Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Filsafat Politik Ibnu Rusyd

View through CrossRef
During this time Ibn Rushd is known for his Aristotelian philosophy, he is also the greatest commentator on the works of Aristotle. In his political philosophy we will find different things, because in political philosophy he commented on the Republic rather than Aristotle’s Politics. In his political book which is a commentary of Plato’s Repub- lic namely a-arûri fi as-Siyâsah, Ibn Rushd has more in common with Plato than with Aristotle. Nevertheless, Ibn Rushd continued to use the demonstrative method he obtained from Aristotle as a guide in commenting on the Republic. In addition, Ibn Rushd’s political book is also born of the reality of government that he considered not good. This made Ibn Rushd’s political book not only an academic one, but a response to the political situation of his time. His great name as a Muslim philosopher and also a faqih is still clearly visible in his political work which has shari’ah nuances. His ability to make Shari’ah one of the foundations of good and right government made him different from the two Greek philosophers.[Selama ini Ibnu Rusyd dikenal dengan filsafatnya yang beraliran Aristotelian, Ia juga merupakan komentator terbesar atas karya-karya Aristoteles. Dalam filsafat politiknya kita akan menemukan hal berbeda, karena dalam filsafat politik ia mengomentari Re- public bukan Politics Aristoteles. Dalam kitab politiknya yang merupakan komentar dari Republic Plato yaitu a-arûri fi as-Siyâsah, Ibnu Rusyd memiliki lebih banyak kesamaan dengan Plato dibanding dengan Aristoteles. Walaupun demikian, Ibnu Rusyd tetap menggunakan metode demosntratif yang ia dapat dari Aristoteles sebagai pegangan dalam memberikan komentar terhadap Republic. Selain itu, buku politik Ibnu Rusyd juga terlahir dari realita pemerintahan yang ia anggap tidak baik. Hal tersebut menjadikan buku politik Ibnu Rusyd bukan hanya merupakan komentar yang bersifat akademik saja, tetapi merupakan sebuah respon dari keadaan politik pada masanya. Nama besarnya sebagai seorang filsuf muslim dan juga seorang faqih masih terlihat jelas dalam karya politiknya yang memiliki nuansa syari’at. Kemampuannya untuk menjadikan syari’at sebagai salah satu pondasi pemerintahan yang baik dan benar menjadikannya berbeda dengan kedua filsuf Yunani tersebut.]
Title: Filsafat Politik Ibnu Rusyd
Description:
During this time Ibn Rushd is known for his Aristotelian philosophy, he is also the greatest commentator on the works of Aristotle.
In his political philosophy we will find different things, because in political philosophy he commented on the Republic rather than Aristotle’s Politics.
In his political book which is a commentary of Plato’s Repub- lic namely a-arûri fi as-Siyâsah, Ibn Rushd has more in common with Plato than with Aristotle.
Nevertheless, Ibn Rushd continued to use the demonstrative method he obtained from Aristotle as a guide in commenting on the Republic.
In addition, Ibn Rushd’s political book is also born of the reality of government that he considered not good.
This made Ibn Rushd’s political book not only an academic one, but a response to the political situation of his time.
His great name as a Muslim philosopher and also a faqih is still clearly visible in his political work which has shari’ah nuances.
His ability to make Shari’ah one of the foundations of good and right government made him different from the two Greek philosophers.
[Selama ini Ibnu Rusyd dikenal dengan filsafatnya yang beraliran Aristotelian, Ia juga merupakan komentator terbesar atas karya-karya Aristoteles.
Dalam filsafat politiknya kita akan menemukan hal berbeda, karena dalam filsafat politik ia mengomentari Re- public bukan Politics Aristoteles.
Dalam kitab politiknya yang merupakan komentar dari Republic Plato yaitu a-arûri fi as-Siyâsah, Ibnu Rusyd memiliki lebih banyak kesamaan dengan Plato dibanding dengan Aristoteles.
Walaupun demikian, Ibnu Rusyd tetap menggunakan metode demosntratif yang ia dapat dari Aristoteles sebagai pegangan dalam memberikan komentar terhadap Republic.
Selain itu, buku politik Ibnu Rusyd juga terlahir dari realita pemerintahan yang ia anggap tidak baik.
Hal tersebut menjadikan buku politik Ibnu Rusyd bukan hanya merupakan komentar yang bersifat akademik saja, tetapi merupakan sebuah respon dari keadaan politik pada masanya.
Nama besarnya sebagai seorang filsuf muslim dan juga seorang faqih masih terlihat jelas dalam karya politiknya yang memiliki nuansa syari’at.
Kemampuannya untuk menjadikan syari’at sebagai salah satu pondasi pemerintahan yang baik dan benar menjadikannya berbeda dengan kedua filsuf Yunani tersebut.
].

