Javascript must be enabled to continue!
Duktus Arteriosus pada Bayi Prematur
View through CrossRef
Abstract—Ductus arteriosus (DA) is a connecting vessel between proximal descending aorta and pulmonary artery. This important structure normally close after birth. The opened ductus causes increasing of pulmonary blood flow and decreasing of certain organ blood flow (intestine, skin, muscle, and renal) causing complications such as heart failure, metabolic acidosis, necrotizing enterocolitis, and pulmonary edema/bleeding. Prevalence of DA is 0,2/1000 live birth. In under 1500 g babies the proportion of DA is 25%. Surgery and medicine are the treatment modalities of DA closure. Modalities of medicine are indometacine, ibuprofen, and paracetamol. These three modalities work by inhibiting cyclooxygenase enzime causing blockade of prostaglandin synthesis. Drug adverse event can be minimized by carefull in making treatment choice.
Keywords: ductus arteriosus, complication, treatment
Abstrak—Duktus arteriosus (DA) merupakan pembuluh darah yang menghubungkan aorta desendens proksimal dan arteri pulmonalis. Struktur yang penting pada janin tersebut secara normal menutup setelah lahir. Duktus yang masih terbuka tersebut mengakibatkan peningkatan aliran darah paru dan penurunan aliran darah ke organ usus, kulit, otot, dan ginjal sehingga menyebabkan komplikasi seperti gagal jantung, asidosis metabolik, necrotizing enterocolitis (NEC), serta edema paru/perdarahan. Prevalensi DA yang masih terbuka adalah 0,2 per 1000 kelahiran hidup. Proporsi bayi yang bergejala dengan DA yang masih terbuka kurang lebih 25% bayi dengan berat badan lahir di bawah 1500g. Pilihan terapi penutupan DA adalah cara bedah dan medis. Cara medis memiliki beberapa pilihan yaitu indometasin, ibuprofen, dan parasetamol. Ketiga modalitas terapi tersebut bekerja melalui penghambatan enzim siklooksigenase sehingga sintesis prostaglandin terhambat. Beberapa hal perlu diperhatikan dalam membuat pilihan terapi sehingga komplikasi yang berhubungan dengan efek samping obat dapat dihindari..
Kata kunci: ductus arteriosus, komplikasi, terapi
Title: Duktus Arteriosus pada Bayi Prematur
Description:
Abstract—Ductus arteriosus (DA) is a connecting vessel between proximal descending aorta and pulmonary artery.
This important structure normally close after birth.
The opened ductus causes increasing of pulmonary blood flow and decreasing of certain organ blood flow (intestine, skin, muscle, and renal) causing complications such as heart failure, metabolic acidosis, necrotizing enterocolitis, and pulmonary edema/bleeding.
Prevalence of DA is 0,2/1000 live birth.
In under 1500 g babies the proportion of DA is 25%.
Surgery and medicine are the treatment modalities of DA closure.
Modalities of medicine are indometacine, ibuprofen, and paracetamol.
These three modalities work by inhibiting cyclooxygenase enzime causing blockade of prostaglandin synthesis.
Drug adverse event can be minimized by carefull in making treatment choice.
Keywords: ductus arteriosus, complication, treatment
Abstrak—Duktus arteriosus (DA) merupakan pembuluh darah yang menghubungkan aorta desendens proksimal dan arteri pulmonalis.
Struktur yang penting pada janin tersebut secara normal menutup setelah lahir.
Duktus yang masih terbuka tersebut mengakibatkan peningkatan aliran darah paru dan penurunan aliran darah ke organ usus, kulit, otot, dan ginjal sehingga menyebabkan komplikasi seperti gagal jantung, asidosis metabolik, necrotizing enterocolitis (NEC), serta edema paru/perdarahan.
Prevalensi DA yang masih terbuka adalah 0,2 per 1000 kelahiran hidup.
