analisis terdiri darimetode statistik deskriptif untuk mendapatkan karakteristik kualitas pelayanan angkutan umum dalam halaksesibilitas, mobilitas dan tingkat pelayanan, serta pemodelan SEM Partial Least Square (PLS) untukmendapatkan pengaruh kualitas pelayanan angkutan umum terhadap transformasi moda angkutan. Hasilpenelitian berdasarkan analisa data diketahui dari semua indikator kualitas pelayanan angkutan umum yangtertinggi dalam hal kelompok jawaban setuju adalah Indikator waktu perjalanan sebesar 93.1%, disusul denganindikator tertinggi kedua yakni indikator waktu tunggu sebesar 92.5%, kemudian indikator faktor keamanansebesar 89.9%, waktu akses sebesar 89.2%, perilaku mengemudi sebesar 88.9%, faktor kenyamanan sebesar87.3%, resiko keselamatan sebesar 74.8%, okupansi angkutan umum sebesar 67.3%, ganti kendaraan sebesar60.5%, waktu berjalan kaki sebesar 59.8%, kemungkinan duduk sebesar 57.5%, tidak berdesakan sebesar52.6%, total tarif sebesar 50.7%, dan yang terendah adalah indikator dalam hal fakor gengsi sebesar46.5%.Kemudian persepsi responden terhadap Preferensi Angkutan Pribadi perjalanan komuter yang tertinggi adalahindikator kenyamanan dalam hal keempukan tempat duduk sebesar 97.1%, fasilitas tempat duduk dengankesesuaian kondisi tubuh sebesar 97.0%, sirkulasi udara sebesar 91.2%, perilaku mengemudi sebesar 90.5%,tingkat keamanan dari gangguan alam sangat aman sebesar 88.2%, jaminan keamanan dari tindakan kriminalsebesar 85.9%, kelengkapan kendaraan dalam hal alat keselamatan sebesar 84.6%, jaminan keselamatan darikecelakaan lalulintas sebesar 74.8%, kenyamanan dalam hal kesesuaian umur kendaraan sebesar 55.5%,Budaya (Image) dalam hal kedisiplinan berlalulintas sebesar 53.3% dan yang terendah adalah indikatorBudaya (Image) dalam hal fakor gengsi sebesar 38.6%.Berdasarkan hasil uji hipotesis ditemukan bahwa karakteristik Kualitas Pelayanan Angkutan Umum KPAU)signifikan berpengaruh langsung terhadap variabel endogen Preferensi Angkutan Pribadi (PAP) sebesar 2.857.
Title: STUDI PREFERENSI PENGGUNA MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN UMUM DAN PREFERENSI ANGKUTAN PRIBADI
Description:
Salah satu faktor penyebab kemacetan yakni pertambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding denganpertambahan volume jalan.
Pada masa sekarang ini umumnya masyarakat lebih memilih untuk menggunakankendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum dengan berbagai alasan seperti kenyamanan, waktu tempuhperjalanan lebih cepat, kapasitas angkutan umum tidak dioperasikan sebagaimana mestinya dan lain sebagainya.
Kajian ini merupakan studi preferensi untuk menjajaki persepsi transformasi pengguna angkutan pribadi (rodaempat dan roda dua) berbasis kualitas pelayanan angkutan umum.
Rancangan pendekatan analisis terdiri darimetode statistik deskriptif untuk mendapatkan karakteristik kualitas pelayanan angkutan umum dalam halaksesibilitas, mobilitas dan tingkat pelayanan, serta pemodelan SEM Partial Least Square (PLS) untukmendapatkan pengaruh kualitas pelayanan angkutan umum terhadap transformasi moda angkutan.
Hasilpenelitian berdasarkan analisa data diketahui dari semua indikator kualitas pelayanan angkutan umum yangtertinggi dalam hal kelompok jawaban setuju adalah Indikator waktu perjalanan sebesar 93.
1%, disusul denganindikator tertinggi kedua yakni indikator waktu tunggu sebesar 92.
5%, kemudian indikator faktor keamanansebesar 89.
