Javascript must be enabled to continue!
“BERUBAHNYA SIKAP GOTONG ROYONG MENJADI SIKAP INDIVIDUALISME DALAM TEORI SOEKARNO, ARISTOTELES, DAN MUHAMMAD HATTA”
View through CrossRef
AbstrakGotong royong berasal dari kata gotong yang artinya “bekerja” dan royong yang artinya “bersama”, dan jika digabugkan gotong royong adalah bekerja bersama-sama untuk mencapai hasil yang diinginkan, dicita-citakan, dan didambakan. Gotong royong adalah jati diri bangsa Indonesia yang sudah tertanam sejak dahulu kala. Semangat gotong royong sangat diperlukan bagi keberlangsungan dan kemajuan bangsa Indonesia. Karena dengan gotong royong kita dapat bersatu dan sulit untuk dipisahkan atau dijajah bangsa lain lagi. Dengan gotong royong kita akan semakin dekat, semakin bersatu dan semakin sulit untuk dipisahkan. Itulah yang sangat diperlukan bagi bangsa Indonesia. Sikap gotong royong hendaknya harus dimiliki oleh setiap orang dan harus dijunjung tinggi, karena dengan adanya gotong royong akan terwujud sila ke-3 dalam Pancasila yaitu Persatuan Indonesia. Tetapi dewasa ini bangsa Indonesia tengah lupa akan jati diri bangsa Indonesia sendiri yaitu gotong royong. Sikap gotong royong yang sudah mengakar lama pada diri bangsa Indonesia kini berubah menjadi sikap Individualisme. Individualisme adalah sikap menyendiri, sikap yang mementingkan diri sendiri dan tidak mau ikut campur dengan kegiatan, urusan yang bersangkutan dengan banyak orang. Sikap individualisme inilah yang menghambat sikap gotong royong yang ada di masyarakat.
Title: “BERUBAHNYA SIKAP GOTONG ROYONG MENJADI SIKAP INDIVIDUALISME DALAM TEORI SOEKARNO, ARISTOTELES, DAN MUHAMMAD HATTA”
Description:
AbstrakGotong royong berasal dari kata gotong yang artinya “bekerja” dan royong yang artinya “bersama”, dan jika digabugkan gotong royong adalah bekerja bersama-sama untuk mencapai hasil yang diinginkan, dicita-citakan, dan didambakan.
Gotong royong adalah jati diri bangsa Indonesia yang sudah tertanam sejak dahulu kala.
Semangat gotong royong sangat diperlukan bagi keberlangsungan dan kemajuan bangsa Indonesia.
Karena dengan gotong royong kita dapat bersatu dan sulit untuk dipisahkan atau dijajah bangsa lain lagi.
Dengan gotong royong kita akan semakin dekat, semakin bersatu dan semakin sulit untuk dipisahkan.
Itulah yang sangat diperlukan bagi bangsa Indonesia.
Sikap gotong royong hendaknya harus dimiliki oleh setiap orang dan harus dijunjung tinggi, karena dengan adanya gotong royong akan terwujud sila ke-3 dalam Pancasila yaitu Persatuan Indonesia.
Tetapi dewasa ini bangsa Indonesia tengah lupa akan jati diri bangsa Indonesia sendiri yaitu gotong royong.
Sikap gotong royong yang sudah mengakar lama pada diri bangsa Indonesia kini berubah menjadi sikap Individualisme.
Individualisme adalah sikap menyendiri, sikap yang mementingkan diri sendiri dan tidak mau ikut campur dengan kegiatan, urusan yang bersangkutan dengan banyak orang.
Sikap individualisme inilah yang menghambat sikap gotong royong yang ada di masyarakat.
Related Results
PEMBUNUHAN KARAKTER DI BALIK SEJARAH: SOEKARNO DAN KOMUNIS
PEMBUNUHAN KARAKTER DI BALIK SEJARAH: SOEKARNO DAN KOMUNIS
Abstrak: Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pembunuhan karakter atau perusakan nama baik Soekarno atas tuduhan keterlibatan dalam paham komunis. Adapun metode digunak...
Penerapan Karakter Gotong Royong di SDN Gili Barat dalam Implementasi nilai sila ke 4 Pancasila
Penerapan Karakter Gotong Royong di SDN Gili Barat dalam Implementasi nilai sila ke 4 Pancasila
Saat ini banyak anak-anak di SD yang karakter gotong royong dan tanggung jawabnya itu masih rendah hal tersebut dikarenakan oleh kemajuan teknologi salah satunya gadget. Penelitian...
Aktualisasi Sila Persatuan Indonesia dalam Semangat Gotong Royong Bangsa
Aktualisasi Sila Persatuan Indonesia dalam Semangat Gotong Royong Bangsa
This research aims to examine and analyze the actualization of the third principle of Pancasila, namely "Unity in Indonesia," in the context of the spirit of gotong royong, which i...
Pudarnya sikap gotong royong di masa modern ditinjau dari Ir.Soekarno
Pudarnya sikap gotong royong di masa modern ditinjau dari Ir.Soekarno
Pengamatan yang saya buat ini bertujuan untuk meningkatkan kembali mengenai makna gotong royong yang ada di Indonesia. Alasan yang melatar belakangi pengamatan ini dikarenakan sema...
Pemodelan Antrian Kendaraan Bermotor Menggunakan Model Antrian M/M/1 di Simpang Samsat Soekarno-Hatta Kota Bandung Jawa Barat
Pemodelan Antrian Kendaraan Bermotor Menggunakan Model Antrian M/M/1 di Simpang Samsat Soekarno-Hatta Kota Bandung Jawa Barat
Abstract. Conditions regarding urban traffic, especially big cities, for example in the Soekarno Hatta area, Bandung City, until now transportation in the area has experienced rapi...
PESTA DEMOKRASI PEMILIHAN PRESIDEN 2019
PESTA DEMOKRASI PEMILIHAN PRESIDEN 2019
Indonesia merupakan negara Kesatuan yang memiliki dasar negara yaitu Pancasila, semua perbuatan ada hukumnya sendiri dan diatur oleh perundang-undangan dan disebut sebagai negara d...
Analisis Semiotika Unsur Komunikasi Sosok Figur Soekarno Pada Film “Soekarno: Indonesia Merdeka”
Analisis Semiotika Unsur Komunikasi Sosok Figur Soekarno Pada Film “Soekarno: Indonesia Merdeka”
The process of modernization is always moving dynamically and very quickly which affects human patterns, actions and behaviors that have an impact on the changing social structure ...
Pemikiran Pendidikan Mohammad Hatta dalam Perspektif Pendidikan Islam
Pemikiran Pendidikan Mohammad Hatta dalam Perspektif Pendidikan Islam
Abstract: This article aims to analyze Mohammad Hatta's conception of educational thought from the perspective of Islamic education. Islam became an integral character of Mohammad ...

