Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Rekonstruksi Identitas Antihero Perempuan dalam Serial Wednesday (2022)

View through CrossRef
Abstract. This study examines the reconstruction of female antihero identity in Tim Burton’s Wednesday (2022), focusing on Episodes 1 and 6. Wednesday Addams is portrayed as an independent, and morally ambiguous female character who challenges normative representations of female heroism in popular culture. This research aims to analyze how Wednesday’s antihero identity is constructed through semiotic signs. This study employs a qualitative method using a media text analysis approach. Visual analysis is conducted using Roland Barthes’ semiotic theory, focusing on denotation, connotation, and myth to interpret visual signs such as costume, facial expression, and gesture. The findings indicate that Wednesday’s antihero identity is constructed through visual representations that emphasize emotional distance, resistance to social norms, and rejection of traditional femininity. At the myth level, Wednesday is represented as a strong female figure who acts based on personal moral judgment rather than emotional attachment. This study concludes that Wednesday (2022) reflects a shift in the representation of women in contemporary popular culture, from idealized heroines to autonomous and morally ambiguous female antiheroes. Abstrak. Penelitian ini mengkaji rekonstruksi identitas antihero perempuan dalam serial Wednesday (2022) karya Tim Burton, dengan fokus pada episode 1 dan episode 6. Tokoh Wednesday Addams direpresentasikan sebagai figur perempuan yang independen dan memiliki ambiguitas moral, sehingga menantang konstruksi kepahlawanan perempuan yang normatif dalam budaya populer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana identitas antihero Wednesday Addams dibentuk melalui tanda-tanda semiotik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis teks media. Analisis visual dilakukan dengan teori semiotika Roland Barthes melalui tiga lapisan makna; denotasi, konotasi, dan mitos, untuk mengungkap makna ideologis di balik tanda-tanda visual seperti kostum, ekspresi wajah, dan gesture. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas antihero Wednesday dibangun melalui representasi visual yang menekankan jarak emosional, penolakan akan norma sosial, serta penolakan terhadap feminitas tradisional. Pada tingkat mitos, Wednesday dimaknai sebagai figur perempuan kuat yang tidak bergantung pada afeksi emosional dan bekerja berdasarkan kebenaran personal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa serial Wednesday (2022) merepresentasikan pergeseran konstruksi identitas perempuan dalam budaya populer, dari figur heroik normatif menuju antihero perempuan yang otonom, kritis, dan ambigu secara moral.
Title: Rekonstruksi Identitas Antihero Perempuan dalam Serial Wednesday (2022)
Description:
Abstract.
This study examines the reconstruction of female antihero identity in Tim Burton’s Wednesday (2022), focusing on Episodes 1 and 6.
Wednesday Addams is portrayed as an independent, and morally ambiguous female character who challenges normative representations of female heroism in popular culture.
This research aims to analyze how Wednesday’s antihero identity is constructed through semiotic signs.
This study employs a qualitative method using a media text analysis approach.
Visual analysis is conducted using Roland Barthes’ semiotic theory, focusing on denotation, connotation, and myth to interpret visual signs such as costume, facial expression, and gesture.
The findings indicate that Wednesday’s antihero identity is constructed through visual representations that emphasize emotional distance, resistance to social norms, and rejection of traditional femininity.
At the myth level, Wednesday is represented as a strong female figure who acts based on personal moral judgment rather than emotional attachment.
This study concludes that Wednesday (2022) reflects a shift in the representation of women in contemporary popular culture, from idealized heroines to autonomous and morally ambiguous female antiheroes.
Abstrak.
Penelitian ini mengkaji rekonstruksi identitas antihero perempuan dalam serial Wednesday (2022) karya Tim Burton, dengan fokus pada episode 1 dan episode 6.
Tokoh Wednesday Addams direpresentasikan sebagai figur perempuan yang independen dan memiliki ambiguitas moral, sehingga menantang konstruksi kepahlawanan perempuan yang normatif dalam budaya populer.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana identitas antihero Wednesday Addams dibentuk melalui tanda-tanda semiotik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis teks media.
Analisis visual dilakukan dengan teori semiotika Roland Barthes melalui tiga lapisan makna; denotasi, konotasi, dan mitos, untuk mengungkap makna ideologis di balik tanda-tanda visual seperti kostum, ekspresi wajah, dan gesture.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas antihero Wednesday dibangun melalui representasi visual yang menekankan jarak emosional, penolakan akan norma sosial, serta penolakan terhadap feminitas tradisional.
Pada tingkat mitos, Wednesday dimaknai sebagai figur perempuan kuat yang tidak bergantung pada afeksi emosional dan bekerja berdasarkan kebenaran personal.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa serial Wednesday (2022) merepresentasikan pergeseran konstruksi identitas perempuan dalam budaya populer, dari figur heroik normatif menuju antihero perempuan yang otonom, kritis, dan ambigu secara moral.

Related Results

KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM PARTAI POLITIK PERSPEKTIF SIYASAH SYAR’IYYAH
KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM PARTAI POLITIK PERSPEKTIF SIYASAH SYAR’IYYAH
Peran perempuan Indonesia saat ini dapat digambarkan sebagai manusia yang hidup dalam situasi dramatis. Disatu sisi perempuan Indonesia dituntut untuk berperan dalam semua sektor, ...
Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto
Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto
Artikel ini membahas politik identitas sebagai tindakan politis yang bertujuan untuk memajukan kepentingan kelompok berdasarkan kesamaan identitas atau karakteristik mereka. Politi...
Serial Verbs
Serial Verbs
Serial verb constructions, or serial verbs, are sequences of verbs without any overt marker of coordination, subordination, or syntactic dependency of any sort. Serial verbs are mo...
MITOS TOKOH PEREMPUAN LAKON ABDULMULUK JAUHARI TEATER DULMULUK TUNAS HARAPAN
MITOS TOKOH PEREMPUAN LAKON ABDULMULUK JAUHARI TEATER DULMULUK TUNAS HARAPAN
<p>Penelitian berjudul “Mitos Tokoh Perempuan Lakon Abdulmuluk Jauhari Teater Dulmuluk Tunas Harapan” ini menganalisis tentang tokoh perempuan yang dimainkan oleh aktor laki-...
Citra Perempuan dalam Novel Perempuan-Perempuan Langit Karya Dean Joe Kalalo
Citra Perempuan dalam Novel Perempuan-Perempuan Langit Karya Dean Joe Kalalo
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur citra perempuan dalam novel Perempuan-Perempuan Langit karya Dean Joe Kalalo. Kritik sastra feminis perspektif Ruthven menjadi ...
Identitas Dakwah Perempuan dengan Techno-Religion
Identitas Dakwah Perempuan dengan Techno-Religion
Persoalan yang menjadi fokus dalam tulisan ini adalah, fenomena pembentukan identitas yang  dibangun melalui dakwah yang disampaikan perempuan di media sosial, seperti Komunitas Ng...
CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL LA BARKA KARYA NH. DINI DAN KIM JI-YEONG LAHIR TAHUN 1982 KARYA CHO NAM JOO (KAJIAN SASTRA BANDINGAN)
CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL LA BARKA KARYA NH. DINI DAN KIM JI-YEONG LAHIR TAHUN 1982 KARYA CHO NAM JOO (KAJIAN SASTRA BANDINGAN)
Problematika mengenai stereotip perempuan tidak sedikit dimanfaatkan oleh pengarang dalam membangun struktur cerita. Citra perempuan dalam kajian sastra bandingan dalam novel La Ba...

Back to Top