Javascript must be enabled to continue!
Pengujian Daya Dukung Perkerasan Jalan Tambang dengan Dynamic Cone Penetrometer (DCP) di PT Mitra Multi Sejahtera
View through CrossRef
Abstract. The value of the California bearing ratio is used to evaluate the need for pavement and as an effort to maintain the road. Based on SNI 03-1744-1089, it explains that CBR testing can be done in the laboratory, while conducting the test takes a long time and is relatively expensive, so there is a way to get the CBR value directly in the field using a dynamic cone penetrometer. Dynamic cone penetrometer is a tool that can be used in determining the CBR value which has been described in ASTM D6951/D6951M – 09 regarding "Standard Test Method For Use Of The Dynamic Cone Penetrometer in Shallow Pavement Application". The value of the largest california bearing ratio of 22.62% is considered less on the standard road composed of rocks because the CBR value of the road consisting of rocks will get a CBR value of up to 60%. The largest soil bearing capacity value of 7.57 (x1000 psf) indicates that the condition of the road foundation in the study area is insufficient to withstand a load of 16 (x1000 psf) from the truck and its cargo so that the road surface decreases and makes the road uneven. The pavement thickness index in the form of the foundation layer and the required pavement layer in segment 1 is 35 cm and 6.4 cm, respectively, with an ITP value of 4.35, then segment 2 of 50 cm and 9.3 cm with an ITP value of 6.21. The value of ITP itself is obtained from the results of plotting by nomogram no.7, the reason for choosing nomogram no.7 is because the IPo and IPt values are sufficient to meet the requirements for using the nomogram.
Abstrak. Nilai california bearing ratio digunakan untuk mengevaluasi kebutuhan perkerasan jalan dan sebagai upaya pemeliharaan jalan. Berdasarkan SNI 03-1744- 1089 menjelaskan bahwa pengujian CBR dapat dilakukan di laboratorium sedangkan untuk melakukan pengujian membutukan waktu yang lama dan biaya yang relatif mahal, sehingga terdapat cara untuk mendapatkan nilai CBR langsung di lapangan dengan menggunakan alat dynamic cone penetrometer. Dynamic cone penetrometer merupakan suatu alat yang dapat digunakan dalam penentuan nilai CBR yang telah dijelaskan pada ASTM D6951/D6951M – 09 mengenai “Standard Test Method For Use Of The Dynamic Cone Penetrometer in Shallow Pavement Application”. Nilai dari california bearing ratio terbesar senilai 22,62% dinilai kurang pada standar jalan yang berkomposisi batuan karena untuk nilai CBR dari jalan yang terdiri dari batuan akan mendapatkan nilai CBR yang mencapai 60%. Nilai daya dukung tanah terbesar senilai 7,57 (x1000 psf) menandakan kondisi pondasi jalan di daerah penelitian terbilang kurang cukup untuk menahan beban sebesar 16 (x1000 psf) dari truck dan muatannya sehingga terjadinya penurunan permukaan jalan dan membuat jalan tidak rata. Indeks tebal perkerasan berupa lapisan pondasi dan lapisan perkerasan yang dibutuhkan pada segmen 1 secara berturut-turut sebesar 35 cm dan 6,4 cm dengan nilai ITP 4,35 lalu segmen 2 sebesar 50 cm dan 9,3 cm dengan nilai ITP 6,21. Nilai dari ITP sendiri didapatkan dari hasil plotting oleh nomogram no.7, alasan memilih nomogram no.7 karena nilai IPo dan IPt cukup untuk memenuhi persyaratan penggunaan nomogram tersebut.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Pengujian Daya Dukung Perkerasan Jalan Tambang dengan Dynamic Cone Penetrometer (DCP) di PT Mitra Multi Sejahtera
Description:
Abstract.
The value of the California bearing ratio is used to evaluate the need for pavement and as an effort to maintain the road.
Based on SNI 03-1744-1089, it explains that CBR testing can be done in the laboratory, while conducting the test takes a long time and is relatively expensive, so there is a way to get the CBR value directly in the field using a dynamic cone penetrometer.
Dynamic cone penetrometer is a tool that can be used in determining the CBR value which has been described in ASTM D6951/D6951M – 09 regarding "Standard Test Method For Use Of The Dynamic Cone Penetrometer in Shallow Pavement Application".
The value of the largest california bearing ratio of 22.
62% is considered less on the standard road composed of rocks because the CBR value of the road consisting of rocks will get a CBR value of up to 60%.
The largest soil bearing capacity value of 7.
57 (x1000 psf) indicates that the condition of the road foundation in the study area is insufficient to withstand a load of 16 (x1000 psf) from the truck and its cargo so that the road surface decreases and makes the road uneven.
The pavement thickness index in the form of the foundation layer and the required pavement layer in segment 1 is 35 cm and 6.
4 cm, respectively, with an ITP value of 4.
35, then segment 2 of 50 cm and 9.
3 cm with an ITP value of 6.
21.
The value of ITP itself is obtained from the results of plotting by nomogram no.
7, the reason for choosing nomogram no.
7 is because the IPo and IPt values are sufficient to meet the requirements for using the nomogram.
Abstrak.
Nilai california bearing ratio digunakan untuk mengevaluasi kebutuhan perkerasan jalan dan sebagai upaya pemeliharaan jalan.
Berdasarkan SNI 03-1744- 1089 menjelaskan bahwa pengujian CBR dapat dilakukan di laboratorium sedangkan untuk melakukan pengujian membutukan waktu yang lama dan biaya yang relatif mahal, sehingga terdapat cara untuk mendapatkan nilai CBR langsung di lapangan dengan menggunakan alat dynamic cone penetrometer.
