Javascript must be enabled to continue!
PRODUKSI ENZIM KITINASE DARI Aspergillus niger MENGGUNAKAN LIMBAH CANGKANG RAJUNGAN SEBAGAI INDUSER
View through CrossRef
AbstrakKitinase merupakan enzim hidrolitik yang dapat menghidrolisis kitin pada ikatan β-1,4-glikosidiknya dengan menghasilkan derivat-derivat kitin seperti oligomer kitin yang mempunyai banyak manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan produksi enzim kitinase dari sumber lokal yang melimpah di alamserta murah dengan melakukan optimasi substrat dalam hal ini digunakan substrat tetes tebu (molase) dan limbah cangkang rajungan untuk produksi enzim kitinase dari Aspergillus niger. Sebelumnya, dilakukan kultivasi isolat kapang Aspergillus niger dengan membuat kurva pertumbuhan menggunakan metode masa sel kering dimana dari hasil penelitian inokulasi optimal adalah 22 jam. Pada proses produksi, diperoleh waktu fermentasi optimal adalah 52 jam dengan menentukan uji aktivitasnya menggunakan metode turbidimetri. Hasil optimasi substrat menunjukkan bahwa enzim kitinase yang maksimal diperoleh pada penambahan molase 0,5% (b/v) dengan unit aktivitas enzim 0,14726 (U/mL) dan cangkang rajungan 2% (b/v) dengan unit aktivitas enzim yang dihasilkan 0,12826 (U/mL). Kitinase dari Aspergillus niger ini mempunyai pH optimal 6 dan suhu optimal 40 oC. Kata kunci: Aspergillus niger, kitinase, cangkang rajungan, molase AbstractChitinase is a hydrolytic enzyme that hydrolyzes chitin on β-1,4-glycosidic bond and thereby producing chitin derivatives such as chitin oligomers that have multiple benefits. The purpose of this research was to develop the production of chitinase enzyme from cheap and are abundant local nature sources, by optimizations substrate in this case the substrate used molasses and crab shell waste for the production of chitinase enzyme from Aspergillus niger. Previously, isolates of Aspergillus niger cultivated by creating a growth curve using dry cell mass method which from the results of research inoculation optimal are 22 hours. In the production process, obtained the optimum fermentation time is 52 hours to determine the activity test using turbidimetry method. Result of substrate optimizations indicate that chitinase enzyme maximum by addition of molasses obtained in 0.5% (w/v) with enzyme activity units 0.14726 (U/mL) and crab shells 2% (w/v) with enzyme activity units 0.12826 (U/mL). Chitinase from Aspergillus niger has a pH optimum 6 and temperature optimum 40 oC. Keywords: Aspergillus niger, chitinase, crab shells, molasses
Title: PRODUKSI ENZIM KITINASE DARI Aspergillus niger MENGGUNAKAN LIMBAH CANGKANG RAJUNGAN SEBAGAI INDUSER
Description:
AbstrakKitinase merupakan enzim hidrolitik yang dapat menghidrolisis kitin pada ikatan β-1,4-glikosidiknya dengan menghasilkan derivat-derivat kitin seperti oligomer kitin yang mempunyai banyak manfaat.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan produksi enzim kitinase dari sumber lokal yang melimpah di alamserta murah dengan melakukan optimasi substrat dalam hal ini digunakan substrat tetes tebu (molase) dan limbah cangkang rajungan untuk produksi enzim kitinase dari Aspergillus niger.
Sebelumnya, dilakukan kultivasi isolat kapang Aspergillus niger dengan membuat kurva pertumbuhan menggunakan metode masa sel kering dimana dari hasil penelitian inokulasi optimal adalah 22 jam.
Pada proses produksi, diperoleh waktu fermentasi optimal adalah 52 jam dengan menentukan uji aktivitasnya menggunakan metode turbidimetri.
Hasil optimasi substrat menunjukkan bahwa enzim kitinase yang maksimal diperoleh pada penambahan molase 0,5% (b/v) dengan unit aktivitas enzim 0,14726 (U/mL) dan cangkang rajungan 2% (b/v) dengan unit aktivitas enzim yang dihasilkan 0,12826 (U/mL).