Related Results

AVERROISME DAN PENGARUH FILSAFAT ISLAM KE BARAT
AVERROISME DAN PENGARUH FILSAFAT ISLAM KE BARAT
Averroisme adalah filsafat Ibnu Rusyd sebagaimana berkembang di Dunia Barat, yaitu suatu mazhab filsafat di abad pertengahan yang dinisbatkan pada pemikiran dan karya-karya Ibnu Ru...
Harmoni atau Disharmoni Agama dan Filsafat Perspektif Ibnu Rusyd
Harmoni atau Disharmoni Agama dan Filsafat Perspektif Ibnu Rusyd
Abstrak Artikel ini berupaya untuk menganalisis upaya filsuf Ibnu Rusyd dalam mendamaikan agama dan filsafat. Akal sebagai representasi dari filsafat di satu sisi dan di sisi lain ...
Mudharabah Dalam Pemikiran Ibnu Rusyd
Mudharabah Dalam Pemikiran Ibnu Rusyd
Ibnu Rusyd merupakan salah satu pemikir besar dalam ekonomi Islam. Ibnu Rusyd banyak memberikan kontribusinya dalam khasanah dunia filsafat, baik filsafat yang berasal dari Yunani ...
AGAMA DAN FILSAFAT
AGAMA DAN FILSAFAT
Ibnu Khaldun adalah salah satu pemikir yang teguh beriman kepada Allah dan orang yang teguh berpegang pada ajaran Islam. Dalam kitabnya Al-Muqaddimah selalu diselingi dengan nama A...
MAKNA KEESAAN DAN METAFISIKA KETUHANAN DALAM ISLAM PERSPEKTIF IBNU RUSYD
MAKNA KEESAAN DAN METAFISIKA KETUHANAN DALAM ISLAM PERSPEKTIF IBNU RUSYD
Tulisan ini membahas pemikiran dialektis Ibnu Rusyd dan para teolog tentang metafisika ketuhanan. Pembahasan didasarkan pada kajian kritik dan dialog tentang pandangan para teolog ...
JIDAL ILMIAH : DEBAT AL-GHAZALI DAN IBNU RUSYD TENTANG FILSAFAT
JIDAL ILMIAH : DEBAT AL-GHAZALI DAN IBNU RUSYD TENTANG FILSAFAT
Artikel ini ingin mendeskripsikan perdebatan al-Ghazali dan Ibnu Rusyd. Pemilihan perdebatan al-Ghazali dan Ibnu Rusyd. Metode riset yang dipakai pada artikel ini adalah penelitian...
Hukum Talak dalam Kondisi Mabuk Perspektif Ibn Rusyd
Hukum Talak dalam Kondisi Mabuk Perspektif Ibn Rusyd
Para ulama masih berbeda pendapat terkait talak orang yang sedang mabuk. Ada ulama yang menyatakan talak orang yang sedang mabuk tidak jatuh. Namunn ada juga ulama yang berpandanga...

Back to Top