Javascript must be enabled to continue!
PELAKSANAAN PENGAJIAN HADIS BAGI TUNA NETRA DI MALAYSIA: Isu dan Tantangan
View through CrossRef
<p>Hadis merupakan sumber kedua agama dalam Islam selepas al-Quran. Ia memainkan peranan yang sangat penting dalam Islam, terutama ketika menguraikan serta menjelaskan kehendak al-Quran. Pengajian hadis bagi tuna netra amat signifikan dan diperlukan dalam sistem pendidikan khusus. Untuk melestarikan pengajian hadis tuna netra, terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi dan difikirkan. Tantangan ini harus dihadapi bersama dalam usaha mewujudkan kesamarataan peluang pendidikan hadis bagi seluruh umat Islam tanpa menganggap kekurangan pada diri. Namun, pemaparan bagi tuna netra terhadap pengajian hadis masih belum berlaku sedangkan hadis juga memainkan peranan yang penting sebagai sumber kedua syariat Islam. Justru, objektif utama artikel ini adalah untuk menjelaskan isu dan tantangan yang dihadapi oleh tuna netra dalam pengajian hadis. Kajian ini merupakan kajian kualitatif dengan menggunakan metode analisis dokumen yang terdiri dari buku-buku, artikel-artikel, jurnal, dan bahan-bahan yang berkaitan. Hasil kajian mendapati pengajian hadis bagi tuna netra di Malaysia menghadapi tantangan yang besar. Diantaranya ialah ketidaksediaan tenaga pengajar, kelemahan institusi pendidikan dan kekurangan bahan bantu mengajar. Implikasi kajian ini ialah dapat mengenal pasti tantangan yang dihadapi oleh tuna netra dalam mendalami hadis dan seterusnya membantu golongan ini mengenal, mencintai dan meneladani Rasulullah SAW melalui hadis-hadisnya.</p><p>[<strong>The implementation of hadith studies for visually impaired people in Malaysia: Issues and challenges</strong>. Hadith is the second source in Islam after Quran. The role of hadith is very important in Islam especially in explaining and justifying the contents of Quran. The study of hadith for visually impaired people is very important and necessary in the special education system. There are some challenges that need to be considered in preserving the study of hadith for visually impaired people. These challenges must be faced together in order to create an equality of hadith educational opportunities toward visually impaired people regardless of their shortcomings. However, the exposures of hadith study occur only on a small scale while hadith also plays an important role in Muslim daily life. Therefore, the main objective of this article is to explain the issues and challenges faced by visually impaired people in implementing hadith studies. The qualitative approach is used in this research by using document analysis method from books, articles, journals, internet etc. The early finding shows that the hadith study for visually impaired people in Malaysia facing great issues and challenges. These challenges exist in several aspects including the lack of instructional resources, the weakness of educational institutions and the lack of teaching aid. Hence, this research is able to identify the issues and challenges faced by visually impaired people to pursuit hadith and guiding them to learn and love the Prophet SAW and his Sunnah.]</p>
Universitas Islam Negeri Sunan Kudus
Title: PELAKSANAAN PENGAJIAN HADIS BAGI TUNA NETRA DI MALAYSIA: Isu dan Tantangan
Description:
<p>Hadis merupakan sumber kedua agama dalam Islam selepas al-Quran.
Ia memainkan peranan yang sangat penting dalam Islam, terutama ketika menguraikan serta menjelaskan kehendak al-Quran.
Pengajian hadis bagi tuna netra amat signifikan dan diperlukan dalam sistem pendidikan khusus.
Untuk melestarikan pengajian hadis tuna netra, terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi dan difikirkan.
Tantangan ini harus dihadapi bersama dalam usaha mewujudkan kesamarataan peluang pendidikan hadis bagi seluruh umat Islam tanpa menganggap kekurangan pada diri.
Namun, pemaparan bagi tuna netra terhadap pengajian hadis masih belum berlaku sedangkan hadis juga memainkan peranan yang penting sebagai sumber kedua syariat Islam.
Justru, objektif utama artikel ini adalah untuk menjelaskan isu dan tantangan yang dihadapi oleh tuna netra dalam pengajian hadis.
