Javascript must be enabled to continue!
DEIKSIS PERSONA BAHASA JAWA RAGAM NGOKO DAN KRAMA DALAM UCAPAN IDUL FITRI DI DETIKJATIM
View through CrossRef
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan pronomina persona bahasa Jawa ragam ngoko dan krama ucapan Idul Fitri dalam berita online Detikjatim tahun 2023. Dengan metode deskriptif kualitatif, peneliti mendeskripsikan data berupa tuturan atau ucapan selamat lebaran yang merujuk pada teori utama oleh Rahyono yang meneliti tentang ekspresi deiktis bahasa Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa pronomina persona ragam ngoko dan krama digunakan. Pronomina persona pertama, terikat, dan gabungan terdapat dalam ragam ngoko, sedangkan pronomina persona pertama, kedua dan gabungan dan terikat terdapat dalam ragam krama. Penggunaan kedua ragam tersebut masih kerap digunakan dalam bahasa Jawa dengan melibatkan tingkat tuturan para partisipan yang masih memandang status sosial sebagai sesuatu yang perlu dipertimbangkan. Ketika seorang pembicara memiliki status sosial yang sama dengan lawan bicaranya, ragam ngoko maupun krama menjadi pilihan sebagai wujud keakraban. Pada saat status sosial seseorang lebih superior terhadap lawan bicaranya yang inferior, ragam ngoko-lah yang digunakan. Sebaliknya, ketika si pembicara lebih rendah status sosialnya, maka ia akan menggunakan ragam krama untuk menunjukkan kesantunan terhadap lawan tuturnya.ABSTRACT This research is aimed to know the use of ngoko and krama personal pronoun of Javanese language in uttering Eid Al-Fitr at online news Detikjatim on 2023. By applying descriptive qualitative method, the researcher described the data in utterances by using Rahyono’s theory about Javanese deictic expression. The results showed that some of personal pronouns of the ngoko and krama variety are used. First personal pronoun, bound personal pronoun, and the combination of some pronouns are used in ngoko, while first, second personal pronoun, and the bound and combination of pronouns are used in krama. The use of both varieties (ngoko and krama) was commonly used in Javanese language by considering the speech level of the participants by looking at the social status. When someone has the same social status with his/ or her interlocutors, ngoko and krama were used to show the closeness. Ngoko was also used when someone’s social status was higher to show superiority. While krama was used when someone’s social status was lower rather than his or her interlocutors to show respect and politeness.
Title: DEIKSIS PERSONA BAHASA JAWA RAGAM NGOKO DAN KRAMA DALAM UCAPAN IDUL FITRI DI DETIKJATIM
Description:
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan pronomina persona bahasa Jawa ragam ngoko dan krama ucapan Idul Fitri dalam berita online Detikjatim tahun 2023.
Dengan metode deskriptif kualitatif, peneliti mendeskripsikan data berupa tuturan atau ucapan selamat lebaran yang merujuk pada teori utama oleh Rahyono yang meneliti tentang ekspresi deiktis bahasa Jawa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa pronomina persona ragam ngoko dan krama digunakan.
Pronomina persona pertama, terikat, dan gabungan terdapat dalam ragam ngoko, sedangkan pronomina persona pertama, kedua dan gabungan dan terikat terdapat dalam ragam krama.
Penggunaan kedua ragam tersebut masih kerap digunakan dalam bahasa Jawa dengan melibatkan tingkat tuturan para partisipan yang masih memandang status sosial sebagai sesuatu yang perlu dipertimbangkan.
Ketika seorang pembicara memiliki status sosial yang sama dengan lawan bicaranya, ragam ngoko maupun krama menjadi pilihan sebagai wujud keakraban.
Pada saat status sosial seseorang lebih superior terhadap lawan bicaranya yang inferior, ragam ngoko-lah yang digunakan.
Sebaliknya, ketika si pembicara lebih rendah status sosialnya, maka ia akan menggunakan ragam krama untuk menunjukkan kesantunan terhadap lawan tuturnya.
ABSTRACT This research is aimed to know the use of ngoko and krama personal pronoun of Javanese language in uttering Eid Al-Fitr at online news Detikjatim on 2023.
By applying descriptive qualitative method, the researcher described the data in utterances by using Rahyono’s theory about Javanese deictic expression.
The results showed that some of personal pronouns of the ngoko and krama variety are used.
