Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PEMANFAATAN KULIT KOPI MENJADI BIOBRIKET

View through CrossRef
Industri kilang kopi, selain menghasilkan produk utama berupa biji kopi juga menghasilkan limbah padat berupa sekam dan kulit kopi. Limbah tersebut tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dalam bentuk briket. Pada proses pembuatan briket, dilakukan tahapan karbonisasi sehingga diperoleh pembakaran sekam dan kulit kopi menjadi arang briket. Hasil pembakaran tersebut di ayak terlebih dahulu dengan ukuran partikel yang diinginkan yaitu 0.150 mm, dan 0.180 mm. Selanjutnya arang kulit kopi yang dihasilkan dari proses karbonisasi dicampurkan dengan perekat berupa kanji dengan perbandingan perekat 5 %, 6 %, dan 7 % dari berat arang sekam dan kulit kopi yang bertujuan untuk mengikat partikel – partikel serbuk arang. Setelah itu campuran tersebut dipadatkan dan dicetak pada alat cetak. Analisa kualitatif dilakukan dengan menganalisa nilai kalor menggunakan bomb calorimetri dan kadar air. Adapun nilai kalor yang tertinggi dan kadar air didapatkan pada perbandingan 5% perekat dengan ukuran partikel 0.150 mm. Untuk sekam kopi diperoleh nilai kalor sebesar 7604.0899 cal/gr dan kadar air 15.77 %, sedangkan untuk kulit kopi diperoleh nilai kalor dengan ukuran partikel 0,150 mm dengan nilai bakar 6457.0574 cal/gr dan kadar air 12.07%. Hasil menunjukan semakin kecil ukuran partikel dan semakin sedikit perekat, maka nilai kalor semakin tinggi.Kata kunci : Kulit kopi, sekam kopi, kanji, nilai kalor, kadar air
Title: PEMANFAATAN KULIT KOPI MENJADI BIOBRIKET
Description:
Industri kilang kopi, selain menghasilkan produk utama berupa biji kopi juga menghasilkan limbah padat berupa sekam dan kulit kopi.
Limbah tersebut tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dalam bentuk briket.
Pada proses pembuatan briket, dilakukan tahapan karbonisasi sehingga diperoleh pembakaran sekam dan kulit kopi menjadi arang briket.
Hasil pembakaran tersebut di ayak terlebih dahulu dengan ukuran partikel yang diinginkan yaitu 0.
150 mm, dan 0.
180 mm.
Selanjutnya arang kulit kopi yang dihasilkan dari proses karbonisasi dicampurkan dengan perekat berupa kanji dengan perbandingan perekat 5 %, 6 %, dan 7 % dari berat arang sekam dan kulit kopi yang bertujuan untuk mengikat partikel – partikel serbuk arang.
Setelah itu campuran tersebut dipadatkan dan dicetak pada alat cetak.
Analisa kualitatif dilakukan dengan menganalisa nilai kalor menggunakan bomb calorimetri dan kadar air.
Adapun nilai kalor yang tertinggi dan kadar air didapatkan pada perbandingan 5% perekat dengan ukuran partikel 0.
150 mm.
Untuk sekam kopi diperoleh nilai kalor sebesar 7604.
0899 cal/gr dan kadar air 15.
77 %, sedangkan untuk kulit kopi diperoleh nilai kalor dengan ukuran partikel 0,150 mm dengan nilai bakar 6457.
0574 cal/gr dan kadar air 12.
07%.
Hasil menunjukan semakin kecil ukuran partikel dan semakin sedikit perekat, maka nilai kalor semakin tinggi.
Kata kunci : Kulit kopi, sekam kopi, kanji, nilai kalor, kadar air.

Related Results

Pretreatment Limbah Pengolahan Kopi Untuk Menghasilkan Biogas Pada Proses Anaerobik
Pretreatment Limbah Pengolahan Kopi Untuk Menghasilkan Biogas Pada Proses Anaerobik
Pada penelitian ini mempelajari proses pretreatment limbah pengolahan kopi untuk menghasilkan biogas pada proses anaerobik. Limbah cair pengolahan kopi merupakan limbah cair yang b...
PERANCANGAN MESIN PENGUPAS DAN PEMISAH KULIT BUAH KOPI KERING
PERANCANGAN MESIN PENGUPAS DAN PEMISAH KULIT BUAH KOPI KERING
Tujuan utama dari pembuatan mesin pengupas dan pemisah kulit buah kopi kering ini adalah untuk memenuhi kebutuhan mesin pengupas kulit kopi para petani di wilayah Magelang terutama...
ANALISIS KARAKTERISTIK FISIK BIOBRIKET DARI CAMPURAN TEMPURUNG KELAPA DAN CANGKANG PALA
ANALISIS KARAKTERISTIK FISIK BIOBRIKET DARI CAMPURAN TEMPURUNG KELAPA DAN CANGKANG PALA
Biobriket dipandang sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan. Dengan demikian, telah banyak dikembangkan biobriket dengan berbagai komposisi. Biobriket berupa arang yang dib...
Sejarah Kopi Kapal Api
Sejarah Kopi Kapal Api
Kopi Kapal Api telah ada sejak zaman penjajahan Belanda datang ke Indonesia. Sebelumnya, perusahaan kopi Kapal Api didirikan, pada tahun 1927, tiga orang bersaudara yaitu Go Soe Lo...
PENERAPAN SOP PENGOLAHAN KOPI GULA AREN, KOPI DURIAN, DAN KOPI AVOCADO INSTAN DI UMKM KOPI LAMPUNG NUSANTARA
PENERAPAN SOP PENGOLAHAN KOPI GULA AREN, KOPI DURIAN, DAN KOPI AVOCADO INSTAN DI UMKM KOPI LAMPUNG NUSANTARA
Semakin banyak kedai kopi yang berkembang di Bandar Lampung membuat bisnis kopi menjadi lebih baik. Hal ini menyebabkan pasar kopi menjadi semakin bersaing, dan produsen kopi membu...
PERANCANGAN MESIN PENGUPAS KULIT KOPI BASAH
PERANCANGAN MESIN PENGUPAS KULIT KOPI BASAH
Kopi merupakan minuman terlaris di kalangan komunitas teratas dan merupakan minuman terlaris. Sipirok, suatu tempat penghasil kopi terbesar dibagian Sumatera Utara dan kopinya suda...

Back to Top