Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

FUNGSI DAN MAKNA TINGGALAN ARKEOLOGI DI SUBAK BUBUNAN SUKAWATI GIANYAR, BALI

View through CrossRef
This research was conducted based on the findings of archaeological remains in Subak Bubunan Sukawati rice field by the community in 2014 when cutting down the banyan tree. After doing data collection and description, it is followed by a more in-depth discussion, which aims to know the functions and meanings for the community. The data collection in this research is done using observation method, interview, and literature study through qualitative approach which then analyzed using functional theory and semiotics theory. The results show the function of the past and present archaeological remains in Subak Bubunan Sukawati based on the mythology, origin, and community activities are not completely the same, and some have changed the function. Meaning of Archaeological Remains in Subak Bubunan Sukawati is known based on the signs they have such as decoration (attributes), mythology, and community activities in utilizing the archaeological remains. Some of the meanings that are successfully examined are the meaning of fertility, the meaning of power, and the meaning of religion. Penelitian ini dilakukan berdasarkan atas temuan tinggalan arkeologi di kawasan sawah Subak Bubunan Sukawati oleh masyarakat pada tahun 2014 ketika menebang pohon beringin. Tinggalan arkeologi yang telah dilakukan pendataan maupun pendeskripsian ini dilanjutkan dengan pembahasan lebih mendalam, yang bertujuan untuk mengetahui fungsi dan maknaannya bagi masyarakat. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi, wawancara, serta studi kepustakaan melalui pendekatan kualitatif yang selanjutnya dianalisis menggunakan teori fungsional dan teori semiotika. Hasil penelitian menunjukkan fungsi masa lampau dan sekarang tinggalan arkeologi di Subak Bubunan Sukawati berdasarkan atas mitologi, asal usul, dan aktivitas masyarakat tidak seutuhnya sama, bahkan ada yang mengalami perubahan fungsi. Makna Tinggalan arkeologi di Subak Bubunan Sukawati diketahui berdasarkan tanda-tanda yang dimilikinya seperti hiasan (atribut), mitologi, dan aktivitas masyarakat dalam memanfaatkan tinggalan arkeologi tersebut. Beberapa makna yang berhasil ditelisik adalah makna kesuburan, makna kekuasaan, dan makna religi.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud
Title: FUNGSI DAN MAKNA TINGGALAN ARKEOLOGI DI SUBAK BUBUNAN SUKAWATI GIANYAR, BALI
Description:
This research was conducted based on the findings of archaeological remains in Subak Bubunan Sukawati rice field by the community in 2014 when cutting down the banyan tree.
After doing data collection and description, it is followed by a more in-depth discussion, which aims to know the functions and meanings for the community.
The data collection in this research is done using observation method, interview, and literature study through qualitative approach which then analyzed using functional theory and semiotics theory.
The results show the function of the past and present archaeological remains in Subak Bubunan Sukawati based on the mythology, origin, and community activities are not completely the same, and some have changed the function.
Meaning of Archaeological Remains in Subak Bubunan Sukawati is known based on the signs they have such as decoration (attributes), mythology, and community activities in utilizing the archaeological remains.
Some of the meanings that are successfully examined are the meaning of fertility, the meaning of power, and the meaning of religion.
 Penelitian ini dilakukan berdasarkan atas temuan tinggalan arkeologi di kawasan sawah Subak Bubunan Sukawati oleh masyarakat pada tahun 2014 ketika menebang pohon beringin.
Tinggalan arkeologi yang telah dilakukan pendataan maupun pendeskripsian ini dilanjutkan dengan pembahasan lebih mendalam, yang bertujuan untuk mengetahui fungsi dan maknaannya bagi masyarakat.
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi, wawancara, serta studi kepustakaan melalui pendekatan kualitatif yang selanjutnya dianalisis menggunakan teori fungsional dan teori semiotika.
Hasil penelitian menunjukkan fungsi masa lampau dan sekarang tinggalan arkeologi di Subak Bubunan Sukawati berdasarkan atas mitologi, asal usul, dan aktivitas masyarakat tidak seutuhnya sama, bahkan ada yang mengalami perubahan fungsi.
Makna Tinggalan arkeologi di Subak Bubunan Sukawati diketahui berdasarkan tanda-tanda yang dimilikinya seperti hiasan (atribut), mitologi, dan aktivitas masyarakat dalam memanfaatkan tinggalan arkeologi tersebut.
Beberapa makna yang berhasil ditelisik adalah makna kesuburan, makna kekuasaan, dan makna religi.

Related Results

Subak sebagai Benteng Konservasi Peradaban Bali
Subak sebagai Benteng Konservasi Peradaban Bali
The degradation of nature has potential to weaken the harmony between humans and their environment in a number of subak. Subak culture is only effective at the level of the superst...
TRADISI NGEDEBLAG DI DESA PAKRAMAN KEMENUH KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR (Kajian Teologi Hindu)
TRADISI NGEDEBLAG DI DESA PAKRAMAN KEMENUH KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR (Kajian Teologi Hindu)
<p>Umat Hindu selalu memegang teguh ajaran <em>Tri Hita Karana </em>yaitu tiga sumber</p><p>yang mendatangkan kebahagiaan, yakni hubungan manusia deng...
IDENTIFIKASI TINGGALAN ARKEOLOGI PADA CERUK LOKO LEMO DI DESA POREHU
IDENTIFIKASI TINGGALAN ARKEOLOGI PADA CERUK LOKO LEMO DI DESA POREHU
Pada masa Holosen, manusia sudah mulai mengenal tempat tinggal dengan memanfaatkan gua atau ceruk sebagai tempat berlindung dari serangan musuh, binatang buas atau bencana alam. Se...
STUDI EVALUASI PELAKSANAAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM IMPLEMENTASI KTSP DI SMP NEGERI KABUPATEN GIANYAR
STUDI EVALUASI PELAKSANAAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM IMPLEMENTASI KTSP DI SMP NEGERI KABUPATEN GIANYAR
This research aims to obtain: (1) the description or description about the effectiveness of the implementation of the educational Character of the context of Gianyar in junior high...
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...
Efisiensi Produksi Usahatani Padi Sawah Kelompok Subak dan Non Subak di Kabupaten Kolaka
Efisiensi Produksi Usahatani Padi Sawah Kelompok Subak dan Non Subak di Kabupaten Kolaka
Pemanfaatan kearifan lokal dalam pengelolaan usahatani merupakan salah satu solusi dalam upaya untuk meningkatkan efisiensi usahatani. Salah satu bentuk kearifan lokal dalam pengel...
Analysis of The Potential of Subak as A Sustainable Tourism Attraction Based on Agro-Tourism in The Village of Jatiluwih
Analysis of The Potential of Subak as A Sustainable Tourism Attraction Based on Agro-Tourism in The Village of Jatiluwih
Subak is an inseparable part of tourism in Bali. It is an organization that consists of paddy field owners and farmers that live around the subak area where they receive water from...
Arca Ganeśa dalam Sikap Swastikàsana
Arca Ganeśa dalam Sikap Swastikàsana
AbstractGanesha, often depicted as elephant-headed, is a deity worshipped by Ganapatya sect. This Ganapatya sect is known to have left statues as the cultural heritage. Such a heri...

Back to Top