Proporsi bayi yang bergejala dengan DA yang masih terbuka kurang lebih 25% bayi dengan berat badan lahir di bawah 1500g.
Pilihan terapi penutupan DA adalah cara bedah dan medis.
Cara medis memiliki beberapa pilihan yaitu indometasin, ibuprofen, dan parasetamol.
Ketiga modalitas terapi tersebut bekerja melalui penghambatan enzim siklooksigenase sehingga sintesis prostaglandin terhambat.
Beberapa hal perlu diperhatikan dalam membuat pilihan terapi sehingga komplikasi yang berhubungan dengan efek samping obat dapat dihindari.
Kata kunci: ductus arteriosus, komplikasi, terapi.
Related Results
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
Tujuan dari pembangunan kesehatan salah satunya adalah menurunkan angka kematian bayi. Angka Kematian Bayi menurut Sustainanble Depelovment Goals (SDGs) tahun 2015 berjumlah 40 per...
EFEKTIFITAS STIMULASI TAKTIL KINESTETIK TERHADAP KESTABILAN TANDA VITAL BAYI PREMATUR
EFEKTIFITAS STIMULASI TAKTIL KINESTETIK TERHADAP KESTABILAN TANDA VITAL BAYI PREMATUR
Latar Belakang: Bayi prematur adalah bayi yang lahir pada gestasi kurang dari 37 minggu dihitung dari periode menstruasi terakhir. Pada bayi prematur dengan usia gestasi yang belum...
Pengaturan siklus pencahayaan dan nesting terhadap berat badan bayi prematur
Pengaturan siklus pencahayaan dan nesting terhadap berat badan bayi prematur
Bayi prematur sebagian besar lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Perawatan bayi prematur membutuhkan perhatian yang intensif. Perawatan ini bertujuan untuk meningkatkan b...
Gambaran Ibu yang Memijatkan Bayi ke Dukun Bayi di Desa Jambu Kabupaten Semarang
Gambaran Ibu yang Memijatkan Bayi ke Dukun Bayi di Desa Jambu Kabupaten Semarang
Baby massage is a direct contact therapy with the body that can provide a sense of security and comfort for babies. The villagers chose to use a shaman as an alternative to baby ma...
PADA ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
PADA ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
Asfiksia neonatorum termasuk dalam bayi baru lahir dengan risiko tinggii karena memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kematian bayi atau menjadi sakit berat dalam masa neonat...
PENERAPAN TERAPI MUSIK LULLABY RESPIRATION RATE PADA BAYI PREMATUR DI RUANG PERINATOLOGI RSUD Dr. SOEHADI PRIJONEGORO SRAGEN
PENERAPAN TERAPI MUSIK LULLABY RESPIRATION RATE PADA BAYI PREMATUR DI RUANG PERINATOLOGI RSUD Dr. SOEHADI PRIJONEGORO SRAGEN
Kelahiran bayi prematur masih menjadi masalah kesehatan bayi di Indonesia maupun dibeberapa negara karena kelahiran bayi prematur menyumbang 60% penyebab kematian neonatus. Masalah...
Family Centered Care (FCC) Pada Kelahiran Prematur di Ruang Perawatan Bayi RSUD Kota Bandung
Family Centered Care (FCC) Pada Kelahiran Prematur di Ruang Perawatan Bayi RSUD Kota Bandung
Diperkirakan 15 juta bayi di dunia dilahirkan secara preterm, dan angka ini terus meningkat setiap tahunnya. Persalinan preterm diperkirakan menjadi faktor risiko pada setidaknya 5...
The Effect of Murottal Therapy on Physiological Adaptations to the Weight of LBW Babies within 10 Days of Birth
The Effect of Murottal Therapy on Physiological Adaptations to the Weight of LBW Babies within 10 Days of Birth
ABSTRACT Infant morbidity and mortality rates are influenced by various factors, including the circumstances at birth, in this case babies born with low birth weight or LBW. One of...

