Javascript must be enabled to continue!
PADA ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
View through CrossRef
Asfiksia neonatorum termasuk dalam bayi baru lahir dengan risiko tinggii karena memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kematian bayi atau menjadi sakit berat dalam masa neonatal. Menurut (WHO), bahwa 28 milyar bayi meninggal setelah 28 hari pertama karena masa itu merupakan masa adaptasi yang dialami oleh bayi untuk menentukan apakah dapat bertahan hidup atau tidak. Jika asfiksia bayi akan dapat terjadi mengalami berbagai komplikasi. Metode yang digunakan dalam penyusunan laporan ini adalah laporan kasus. Metode pendokumentasian yang digunakan ialah dalam bentuk SOAP. Teknik yang digunakan adalah wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, studi dokumentasian dan literatur. Diperoleh data subjektif pada bayi Ny. N lahir pada hari Kamis 28 Maret 2024, pukul 09.55 WIB, Jenis kelamin laki-laki, dengan ketuban mekonium. bayi tidak langsung menangis, tonus otot lemah, warna kulit kemerahan dan ekstremitas kebiruan. Analisis yang ditegakkan dari data di atas adalah bayi Ny. N dengan Asfiksia. Penatalaksanaan yang dilakukan pada kasus ini adalah menjaga kehangatan bayi, mengatur posisi bayi yaitu sedikit ekstensi, mengisap lendir dengan menggunakan sunction, mengeringkan tubuh bayi, melakukan rangsangan taktil, dan melakukan penilaian nafas dan reposisi dan dilanjutkan dengan asuhan bayi baru lahir pasca resusitasi dan membawa bayi ke ruang perinatologi untuk dilakukan pemantauan TTV dan keadaan umum bayi. Kesimpulan hasil asuhan adalah setelah dilakukan asuhan pada bayi Ny. N, tidak ada komplikasi ataupun tanda bahaya pada bayi Ny. N dan tertangani sesuai SOP. Saran yang diberikan kepada Ny. N dan keluarga menjaga kehangatan bayi, memberikan ASI ekslusif, perawatan bayi baru lahir dan mengetahui tanda bahaya bayi baru lahir.
Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung
Title: PADA ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
Description:
Asfiksia neonatorum termasuk dalam bayi baru lahir dengan risiko tinggii karena memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kematian bayi atau menjadi sakit berat dalam masa neonatal.
Menurut (WHO), bahwa 28 milyar bayi meninggal setelah 28 hari pertama karena masa itu merupakan masa adaptasi yang dialami oleh bayi untuk menentukan apakah dapat bertahan hidup atau tidak.
Jika asfiksia bayi akan dapat terjadi mengalami berbagai komplikasi.
Metode yang digunakan dalam penyusunan laporan ini adalah laporan kasus.
Metode pendokumentasian yang digunakan ialah dalam bentuk SOAP.
Teknik yang digunakan adalah wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, studi dokumentasian dan literatur.
Diperoleh data subjektif pada bayi Ny.
N lahir pada hari Kamis 28 Maret 2024, pukul 09.
55 WIB, Jenis kelamin laki-laki, dengan ketuban mekonium.
bayi tidak langsung menangis, tonus otot lemah, warna kulit kemerahan dan ekstremitas kebiruan.
Analisis yang ditegakkan dari data di atas adalah bayi Ny.
N dengan Asfiksia.
Penatalaksanaan yang dilakukan pada kasus ini adalah menjaga kehangatan bayi, mengatur posisi bayi yaitu sedikit ekstensi, mengisap lendir dengan menggunakan sunction, mengeringkan tubuh bayi, melakukan rangsangan taktil, dan melakukan penilaian nafas dan reposisi dan dilanjutkan dengan asuhan bayi baru lahir pasca resusitasi dan membawa bayi ke ruang perinatologi untuk dilakukan pemantauan TTV dan keadaan umum bayi.
Kesimpulan hasil asuhan adalah setelah dilakukan asuhan pada bayi Ny.
N, tidak ada komplikasi ataupun tanda bahaya pada bayi Ny.
N dan tertangani sesuai SOP.
Saran yang diberikan kepada Ny.
N dan keluarga menjaga kehangatan bayi, memberikan ASI ekslusif, perawatan bayi baru lahir dan mengetahui tanda bahaya bayi baru lahir.
Related Results
HUBUNGAN KEHAMILAN POST DATE DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
HUBUNGAN KEHAMILAN POST DATE DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
Abstrak
Asfiksia neonatorum merupakan keadaan dimana bayi tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur setelah lahir. Hal ini disebabkan oleh hipoksia janin dalam uterus, dan me...
Hubungan Asfiksia Neonatorum dengan Gangguan Fungsi Ginjal pada Bayi Baru Lahir
Hubungan Asfiksia Neonatorum dengan Gangguan Fungsi Ginjal pada Bayi Baru Lahir
Asfiksia neonatorum merupakan problem kesehatan pada bayi baru lahir yang dapatmenyebabkan gagal ginjal akut jika tidak ditangani dengan baik.Tujuan: untuk mengetahui hubungan anta...
IDENTIFIKASI KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSIA DIAN PERTIWI KABUPATEN KARANGANYAR
IDENTIFIKASI KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSIA DIAN PERTIWI KABUPATEN KARANGANYAR
Indikator yang digunakan dalam aspek pengukuran tingkat kesehatan suatu negara ialah angka kematian ibu serta anak. Berat badan kurang pada anak (28,2%) serta asfiksia (25,3%) adal...
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
Latar Belakang : Asfiksia neonatorum adalah kegagalan napas secara spontan dan teratur pada saat lahir atau beberapa saat setelah saat lahir yang ditandai dengan hipoksemia, dan as...
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
Tujuan dari pembangunan kesehatan salah satunya adalah menurunkan angka kematian bayi. Angka Kematian Bayi menurut Sustainanble Depelovment Goals (SDGs) tahun 2015 berjumlah 40 per...
ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR BY. S DENGAN ASFIKSIA SEDANG DI RUMAH SAKIT MITRA SEJATI TAHUN 2020
ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR BY. S DENGAN ASFIKSIA SEDANG DI RUMAH SAKIT MITRA SEJATI TAHUN 2020
Asfiksia neonatorum merupakan suatu keadaan pada bayi baru lahir yang mengalami gagal bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir, sehingga bayi tidak dapat memasukkan...
Ketuban Pecah Dini (KPD) Sebagai Determinan Kejadian Asfiksia pada Bayi Baru Lahir Di RSUD Panembahan Senopati Bantul
Ketuban Pecah Dini (KPD) Sebagai Determinan Kejadian Asfiksia pada Bayi Baru Lahir Di RSUD Panembahan Senopati Bantul
Ketuban pecah dini merupakan masalah penting dalam obstetrik berkaitan dengan penyulit kelahiran dan terjadinya infeksi khorioamnionitis sampai sepsis yang meningkatkan morbiditas ...
Faktor Risiko Bayi Pada Asfiksia Neonatorum di RSUP PROF. DR. R. D. Kandou
Faktor Risiko Bayi Pada Asfiksia Neonatorum di RSUP PROF. DR. R. D. Kandou
Asfiksia neonatorum adalah keadaan dimana bayi baru lahir tidak mendapatkan sirkulasi darah atau pertukaran udara yang cukup pada masa prenatal dan pascanatal. Keadaan ini ditandai...

