Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Mendorong perubahan sikap perokok aktif melalui komunikasi kesehatan yang efektif

View through CrossRef
Background: The communication model that has been implemented for patients at the Batin Manguang Tanggamus Hospital until now has not yet given a comprehensive effect on patients who are still actively smoking, in fact, there are still patients who are still actively smoking.Purpose: To find out the effectiveness of the health communication model in encouraging changes in the attitude of active smokersMethod: Quantitative research design using quasi-experimental. The population is outpatients (internal medicine) who are still actively smoking in RSUD Batin Manguang, the number of samples is 30 participants who are grouped into 3 groups and each group contains 10 participants. The intervention of each group is different, namely by doing linear communication intervention, interactional communication intervention, and transactional communication intervention. Univariate data analysis used the mean (mean), median, minimum and maximum values and standard deviation (standard deviation) of attitudes, the bivariate analysis used t-test, and multivariate analysis used One way ANOVA.Results: There are differences in attitudes who underwent linear communication intervention, interactional communication intervention, and transactional communication intervention. Based on multivariate analysis with ANOVA, it was found that there was no dominant communication on changes in the attitude of hypertensive patients who smoked.Conclusion: There are differences in attitude values after the intervention of linear communication, interactional communication, and transactional communication with a p-value <0.05. And there is no communication intervention model that is the most dominant towards changing attitudes of hypertensive patients who smoke (p-value > 0.05).Suggestion: For health workers at Batin Mangunan Hospital, Tanggamus Regency, can apply linear communication interventions, interactional communication interventions, and transactional communication interventions in order to change the behavior who are still smoking. In addition, health workers evaluate the communication interventions that have been implemented in hospitals.Keywords: Health communication; Linear communication; Interactional communication; Transactional communication; Attitude; active smokers.Pendahuluan: Model komunikasi yang diimplementasikan kepada pasien di RSUD Batin Mangunang Tanggamus sampai saat ini masih belum memberikan efek secara menyeluruh kepada pasien yang masih aktif merokok, faktanya masih ditemukan pasien yang masih aktif merokok.Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas model komunikasi kesehatan dalam mendorong perubahan sikap perokok aktifMetode: Kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan quasi eksperimen. Populasinya pasien rawat jalan (penyakit dalam/  internal medicine) yang masih aktif merokok di RSUD Batin Mangunang, jumlah sampel sebanyak 30 partisipan yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok dan masing-masing kelompok berisi 10 partisipan. Intervensi setiap kelompok berbeda-beda yaitu dengan  dilakukan intervensi komunikasi linier, intervensi komunikasi interaksional dan intervensi komunikasi transaksional. Analisis data univariat menggunakan nilai rata-rata (mean), nilai tengah (median), nilai minimum dan maksimum serta simpangan baku (standar deviasi) sikap, analisis bivariat menggunakan uji t dan analisis multivariat menggunakan One way anova.Hasil: Terdapat perbedaan sikap yang dilakukan intervensi komunikasi linier, intervensi komunikasi interaksional dan intervensi komunikasi transaksional.Berdasarkan analisis multivariat dengan annova, maka diperoleh hasil bahwa tidak ada komunikasi yang dominaterhadap perubahan sikap pasien , yang merokok.Simpulan: Ada perbedaan nilai sikap setelah intervensi komunikasi linier, komunikasi interaksional dan komunikasi transaksional dengan hasil p-value <0.05. Dan tidak ada model intervensi komunikasi yang paling dominan terhadap perubahan sikap (p-value > 0.05).Saran: Bagi petugas kesehatan di RSUD Batin Mangunang Kabupaten Tanggamus dapat menerapkan semua model dalam rangka merubah perilaku pasien perokok aktif. Selain itu petugas kesehatan melakukan evaluasi terhadap intervensi komunikasi yang selama ini telah diterapkan di rumah sakit.
Title: Mendorong perubahan sikap perokok aktif melalui komunikasi kesehatan yang efektif
Description:
Background: The communication model that has been implemented for patients at the Batin Manguang Tanggamus Hospital until now has not yet given a comprehensive effect on patients who are still actively smoking, in fact, there are still patients who are still actively smoking.
Purpose: To find out the effectiveness of the health communication model in encouraging changes in the attitude of active smokersMethod: Quantitative research design using quasi-experimental.
The population is outpatients (internal medicine) who are still actively smoking in RSUD Batin Manguang, the number of samples is 30 participants who are grouped into 3 groups and each group contains 10 participants.
The intervention of each group is different, namely by doing linear communication intervention, interactional communication intervention, and transactional communication intervention.
Univariate data analysis used the mean (mean), median, minimum and maximum values and standard deviation (standard deviation) of attitudes, the bivariate analysis used t-test, and multivariate analysis used One way ANOVA.
Results: There are differences in attitudes who underwent linear communication intervention, interactional communication intervention, and transactional communication intervention.
Based on multivariate analysis with ANOVA, it was found that there was no dominant communication on changes in the attitude of hypertensive patients who smoked.
Conclusion: There are differences in attitude values after the intervention of linear communication, interactional communication, and transactional communication with a p-value <0.
05.
And there is no communication intervention model that is the most dominant towards changing attitudes of hypertensive patients who smoke (p-value > 0.
05).
Suggestion: For health workers at Batin Mangunan Hospital, Tanggamus Regency, can apply linear communication interventions, interactional communication interventions, and transactional communication interventions in order to change the behavior who are still smoking.
In addition, health workers evaluate the communication interventions that have been implemented in hospitals.
Keywords: Health communication; Linear communication; Interactional communication; Transactional communication; Attitude; active smokers.
Pendahuluan: Model komunikasi yang diimplementasikan kepada pasien di RSUD Batin Mangunang Tanggamus sampai saat ini masih belum memberikan efek secara menyeluruh kepada pasien yang masih aktif merokok, faktanya masih ditemukan pasien yang masih aktif merokok.
Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas model komunikasi kesehatan dalam mendorong perubahan sikap perokok aktifMetode: Kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan quasi eksperimen.
Populasinya pasien rawat jalan (penyakit dalam/  internal medicine) yang masih aktif merokok di RSUD Batin Mangunang, jumlah sampel sebanyak 30 partisipan yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok dan masing-masing kelompok berisi 10 partisipan.
Intervensi setiap kelompok berbeda-beda yaitu dengan  dilakukan intervensi komunikasi linier, intervensi komunikasi interaksional dan intervensi komunikasi transaksional.
Analisis data univariat menggunakan nilai rata-rata (mean), nilai tengah (median), nilai minimum dan maksimum serta simpangan baku (standar deviasi) sikap, analisis bivariat menggunakan uji t dan analisis multivariat menggunakan One way anova.
Hasil: Terdapat perbedaan sikap yang dilakukan intervensi komunikasi linier, intervensi komunikasi interaksional dan intervensi komunikasi transaksional.
Berdasarkan analisis multivariat dengan annova, maka diperoleh hasil bahwa tidak ada komunikasi yang dominaterhadap perubahan sikap pasien , yang merokok.
Simpulan: Ada perbedaan nilai sikap setelah intervensi komunikasi linier, komunikasi interaksional dan komunikasi transaksional dengan hasil p-value <0.
05.
Dan tidak ada model intervensi komunikasi yang paling dominan terhadap perubahan sikap (p-value > 0.
05).
Saran: Bagi petugas kesehatan di RSUD Batin Mangunang Kabupaten Tanggamus dapat menerapkan semua model dalam rangka merubah perilaku pasien perokok aktif.
Selain itu petugas kesehatan melakukan evaluasi terhadap intervensi komunikasi yang selama ini telah diterapkan di rumah sakit.