Dynamic cone penetrometer merupakan suatu alat yang dapat digunakan dalam penentuan nilai CBR yang telah dijelaskan pada ASTM D6951/D6951M – 09 mengenai “Standard Test Method For Use Of The Dynamic Cone Penetrometer in Shallow Pavement Application”.
Nilai dari california bearing ratio terbesar senilai 22,62% dinilai kurang pada standar jalan yang berkomposisi batuan karena untuk nilai CBR dari jalan yang terdiri dari batuan akan mendapatkan nilai CBR yang mencapai 60%.
Nilai daya dukung tanah terbesar senilai 7,57 (x1000 psf) menandakan kondisi pondasi jalan di daerah penelitian terbilang kurang cukup untuk menahan beban sebesar 16 (x1000 psf) dari truck dan muatannya sehingga terjadinya penurunan permukaan jalan dan membuat jalan tidak rata.
Indeks tebal perkerasan berupa lapisan pondasi dan lapisan perkerasan yang dibutuhkan pada segmen 1 secara berturut-turut sebesar 35 cm dan 6,4 cm dengan nilai ITP 4,35 lalu segmen 2 sebesar 50 cm dan 9,3 cm dengan nilai ITP 6,21.
Nilai dari ITP sendiri didapatkan dari hasil plotting oleh nomogram no.
7, alasan memilih nomogram no.
7 karena nilai IPo dan IPt cukup untuk memenuhi persyaratan penggunaan nomogram tersebut.
Related Results
ANALISA TEBAL PERKERASAN JALAN DI TANJAKAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993
ANALISA TEBAL PERKERASAN JALAN DI TANJAKAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993
Perkerasan pada umumnya menggunakan bahan campuran dari aspal dan juga memiliki sifat elastis jika menerima beban di atasnya. Sampai saat ini belum ada rumus khusus yang dibuat unt...
Kajian Geometri dan Daya Dukung Perkerasan Jalan pada Pengangkutan Batubara
Kajian Geometri dan Daya Dukung Perkerasan Jalan pada Pengangkutan Batubara
Abstract. To support this, good road geometry and bearing capacity are essential. Currently, some road segments do not meet standards, and poor surface conditions marked by undulat...
ANALISIS NILAI RASIO KERUSAKAN DAN REVIEW DESAIN PERKERASAN JALAN SHORTCUT SINGARAJA – MENGWITANI DENGAN PROGRAM KENPAVE (STUDI KASUS : SHORTCUT RUAS 8)
ANALISIS NILAI RASIO KERUSAKAN DAN REVIEW DESAIN PERKERASAN JALAN SHORTCUT SINGARAJA – MENGWITANI DENGAN PROGRAM KENPAVE (STUDI KASUS : SHORTCUT RUAS 8)
Jalan Shortcut jalur Mengwitani-Singaraja merupakan akses menuju Kabupaten Buleleng di mana
perencanaan dan pembangunannya terbagi atas 10 titik ruas. Untuk jalan shortcut ru...
Validation of the automatic dynamic cone penetrometer
Validation of the automatic dynamic cone penetrometer
The U.S. military requires a rapid means of measuring subsurface soil strength for construction and repair of expeditionary pavement surfaces. Traditionally, a dynamic cone penetro...
Analisa Ring Road Ngawi Sta 3+200- Sta 6+200 Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur
Analisa Ring Road Ngawi Sta 3+200- Sta 6+200 Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur
Proyek pembangunan jalan Ring Road Ngawi ini merupakan jalan alternatif untuk mengurangi kemacetan yang terjadi pada ruas jalan dari arah Surabaya menuju Solo dan sebaliknya. Proy...
EVALUASI TATA HIJAU JALUR HIJAU JALAN KOTA PEKANBARU
EVALUASI TATA HIJAU JALUR HIJAU JALAN KOTA PEKANBARU
Jalur hijau kota Pekanbaru didominasi penanaman pohon dengan berbagai macam bentuk tajuk dan juga penanaman perdu dan penutup tanah dengan berbagai macam pola. Evaluasi terhadap ta...
PENGARUH BEBAN BERLEBIH TERHADAP UMUR RENCANA PERKERASAN JALAN (STUDI KASUS RUAS JALAN JENDERAL SOEDIRMAN SOKARAJA)
PENGARUH BEBAN BERLEBIH TERHADAP UMUR RENCANA PERKERASAN JALAN (STUDI KASUS RUAS JALAN JENDERAL SOEDIRMAN SOKARAJA)
Jalan Jenderal Soedirman Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah mmerupakan jalur utama yang menghubungkan beberapa provinsi, kota dan kabupaten. Jalan tersebut banyak dilalui kendaraan be...
PERENCANAAN PERKERASAN JALAN RAYA CARIU KM BDG 79 – KM BDG 81 MENGGUNAKAN METODE PERENCANAAN PERKERASAN JALAN BETON SEMEN PD T-14-2003
PERENCANAAN PERKERASAN JALAN RAYA CARIU KM BDG 79 – KM BDG 81 MENGGUNAKAN METODE PERENCANAAN PERKERASAN JALAN BETON SEMEN PD T-14-2003
Seiring dengan perkembangan kebutuhan manusia, maka semakin banyak barang dan kebutuhan yang harus di distribusikan dari suatu daerah ke daerah lainnya, para penyedia jasa angkutan...