First personal pronoun, bound personal pronoun, and the combination of some pronouns are used in ngoko, while first, second personal pronoun, and the bound and combination of pronouns are used in krama.
The use of both varieties (ngoko and krama) was commonly used in Javanese language by considering the speech level of the participants by looking at the social status.
When someone has the same social status with his/ or her interlocutors, ngoko and krama were used to show the closeness.
Ngoko was also used when someone’s social status was higher to show superiority.
While krama was used when someone’s social status was lower rather than his or her interlocutors to show respect and politeness.
Related Results
Analisis Deiksis dalam Dialog Film Dua Hati Biru Karya Gina S. Noer Berdasarkan Kajian Pragmatik
Analisis Deiksis dalam Dialog Film Dua Hati Biru Karya Gina S. Noer Berdasarkan Kajian Pragmatik
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan jenis serta bentuk deiksis yang terdapat dalam dialog film Dua Hati Biru karya Gina S. Noer berdasarkan perspektif p...
DEIXIS IN THE CARTOON MOVIE “COCO (2017)”: PRAGMATICS ANALYSIS
DEIXIS IN THE CARTOON MOVIE “COCO (2017)”: PRAGMATICS ANALYSIS
Penelitian ini berjudul Deiksis dalam Film Kartun "Coco (2017)": Analisis Pragmatik.Deiksis merupakan bagian dari pragmatik yang membahas tentang ungkapan atau konteksdalam sebuah ...
ANALISIS PERBEDAAN RETURN SAHAM SEBELUM & SESUDAH HARI RAYA IDUL FITRI DAN IDUL ADHA
ANALISIS PERBEDAAN RETURN SAHAM SEBELUM & SESUDAH HARI RAYA IDUL FITRI DAN IDUL ADHA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan return saham sebelum dan sesudah hari raya idul fitri serta idul adha pada Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pada periode ...
Penggunaan Aspek Deiksis dalam Filem Hikayat Merong Mahawangsa
Penggunaan Aspek Deiksis dalam Filem Hikayat Merong Mahawangsa
Deiksis merupakan cara sesuatu bahasa diperkatakan dan cara bahasa tersebut melengkapi konteks ujaran (Levinson, 1983). Kajian mengenai deiksis dalam filem masih tidak banyak dan b...
ANALISIS KOREOGRAFI TARI PEUMULIA JAMEE CIPTAAN YUSLIZAR SEBAGAI TARI PENYAMBUTAN DI SANGGAR CUT NYAK DHIEN PROVINSI ACEH
ANALISIS KOREOGRAFI TARI PEUMULIA JAMEE CIPTAAN YUSLIZAR SEBAGAI TARI PENYAMBUTAN DI SANGGAR CUT NYAK DHIEN PROVINSI ACEH
Tujuan penelitian ini mengkaji tentang analisis koreografi Tari Peumulia Jamee diciptaan Yulizar, seorang koreografer yang berasal dari Sanggar Cut Nyak Dhien Banda Aceh. Tari ini ...
Analisis Deiksis Dalam Novel “Teluk Alaska” Karya Eka Aryani
Analisis Deiksis Dalam Novel “Teluk Alaska” Karya Eka Aryani
Deiksis yang ada dalam novel “Teluk Alaska” Karya Eka Aryani yaitu deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana, deiksis sosial. Deiksis persona yaitu topeng, ber...
ANALISIS DEIKSIS DALAM NOVEL TELUK ALASKA KARYA EKA ARYANI
ANALISIS DEIKSIS DALAM NOVEL TELUK ALASKA KARYA EKA ARYANI
Deiksis yang ada dalam novel “Teluk Alaska” Karya Eka Aryani yaitu deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana, deiksis sosial. Deiksis persona yaitu topeng, ber...
ANALISIS PENGGUNAAN DEIKSIS PERSONA, TEMPAT, DAN WAKTU DALAM KARANGAN NARASI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 SATU ATAP SUNGGAL TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017
ANALISIS PENGGUNAAN DEIKSIS PERSONA, TEMPAT, DAN WAKTU DALAM KARANGAN NARASI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 SATU ATAP SUNGGAL TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis deiksis persona,tempat, dan waktu yang terdapat dalam karangan narasi siswa kelas VIIISMP Negeri 4 Satu Atap Sunggal, (2) ...