Related Results

Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Merokok sudah menjadi hal lazim yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Baik itu dari kalangan anak-anak  maupun orang tua.  Banyak orang yang merokok di dekat anggota keluargany...
Analisis Perbandingan Sitomorfometrik Apusan Bukal pada Perokok dan Non Perokok
Analisis Perbandingan Sitomorfometrik Apusan Bukal pada Perokok dan Non Perokok
Abstract. Cigarettes contain harmful substances, mainly nicotine, tar and carbon monoxide (CO) which are also carc5inogenic.  Chemical substances in cigarettes can cause cellular c...
Pengembangan Model Matematika Dinamika Perokok Di Kota Bogor
Pengembangan Model Matematika Dinamika Perokok Di Kota Bogor
Masih tingginya kasus perokok di Kota Bogor menjadi alasan bagi masyarakat, praktisi kesehatan, pemerintah untuk mengambil langkah dan kebijakan yang tepat dalam mencegah meluasnya...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
PERBEDAAN DERAJAT KEASAMAN (pH) SALIVA PADA PEROKOK ELEKTRIK DAN NON-PEROKOK
PERBEDAAN DERAJAT KEASAMAN (pH) SALIVA PADA PEROKOK ELEKTRIK DAN NON-PEROKOK
Latar Belakang: Saliva merupakan suatu cairan di dalam tubuh manusia yang memiliki fungsi yang penting terhadap kesehatan rongga mulut yang dapat terpapar langsung rokok elektrik. ...
Perbedaan rerata volume ekspirasi paksa satu detik pada perokok dan bukan perokok mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara
Perbedaan rerata volume ekspirasi paksa satu detik pada perokok dan bukan perokok mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara
Rokok merupakan salah satu produk tembakau ataupun sintetisnya yang dimaksudkan untuk dibakar, dihisap ataupun dihirup asapnya. Tembakau membunuh lebih dari 7 juta manusia setiap t...
Strategi Optimal Mengurangi Jumlah Perokok Melalui Pendekatan Pemodelan Matematika dengan Metode Lagrange
Strategi Optimal Mengurangi Jumlah Perokok Melalui Pendekatan Pemodelan Matematika dengan Metode Lagrange
Merokok merupakan salah satu kegiatan yang menyebabkan masalah kesehatan yang serius bagi masyarakat, karena dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis dan ketergantungan. Selain i...
PERBEDAAN KESANGGUPAN KARDIOVASKULAR PADA KARYAWAN PRIA PEROKOK DAN NON PEROKOK DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PERBEDAAN KESANGGUPAN KARDIOVASKULAR PADA KARYAWAN PRIA PEROKOK DAN NON PEROKOK DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Aktivitas merokok merupakan salah satu faktor penyebab tingginya angka kejadian morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovaskular. Adapun proporsi karyawan perokok cukup tinggi seb...

Back to Top