Javascript must be enabled to continue!
Pemanfaatan Limbah Pertanian sebagai Teknologi Produksi Berkelanjutan Jamur Merang (Volvariella volvacea) dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi beberapa jenis limbah pertanian seperti jerami, tandan kosong kelapa sawit (TKKS), dan ampas tebu terhadap parameter lingkungan budidaya—meliputi suhu, kelembaban, serta pembentukan tubuh buah jamur merang (Volvariella volvacea). Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non-faktorial dengan empat kombinasi perlakuan media dan tiga ulangan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kombinasi bahan organik memberikan pengaruh nyata terhadap kestabilan suhu, kelembaban, dan pH media. Kombinasi jerami, ampas tebu, dan TKKS (Kelompok E) menunjukkan kestabilan suhu terbaik di 28,9°C sepanjang periode dengan pH netral (6,1-6,4). Kelembaban media seluruh perlakuan stabil pada kisaran 77,7–78,4%. Jumlah tubuh buah tertinggi diperoleh pada kombinasi Kelompok E dengan rata-rata 2–5 tubuh buah per satuan ulangan. Uji proksimat menunjukkan bahwa jamur merang yang dihasilkan memiliki kadar air tinggi (91,4–91,7%), protein 3,4–4,9%, lemak 0,6–1,4%, dan abu 1,7%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi limbah pertanian dapat menciptakan kondisi mikroklimat optimal bagi pertumbuhan jamur merang dan menghasilkan produk pangan bernilai gizi tinggi. Dengan demikian, pemanfaatan limbah pertanian sebagai media tanam jamur merang berpotensi mendukung penerapan pertanian sirkular dan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
Title: Pemanfaatan Limbah Pertanian sebagai Teknologi Produksi Berkelanjutan Jamur Merang (Volvariella volvacea) dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi beberapa jenis limbah pertanian seperti jerami, tandan kosong kelapa sawit (TKKS), dan ampas tebu terhadap parameter lingkungan budidaya—meliputi suhu, kelembaban, serta pembentukan tubuh buah jamur merang (Volvariella volvacea).
Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non-faktorial dengan empat kombinasi perlakuan media dan tiga ulangan.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kombinasi bahan organik memberikan pengaruh nyata terhadap kestabilan suhu, kelembaban, dan pH media.
Kombinasi jerami, ampas tebu, dan TKKS (Kelompok E) menunjukkan kestabilan suhu terbaik di 28,9°C sepanjang periode dengan pH netral (6,1-6,4).
Kelembaban media seluruh perlakuan stabil pada kisaran 77,7–78,4%.
Jumlah tubuh buah tertinggi diperoleh pada kombinasi Kelompok E dengan rata-rata 2–5 tubuh buah per satuan ulangan.
Uji proksimat menunjukkan bahwa jamur merang yang dihasilkan memiliki kadar air tinggi (91,4–91,7%), protein 3,4–4,9%, lemak 0,6–1,4%, dan abu 1,7%.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi limbah pertanian dapat menciptakan kondisi mikroklimat optimal bagi pertumbuhan jamur merang dan menghasilkan produk pangan bernilai gizi tinggi.
Dengan demikian, pemanfaatan limbah pertanian sebagai media tanam jamur merang berpotensi mendukung penerapan pertanian sirkular dan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
Related Results
Biodiversitas Jamur Basidiomycetes Untuk Biobanking Di Kecamatan BanamaTingang Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah
Biodiversitas Jamur Basidiomycetes Untuk Biobanking Di Kecamatan BanamaTingang Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah
ABSTRAK Pengetahuan masyarakat lokal akan pemanfaatan jamur baik sebagai jamur obat maupun jamur pangan masih belum memadai serta informasi yang berkaitan dengan pemanfaatan jamur ...
Pengaruh Penambahan Molase Terhadap Hasil Panen Jamur Merang (Volvariella volvacea)
Pengaruh Penambahan Molase Terhadap Hasil Panen Jamur Merang (Volvariella volvacea)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan molase dengan berbagai konsentrasi terhadap hasil panen jamur merang (Volvariella Volvacea). Metode yang digunakan pad...
Pengenalan Aplikasi Analisis Data untuk Pengelompokkan Pemasaran Jamur Tiram
Pengenalan Aplikasi Analisis Data untuk Pengelompokkan Pemasaran Jamur Tiram
Jamur tiram merupakan jenis jamur yang dapat dikonsumsi baik jamur segar maupun jamur yang sudah diolah menjadi berbagai makanan. Budidaya jamur tiram menjadi salah satu usaha yang...
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI DAN EFISIENSI PEMASARAN JAMUR MERANG (Volvariella volvacea) DI KABUPATEN KARAWANG
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI DAN EFISIENSI PEMASARAN JAMUR MERANG (Volvariella volvacea) DI KABUPATEN KARAWANG
Jamur merang merupakan salah satu komoditas unggulan yang ada di Kabupaten Karawang. Pertumbuhan konsumsi jamur selalu meningkat setiap tahunnya. Permintaan per hari mencapai 4-10 ...
Literasi Teknologi untuk Budidaya Jamur
Literasi Teknologi untuk Budidaya Jamur
Kabupaten Karawang memiliki lahan pertanian yang dapat mendukung budidaya jamur. Pendapatan budidaya jamur yang menjanjikan maka perlu adanya sosialiasi pemanfaatan teknologi. Peng...
Biodiversitas dan Identifikasi Jamur Basidiomycetes di Taman Nasional Sebangau, Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah
Biodiversitas dan Identifikasi Jamur Basidiomycetes di Taman Nasional Sebangau, Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah
Masyarakat yang tinggal di sekitar hutan, pada umumnya sangat bergantung pada hasil hutan, baik itu hasil hutan berupa kayu maupun hasil hutan yang bukan berupa kayu. Kebutuhan mas...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Abstrak . Pesannya pengguna media sosial saat ini berpotensi untuk dimanfaatkan oleh semua profesi termasuk penyuluh sebagai sumber belajar dan media informasi pertanian. Melalui p...

