Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Aplikasi Kitosan Antifungi Untuk Pengendalian Penyakit Antraknosa Pada Cabai

View through CrossRef
Penyakit antraknosa (Colletotrichum spp.) dapat menyebabkan rendahnya kuantitas maupun kualitas buah yang dihasilkan. Untuk menghindari penggunaan pestisida sintetik maka diperlukan alternatif pengendalian yang bersifat ramah lingkungan, diantaranya kitosan sebagai agen penghambat penyakit antraknosa. Tujuan penelitian ini adalah menguji efektifitas formula nano kitosan untuk mengendalikan penyakit antraknosa melalui pengujian in vivo pada tanaman cabai cv. Tanjung di lapangan. Penelitian dilaksanakan di KP Pacet Cianjur, Jawa Barat sejak bulan Mei sampai September 2017, menggunakan RAK terdiri dari 6 perlakuan dan 5 ulangan. Kitosan-tripolifosfat (K-TPP) nanopartikel dilarutkan dalam air dan diaplikasikan pada tanaman cabai dengan konsentrasi 0,5 – 2 mL/L. Aplikasi penyemprotan formula dilakukan saat tanaman berumur 30 – 65 hari setelah tanam menggunakan alat semprot punggung. Kitosan cenderung menghambat infeksi fungi Colletotrichum spp. pada cabai. Pada pengamatan ke-5, penghambatan kitosan terhadap buah cabai terinfeksi antraknosa masing-masing berkisar dengan intensitas serangan. 0,41 sampai 2,41%. Hasil penelitian menunjukkan K-TPP pada konsentrasi 0,5 – 1,0 mL/L cukup efektif menekan penyakit antraknosa pada buah cabai, dengan daya hambat >50% dibanding perlakuan kontrol (tanpa K-TPP). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kitosan bisa diaplikasikan untuk memperlambat laju infeksi penyakit antraknosa pada buah cabai, dan penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menguji di lokasi lainnya serta musim yang berbeda.
Title: Pengaruh Aplikasi Kitosan Antifungi Untuk Pengendalian Penyakit Antraknosa Pada Cabai
Description:
Penyakit antraknosa (Colletotrichum spp.
) dapat menyebabkan rendahnya kuantitas maupun kualitas buah yang dihasilkan.
Untuk menghindari penggunaan pestisida sintetik maka diperlukan alternatif pengendalian yang bersifat ramah lingkungan, diantaranya kitosan sebagai agen penghambat penyakit antraknosa.
Tujuan penelitian ini adalah menguji efektifitas formula nano kitosan untuk mengendalikan penyakit antraknosa melalui pengujian in vivo pada tanaman cabai cv.
Tanjung di lapangan.
Penelitian dilaksanakan di KP Pacet Cianjur, Jawa Barat sejak bulan Mei sampai September 2017, menggunakan RAK terdiri dari 6 perlakuan dan 5 ulangan.
Kitosan-tripolifosfat (K-TPP) nanopartikel dilarutkan dalam air dan diaplikasikan pada tanaman cabai dengan konsentrasi 0,5 – 2 mL/L.
Aplikasi penyemprotan formula dilakukan saat tanaman berumur 30 – 65 hari setelah tanam menggunakan alat semprot punggung.
Kitosan cenderung menghambat infeksi fungi Colletotrichum spp.
pada cabai.
Pada pengamatan ke-5, penghambatan kitosan terhadap buah cabai terinfeksi antraknosa masing-masing berkisar dengan intensitas serangan.
0,41 sampai 2,41%.
Hasil penelitian menunjukkan K-TPP pada konsentrasi 0,5 – 1,0 mL/L cukup efektif menekan penyakit antraknosa pada buah cabai, dengan daya hambat >50% dibanding perlakuan kontrol (tanpa K-TPP).
Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kitosan bisa diaplikasikan untuk memperlambat laju infeksi penyakit antraknosa pada buah cabai, dan penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menguji di lokasi lainnya serta musim yang berbeda.

Related Results

EFEKTIVITAS KITOSAN CANGKANG KEONG MAS DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT YANG DISEBAKAN VIRUS PADA TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L)
EFEKTIVITAS KITOSAN CANGKANG KEONG MAS DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT YANG DISEBAKAN VIRUS PADA TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L)
Cabai merupakan tanaman perdu dari Famili Solanaceae . Cabaiikaya vitaminiA daniC, niacin,iriboflavin danithiamin, cabai dimanfaatkan sebagai salah satu bumbu masak dan obat –obata...
Kil/Organokil-Kitosan ve Kil/Organokil-Trietil Kitosan Nanokompozit Sentezi ve Karakterizasyonu
Kil/Organokil-Kitosan ve Kil/Organokil-Trietil Kitosan Nanokompozit Sentezi ve Karakterizasyonu
Bu çalışmada montmorillonite (Mt) kili kullanılarak kil-kitosan, organokil-kitosan, kil-trietil kitosan ve organokil-trietil kitosan nanokompozitleri sentezlenmiş ve karakterizasyo...
Review: Potensi Biopolimer Kitosan Dalam Sistem Penghantaran Obat
Review: Potensi Biopolimer Kitosan Dalam Sistem Penghantaran Obat
Kitosan merupakan polisakarida alami yang bersifat kationik sehingga dapat melekat pada jaringan keras dan lunak. Kitosan diperoleh dari kitin melalui proses deasetilasi dan berasa...
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KITOSAN KULIT UDANG GALAH
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KITOSAN KULIT UDANG GALAH
Kitosan merupakan biopolimer yang diturunkan dari kitin, sumber alam yang dapat diperbarui yang sangat berlimpah di dunia setelah selulosa. Kitosan disintesis dari sumber alam yang...
Pemanfaatan Kitosan Cangkang Bekicot Sebagai Adsorben Logam Tembaga (Cu)
Pemanfaatan Kitosan Cangkang Bekicot Sebagai Adsorben Logam Tembaga (Cu)
Cangkang bekicot merupakan limbah yang dapat mencemari lingkungan, salah satu cara untuk mengurangi limbah tersebut adalah dengan mengolahnya menjadi kitosan yang dapat menyerap lo...
Perancangan Interface Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Cabai dengan Metode Extreme Programming (XP)
Perancangan Interface Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Cabai dengan Metode Extreme Programming (XP)
Para petani masih sering mengalami kendala pada proses pemeliharaan tanaman cabai, petani masih sering menemui kendala penyakit sehingga sangat merugikan petani karena hasil panen ...
Sintesis Membran Kitosan Tertaut Silang Tripolifosfat dengan Paduan Polivinil Alkohol untuk Permeasi Kreatinin
Sintesis Membran Kitosan Tertaut Silang Tripolifosfat dengan Paduan Polivinil Alkohol untuk Permeasi Kreatinin
Penelitian tentang modifikasi kitosan menggunakan taut silang natrium tripolifosfat (NaTPP) dengan paduan polivinil alkohol (PVA) telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah memp...

Back to Top