Kajian ini merupakan kajian kualitatif dengan menggunakan metode analisis dokumen yang terdiri dari buku-buku, artikel-artikel, jurnal, dan bahan-bahan yang berkaitan.
Hasil kajian mendapati pengajian hadis bagi tuna netra di Malaysia menghadapi tantangan yang besar.
Diantaranya ialah ketidaksediaan tenaga pengajar, kelemahan institusi pendidikan dan kekurangan bahan bantu mengajar.
Implikasi kajian ini ialah dapat mengenal pasti tantangan yang dihadapi oleh tuna netra dalam mendalami hadis dan seterusnya membantu golongan ini mengenal, mencintai dan meneladani Rasulullah SAW melalui hadis-hadisnya.
</p><p>[<strong>The implementation of hadith studies for visually impaired people in Malaysia: Issues and challenges</strong>.
Hadith is the second source in Islam after Quran.
The role of hadith is very important in Islam especially in explaining and justifying the contents of Quran.
The study of hadith for visually impaired people is very important and necessary in the special education system.
There are some challenges that need to be considered in preserving the study of hadith for visually impaired people.
These challenges must be faced together in order to create an equality of hadith educational opportunities toward visually impaired people regardless of their shortcomings.
However, the exposures of hadith study occur only on a small scale while hadith also plays an important role in Muslim daily life.
Therefore, the main objective of this article is to explain the issues and challenges faced by visually impaired people in implementing hadith studies.
The qualitative approach is used in this research by using document analysis method from books, articles, journals, internet etc.
The early finding shows that the hadith study for visually impaired people in Malaysia facing great issues and challenges.
These challenges exist in several aspects including the lack of instructional resources, the weakness of educational institutions and the lack of teaching aid.
Hence, this research is able to identify the issues and challenges faced by visually impaired people to pursuit hadith and guiding them to learn and love the Prophet SAW and his Sunnah.
]</p>.
Related Results
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
<p>Artikel ini akan membahas tentang kontribusi Ali Mustafa Yaqub dalam dinamika kajian hadis di Indonesia. Ia adalah salah seorang pakar di bidang hadis. Hadis-hadis yang di...
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
Abstract: The Tahfiz Hadis program is one of the extracurricular programs carried out at the Al Falah Puteri Islamic Boarding School Banjarbaru. This program was formed because of ...
Evaluation of 16S rRNA Gene Sequence for DNA Barcoding of Tuna Fish
Evaluation of 16S rRNA Gene Sequence for DNA Barcoding of Tuna Fish
For fish product authentication, DNA barcoding has been a reliable tool. This is due to its requirement of a small amount of tissue sample in order to conduct a full analysis for s...
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
Hadis disepakati sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Namun, untuk dapat menjadikannya sebagai dasar ajaran, hadis harus melewati uji naqd al-hadis dan fiqh al-hadi...
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
Sunan Abu Dawud merupakan salah satu dari enam kitab hadis utama dalam tradisi hadis Sunni. Kitab ini disusun oleh Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Ash'ath al-Sijistani pada abad ke-...
WACANA SAINTIFIK HADIS DALAM KONSTRUKSI KESAHIHAN HADIS
WACANA SAINTIFIK HADIS DALAM KONSTRUKSI KESAHIHAN HADIS
Penelitian ini bermaksud menjelaskan penelitian hadis menurut standar prosedur ilmiah penelitian hadis yang disebut saintifik hadis. Wacana saintifik hadis dalam konstruksi kesahih...
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG ZAKAT PERTANIAN, PEMBEKAMAN SAAT BERPUASA DAN MASALAH ZUNUB SAAT BERPUASA
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG ZAKAT PERTANIAN, PEMBEKAMAN SAAT BERPUASA DAN MASALAH ZUNUB SAAT BERPUASA
Semua hadis rasulullah SAW yang telah sampai pada kita terlebih dahulu diperhatikan dari aspek kualitasnya, Baik yang diterapkan maupun tidak. Dilihat dari kualitasnya hadis bisa d...

