Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

UMUR SIMPAN DAN KESUKAAN PERMEN JELLY EKSTRAK DAGING DAN KULIT BUAH NAGA

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan umur simpan dan daya terima permen jelly yang dibuat dari ekstrak daging buah naga merah dan ekstrak kulit buah naga merah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan acak lengkap (RAL). