Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH WAKTU PEMANASAN TERHADAP AKTIVITASANTIOKSIDANDAN DAYA TERIMA SELAI BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus)

View through CrossRef
Buah naga merah memiliki kandungan senyawa biokatif yang tinggi antara lain betasianin dan antosianin yang merupakan antioksidan terbaik dari kelas flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan daya terima panelis terhadap selai buah naga merah. Proses pembuatan selai buah naga merah setiap perlakuan adalah memanaskan buah naga merah masing-masing perlakuan 500 g dan dipanaskan sampai mendidih dengan api sedang selama 30 menit  kemudian ditambahkan gula pasir (200 g) tiap perlakuan sampai mendidih dengan waktu  berbeda masing-masing selama 5 menit, 10 menit, 15 menit, 20 menit dan 25 menit suhu 90-100ºC atau total pemanasan masing-masing 35; 40; 45; 50; dan 55 menit. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah RAL dengan ulangan 3 kali untuk tiap perlakuan. Parameter yang diuji antara lain kadar air, kadar gula total, aktivitas antioksidan dan sifat organoleptik adalah  warna,  tekstur/kekentalan dan kesukaan. Pengujian organoleptik secara Scoring different test dan Hedonic scale test. Panelis yang digunakan 30 panelis.Hasil penelitian meliputi analisis kimia pada selai buah naga merah berturut-turut Kadar air sebagai berikut 35,5%; 34,29%; 30,38; 26,73; dan 25,11%. Aktivitas antioksidan (%RSA) sebagai berikut 60,57; 56,58; 54,51; 50,56 dan 50,19. Kadar gula total sebagai berikut 49,32%; 56,60%; 58,37%; 60,89; dan 69,33%. Hasil uji organoleptik terhadap Selai buah naga merah, panelis menyatakan  suka skor (4,6) terhadap selai buah naga merah dengan pemasakan 45 menit dengan warna merah keunguan/pink  skor (3,45) dan tekstur kompak dan liat  skor (3,9).
Title: PENGARUH WAKTU PEMANASAN TERHADAP AKTIVITASANTIOKSIDANDAN DAYA TERIMA SELAI BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus)
Description:
Buah naga merah memiliki kandungan senyawa biokatif yang tinggi antara lain betasianin dan antosianin yang merupakan antioksidan terbaik dari kelas flavonoid.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan daya terima panelis terhadap selai buah naga merah.
Proses pembuatan selai buah naga merah setiap perlakuan adalah memanaskan buah naga merah masing-masing perlakuan 500 g dan dipanaskan sampai mendidih dengan api sedang selama 30 menit  kemudian ditambahkan gula pasir (200 g) tiap perlakuan sampai mendidih dengan waktu  berbeda masing-masing selama 5 menit, 10 menit, 15 menit, 20 menit dan 25 menit suhu 90-100ºC atau total pemanasan masing-masing 35; 40; 45; 50; dan 55 menit.
Rancangan percobaan yang dilakukan adalah RAL dengan ulangan 3 kali untuk tiap perlakuan.
Parameter yang diuji antara lain kadar air, kadar gula total, aktivitas antioksidan dan sifat organoleptik adalah  warna,  tekstur/kekentalan dan kesukaan.
Pengujian organoleptik secara Scoring different test dan Hedonic scale test.
Panelis yang digunakan 30 panelis.
Hasil penelitian meliputi analisis kimia pada selai buah naga merah berturut-turut Kadar air sebagai berikut 35,5%; 34,29%; 30,38; 26,73; dan 25,11%.
Aktivitas antioksidan (%RSA) sebagai berikut 60,57; 56,58; 54,51; 50,56 dan 50,19.
Kadar gula total sebagai berikut 49,32%; 56,60%; 58,37%; 60,89; dan 69,33%.
Hasil uji organoleptik terhadap Selai buah naga merah, panelis menyatakan  suka skor (4,6) terhadap selai buah naga merah dengan pemasakan 45 menit dengan warna merah keunguan/pink  skor (3,45) dan tekstur kompak dan liat  skor (3,9).

Related Results

Pengaruh Penambahan Kacang Merah pada Produk Selai Cokelat Terhadap Daya Terima Konsumen
Pengaruh Penambahan Kacang Merah pada Produk Selai Cokelat Terhadap Daya Terima Konsumen
Penelitian ini bertujan untuk menganalisis pengaruh penambahan kacang merah pada produk selai cokelat terhadap daya terima konsumen dengan melakukan uji kesukaan dengan menggunakan...
Stabilitas Formulasi Gel Ekstrak Buah Naga
Stabilitas Formulasi Gel Ekstrak Buah Naga
Tanaman buah yang berpotensi sebagai bahan obat adalah buah naga. Buah naga dapat mengobati berbagai macam penyakit diantaranya adalah penyeimbang kadar gula darah, pencegah kanker...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
EFEK EKSTRAK AIR KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP AKTIVITAS TABIR SURYA ETILHEKSIL METOKSISINAMAT
EFEK EKSTRAK AIR KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP AKTIVITAS TABIR SURYA ETILHEKSIL METOKSISINAMAT
Etilheksil metoksisinamat atau oktil metoksisinamat merupakan senyawa yang sering digunakan sebagai bahan tabir surya. Namun demikian bahan tabir surya ini memiliki kelemahan karen...
Strategi Pengembangan Komoditi Lokal Buah Naga berbasis Agribisnis di Kabupaten Soppeng
Strategi Pengembangan Komoditi Lokal Buah Naga berbasis Agribisnis di Kabupaten Soppeng
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi dalam pengembangan komoditi buah naga (Dragon Fruit) berbasis agribisnis di Kabupaten Soppeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ...
Daya Terima Panelis dan Karakterisasi Selai Kulit Pisang Kepok dengan Penambahan Pisang Ambon
Daya Terima Panelis dan Karakterisasi Selai Kulit Pisang Kepok dengan Penambahan Pisang Ambon
Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca forma typical) merupakan hasil samping dari pisang kepok yang digunakan oleh industri pangan. Saat ini kulit pisang kepok belum banyak dimanfaa...
UMUR SIMPAN DAN KESUKAAN PERMEN JELLY EKSTRAK DAGING DAN KULIT BUAH NAGA
UMUR SIMPAN DAN KESUKAAN PERMEN JELLY EKSTRAK DAGING DAN KULIT BUAH NAGA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan umur simpan dan daya terima permen jelly yang dibuat dari ekstrak daging buah naga merah dan ekstrak kulit buah naga merah. Me...
REVIEW ARTIKEL BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI ANTIOKSIDAN ALAMI
REVIEW ARTIKEL BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI ANTIOKSIDAN ALAMI
Polusi udara terus meningkat setiap tahun sementara fast food menjadi sumber energi yang kurang baik bagi tubuh. Polusi udara dan fast food dapat memicu pembentukan radikal bebas y...

Back to Top