Javascript must be enabled to continue!
Afirmasi Hadis terhadap Estetika Uslūb Mufrad dan Jamā‘ dalam al Qur’an
View through CrossRef
Fenomena variasi penggunaan bentuk mufrad (tunggal) dan jamā‘ (jamak) dalam al Qur’an menimbulkan persoalan linguistik yang menarik dalam ranah Ulūmul Qur’an. Perbedaan bentuk ini seringkali dianggap hanya sebagai gaya bahasa, padahal di dalamnya terkandung nilai semantik dan estetika yang mendalam. Selain itu, belum banyak kajian yang mengaitkan dimensi kebahasaan tersebut dengan fungsi afirmatif hadis sebagai penjelas makna wahyu. Kajian ini menjadi penting karena membuka ruang dialog antara Ulūmul Qur’an dan hadis dalam menafsirkan keindahan bahasa al Qur’an yang bersifat teologis sekaligus estetik. Kajian ini dilakukan agar pemahaman terhadap ekspresi uslūb Qur’ani tidak berhenti pada aspek retorika, tetapi menyentuh lapisan makna yang lebih dalam. Pertanyaan utama penelitian adalah bagaimana hadis memberikan afirmasi terhadap estetika uslūb penggunaan mufrad dan jamā‘ dalam al Qur’an, serta apa implikasinya terhadap pemahaman makna teks suci Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis linguistik dan intertekstual, dalam kerangka Ulūmul Qur’an yang meliputi balāghah, i‘jāz al Qur’an, dan tafsir lughawi. Kajian ini berargumen bahwa pilihan bentuk mufrad dan jamā‘ dalam al Qur’an merepresentasikan harmoni antara makna partikular dan universal yang ditegaskan oleh hadis sebagai bayan al Qur’an. Kontribusi penelitian terletak pada penguatan pemahaman estetika linguistik al Qur’an dalam perspektif integratif antara ilmu hadis dan Ulūmul Qur’an.
Kata Kunci: Ulūmul Qur’an, hadis, mufrad, jamā‘, uslūb Qur’ani
Title: Afirmasi Hadis terhadap Estetika Uslūb Mufrad dan Jamā‘ dalam al Qur’an
Description:
Fenomena variasi penggunaan bentuk mufrad (tunggal) dan jamā‘ (jamak) dalam al Qur’an menimbulkan persoalan linguistik yang menarik dalam ranah Ulūmul Qur’an.
Perbedaan bentuk ini seringkali dianggap hanya sebagai gaya bahasa, padahal di dalamnya terkandung nilai semantik dan estetika yang mendalam.
Selain itu, belum banyak kajian yang mengaitkan dimensi kebahasaan tersebut dengan fungsi afirmatif hadis sebagai penjelas makna wahyu.
Kajian ini menjadi penting karena membuka ruang dialog antara Ulūmul Qur’an dan hadis dalam menafsirkan keindahan bahasa al Qur’an yang bersifat teologis sekaligus estetik.
Kajian ini dilakukan agar pemahaman terhadap ekspresi uslūb Qur’ani tidak berhenti pada aspek retorika, tetapi menyentuh lapisan makna yang lebih dalam.
Pertanyaan utama penelitian adalah bagaimana hadis memberikan afirmasi terhadap estetika uslūb penggunaan mufrad dan jamā‘ dalam al Qur’an, serta apa implikasinya terhadap pemahaman makna teks suci Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis linguistik dan intertekstual, dalam kerangka Ulūmul Qur’an yang meliputi balāghah, i‘jāz al Qur’an, dan tafsir lughawi.
Kajian ini berargumen bahwa pilihan bentuk mufrad dan jamā‘ dalam al Qur’an merepresentasikan harmoni antara makna partikular dan universal yang ditegaskan oleh hadis sebagai bayan al Qur’an.
Kontribusi penelitian terletak pada penguatan pemahaman estetika linguistik al Qur’an dalam perspektif integratif antara ilmu hadis dan Ulūmul Qur’an.
Kata Kunci: Ulūmul Qur’an, hadis, mufrad, jamā‘, uslūb Qur’ani
.
Related Results
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
Abstract: The Tahfiz Hadis program is one of the extracurricular programs carried out at the Al Falah Puteri Islamic Boarding School Banjarbaru. This program was formed because of ...
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
Hadis disepakati sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Namun, untuk dapat menjadikannya sebagai dasar ajaran, hadis harus melewati uji naqd al-hadis dan fiqh al-hadi...
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
Sunan Abu Dawud merupakan salah satu dari enam kitab hadis utama dalam tradisi hadis Sunni. Kitab ini disusun oleh Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Ash'ath al-Sijistani pada abad ke-...
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Hadis Nabi dalam hierarki sumber hukum Islam berada pada kedudukan kedua selepas al-Quran. Hadis berfungsi untuk menjelaskan, menafsirkan apa yang terkandung dalam al-Qur...
Membumikan Akidah Melalui Syi’ir: Study Nilai-Nilai Akidah dalam Syi’ir Jama’ah Shalawat Nariyah Walisongo Desa Moncek Timur Lenteng Sumenep Madura
Membumikan Akidah Melalui Syi’ir: Study Nilai-Nilai Akidah dalam Syi’ir Jama’ah Shalawat Nariyah Walisongo Desa Moncek Timur Lenteng Sumenep Madura
Abstract
This article describes the values of faith on syi’ir-syi’ir of Jama'ah Shlawat Nariyah Walisongo, East Moncek Village, Lenteng Sumenep, by KHR. Muhammad Kholil As'ad...