Kitinase dari Aspergillus niger ini mempunyai pH optimal 6 dan suhu optimal 40 oC.
Kata kunci: Aspergillus niger, kitinase, cangkang rajungan, molase AbstractChitinase is a hydrolytic enzyme that hydrolyzes chitin on β-1,4-glycosidic bond and thereby producing chitin derivatives such as chitin oligomers that have multiple benefits.
The purpose of this research was to develop the production of chitinase enzyme from cheap and are abundant local nature sources, by optimizations substrate in this case the substrate used molasses and crab shell waste for the production of chitinase enzyme from Aspergillus niger.
Previously, isolates of Aspergillus niger cultivated by creating a growth curve using dry cell mass method which from the results of research inoculation optimal are 22 hours.
In the production process, obtained the optimum fermentation time is 52 hours to determine the activity test using turbidimetry method.
Result of substrate optimizations indicate that chitinase enzyme maximum by addition of molasses obtained in 0.
5% (w/v) with enzyme activity units 0.
14726 (U/mL) and crab shells 2% (w/v) with enzyme activity units 0.
12826 (U/mL).
Chitinase from Aspergillus niger has a pH optimum 6 and temperature optimum 40 oC.
Keywords: Aspergillus niger, chitinase, crab shells, molasses.
Related Results
Kajian Morfometri Rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Kabupaten Pemalang Jawa Tengah
Kajian Morfometri Rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Kabupaten Pemalang Jawa Tengah
Rajungan (Portunus pelagicus) adalah komoditas hasil tangkapan perikanan laut yang bernilai ekonomi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi ukuran lebar...
EFEKTIVITAS KITOSAN ASAL CANGKANG RAJUNGAN DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT MOSAIK YANG DISEBABKAN Tobacco mosaic virus (TMV) PADA TANAMAN CABAI MERAH
EFEKTIVITAS KITOSAN ASAL CANGKANG RAJUNGAN DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT MOSAIK YANG DISEBABKAN Tobacco mosaic virus (TMV) PADA TANAMAN CABAI MERAH
Rendahnya produktivitas cabai merah (Capsicum annuum L.) disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya gangguan penyakit yang disebabkan oleh cendawan, bakteri, dan virus. Tobacco m...
Peran Pengupas Rajungan Dalam Menunjang Perekonomian Keluarga Di Kecamatan Palang Kabupaten Tuban
Peran Pengupas Rajungan Dalam Menunjang Perekonomian Keluarga Di Kecamatan Palang Kabupaten Tuban
Pendapatan keluarga tergantung dari hasil kerja kepala keluarga dan anggota keluarga yang lain. Mayoritas masyarakat khususnya di Kecamatan Palang Kabupaten Tuban bekerja sebagai n...
Pemanfaatan Limbah Cangkang Rajungan menjadi Bubuk Kaldu bagi P-IRT Mama Muda Dusun Kuri Caddi
Pemanfaatan Limbah Cangkang Rajungan menjadi Bubuk Kaldu bagi P-IRT Mama Muda Dusun Kuri Caddi
Rajungan (Portunus pelagis) merupakan kepiting laut yang banyak di jumpai di perairan Indonesia. Rajungan juga banyak dijumpai diperairan Sulawesi Selatan, salah satunya yaitu di p...
PENGARUH TEPUNG CANGKANG TELUR DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH TEPUNG CANGKANG TELUR DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH GAMBUT
Kedelai edamame (Glycine max (L) Merill.) termasuk salah satu jenis tanaman kacang-kacangan yang sangat potensial sebagai sumber protein nabati. Pertumbuhan, perkembangan dan hasil...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
KARAKTERISASI BEBERAPA ION LOGAM TERHADAP AKTIVITAS ENZIM TRIPSIN
KARAKTERISASI BEBERAPA ION LOGAM TERHADAP AKTIVITAS ENZIM TRIPSIN
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum enzim tripsin dan mengetahui pengaruh penambahan ion logam Ag+ (dalam bentuk senyawa AgNO3), ion logam Cu2+ (dalam bentuk ...
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...