9%, waktu akses sebesar 89.
2%, perilaku mengemudi sebesar 88.
9%, faktor kenyamanan sebesar87.
3%, resiko keselamatan sebesar 74.
8%, okupansi angkutan umum sebesar 67.
3%, ganti kendaraan sebesar60.
5%, waktu berjalan kaki sebesar 59.
8%, kemungkinan duduk sebesar 57.
5%, tidak berdesakan sebesar52.
6%, total tarif sebesar 50.
7%, dan yang terendah adalah indikator dalam hal fakor gengsi sebesar46.
5%.
Kemudian persepsi responden terhadap Preferensi Angkutan Pribadi perjalanan komuter yang tertinggi adalahindikator kenyamanan dalam hal keempukan tempat duduk sebesar 97.
1%, fasilitas tempat duduk dengankesesuaian kondisi tubuh sebesar 97.
0%, sirkulasi udara sebesar 91.
2%, perilaku mengemudi sebesar 90.
5%,tingkat keamanan dari gangguan alam sangat aman sebesar 88.
2%, jaminan keamanan dari tindakan kriminalsebesar 85.
9%, kelengkapan kendaraan dalam hal alat keselamatan sebesar 84.
6%, jaminan keselamatan darikecelakaan lalulintas sebesar 74.
8%, kenyamanan dalam hal kesesuaian umur kendaraan sebesar 55.
5%,Budaya (Image) dalam hal kedisiplinan berlalulintas sebesar 53.
3% dan yang terendah adalah indikatorBudaya (Image) dalam hal fakor gengsi sebesar 38.
6%.
Berdasarkan hasil uji hipotesis ditemukan bahwa karakteristik Kualitas Pelayanan Angkutan Umum KPAU)signifikan berpengaruh langsung terhadap variabel endogen Preferensi Angkutan Pribadi (PAP) sebesar 2.
857.
Related Results
STUDI PREFERENSI TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN UMUM
STUDI PREFERENSI TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN UMUM
Salah satu faktor penyebab kemacetan yakni pertambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding denganpertambahan volume jalan. Pada masa sekarang ini umumnya masyarakat lebih memilih...
STUDI PREFERENSI TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN PREFERENSI ANGKUTAN PRIBADI
STUDI PREFERENSI TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN PREFERENSI ANGKUTAN PRIBADI
ABSTRAKSalah satu faktor penyebab kemacetan yakni pertambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan pertambahan volume jalan. Pada masa sekarang ini umumnya masyarakat lebih...
STUDI PREFERENCE TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERBASIS BIAYA PERJALANAN DAN WAKTU PERJALANAN
STUDI PREFERENCE TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERBASIS BIAYA PERJALANAN DAN WAKTU PERJALANAN
Salah satu faktor penyebab kemacetan yakni pertambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan pertambahan volume jalan. Pada masa sekarang ini umumnya masyarakat lebih memili...
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
Munculnya transportasi berbasis online menimbulkan aksi demonstrasi besar diwilayah jawa timur salah satunya dikota Malang,aksi dilakukan oleh para pengemudi angkutan konvensional ...
EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KOTA PALU
EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KOTA PALU
Pelayanan angkutan umum di Kota Palu saat ini mengalami penurunan, yang ditandai dengan jumlah
penumpang yang semakin sedikit setiap tahunnya. Namun demikian, angkutan umum m...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Model Transformasi Angkutan Umum di Kota Makassar
Model Transformasi Angkutan Umum di Kota Makassar
Abstract. This research aims to determine changes in the choice of public transport in the city of Makassar and directions that can be taken to support its development. This resear...
ANALISIS TARIF ANGKUTAN UMUM BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) (TRAYEK CIANJUR-CIPANAS)
ANALISIS TARIF ANGKUTAN UMUM BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) (TRAYEK CIANJUR-CIPANAS)
Perkembangan transportasi di Indonesia saat ini sangat pesat. Hal ini dikarenakan perkembangan teknologi dan taraf hidup masyarakat yang semakin meningkat, peningkatan ini dipicu k...

