Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

EFEKTIVITAS KITOSAN ASAL CANGKANG RAJUNGAN DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT MOSAIK YANG DISEBABKAN Tobacco mosaic virus (TMV) PADA TANAMAN CABAI MERAH

View through CrossRef
Rendahnya produktivitas cabai merah (Capsicum annuum L.) disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya gangguan penyakit yang disebabkan oleh cendawan, bakteri, dan virus. Tobacco mosaic virus (TMV) merupakan salah satu virus penting yang menyerang tanaman cabai. Untuk itu perlu dilakukan pengendalian. Salah satu alternatif pengendalian TMV dengan menggunakan kitosan yang dapat menginduksi ketahanan sistemik. Kitosan dapat diperoleh dari pengolahan limbah cangkang rajungan melalui proses deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efektivitas kitosan asal cangkang rajungan dalam mengendalikan TMV pada tanaman cabai. Penularan virus dilakukan secara mekanis. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan. Variabel yang diamati yaitu periode inkubasi penyakit, intensitas penyakit, persentase penyakit, tinggi tanaman dan berat kering tanaman. Hasil penelitian diperoleh tanaman yang diberikan kitosan cangkang rajungan menunjukkan periode inkubasi terlama pada tanaman cabai sampai 23 hsi. Pemberian kitosan cangkang rajungan dapat memperlambat masa inkubasi penyakit. Pemberian kitosan cangkang rajungan mampu menekan intensitas penyakit hingga 43,59%. Tinggi dan berat kering tanaman yang diberi kitosan cangkang rajungan dan diinokulasi TMV lebih tinggi daripada kontrol sakit. Perlakuan benih direndam dan disemprot kitosan dari cangkang rajungan pada umur 2 minggu setelah tanam menunjukkan hasil terbaik pada seluruh variabel pengamatan.
Title: EFEKTIVITAS KITOSAN ASAL CANGKANG RAJUNGAN DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT MOSAIK YANG DISEBABKAN Tobacco mosaic virus (TMV) PADA TANAMAN CABAI MERAH
Description:
Rendahnya produktivitas cabai merah (Capsicum annuum L.
) disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya gangguan penyakit yang disebabkan oleh cendawan, bakteri, dan virus.
Tobacco mosaic virus (TMV) merupakan salah satu virus penting yang menyerang tanaman cabai.
Untuk itu perlu dilakukan pengendalian.
Salah satu alternatif pengendalian TMV dengan menggunakan kitosan yang dapat menginduksi ketahanan sistemik.
Kitosan dapat diperoleh dari pengolahan limbah cangkang rajungan melalui proses deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efektivitas kitosan asal cangkang rajungan dalam mengendalikan TMV pada tanaman cabai.
Penularan virus dilakukan secara mekanis.
Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan.
Variabel yang diamati yaitu periode inkubasi penyakit, intensitas penyakit, persentase penyakit, tinggi tanaman dan berat kering tanaman.
Hasil penelitian diperoleh tanaman yang diberikan kitosan cangkang rajungan menunjukkan periode inkubasi terlama pada tanaman cabai sampai 23 hsi.
Pemberian kitosan cangkang rajungan dapat memperlambat masa inkubasi penyakit.
Pemberian kitosan cangkang rajungan mampu menekan intensitas penyakit hingga 43,59%.
Tinggi dan berat kering tanaman yang diberi kitosan cangkang rajungan dan diinokulasi TMV lebih tinggi daripada kontrol sakit.
Perlakuan benih direndam dan disemprot kitosan dari cangkang rajungan pada umur 2 minggu setelah tanam menunjukkan hasil terbaik pada seluruh variabel pengamatan.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
EFEKTIVITAS KITOSAN CANGKANG KEONG MAS DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT YANG DISEBAKAN VIRUS PADA TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L)
EFEKTIVITAS KITOSAN CANGKANG KEONG MAS DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT YANG DISEBAKAN VIRUS PADA TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L)
Cabai merupakan tanaman perdu dari Famili Solanaceae . Cabaiikaya vitaminiA daniC, niacin,iriboflavin danithiamin, cabai dimanfaatkan sebagai salah satu bumbu masak dan obat –obata...
Kajian Morfometri Rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Kabupaten Pemalang Jawa Tengah
Kajian Morfometri Rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Kabupaten Pemalang Jawa Tengah
Rajungan (Portunus pelagicus) adalah komoditas hasil tangkapan perikanan laut yang bernilai  ekonomi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi ukuran lebar...
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN KITOSAN UNTUK APLIKASI SENSOR DETEKSI LOGAM BERAT
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN KITOSAN UNTUK APLIKASI SENSOR DETEKSI LOGAM BERAT
Penelitian tentang pemanfaatan membran kitosan sebagai sensor deteksi logam berat berdasarkan sifat optic belum pernah dilaporkan. Penelitian ini melaporkan kajian tentang sintesis...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Kil/Organokil-Kitosan ve Kil/Organokil-Trietil Kitosan Nanokompozit Sentezi ve Karakterizasyonu
Kil/Organokil-Kitosan ve Kil/Organokil-Trietil Kitosan Nanokompozit Sentezi ve Karakterizasyonu
Bu çalışmada montmorillonite (Mt) kili kullanılarak kil-kitosan, organokil-kitosan, kil-trietil kitosan ve organokil-trietil kitosan nanokompozitleri sentezlenmiş ve karakterizasyo...
Model System for the Adsorption of Tobacco Mosaic Virus
Model System for the Adsorption of Tobacco Mosaic Virus
ABSTRACTMaterials which can adsorb tobacco mosaic virus (TMV) were isolated from tobacco leaves and studied for applicability as a model system for TMV adsorption. Leaves were homo...
Pengaruh Aplikasi Kitosan Antifungi Untuk Pengendalian Penyakit Antraknosa Pada Cabai
Pengaruh Aplikasi Kitosan Antifungi Untuk Pengendalian Penyakit Antraknosa Pada Cabai
Penyakit antraknosa (Colletotrichum spp.) dapat menyebabkan rendahnya kuantitas maupun kualitas buah yang dihasilkan. Untuk menghindari penggunaan pestisida sintetik maka diperluka...

Back to Top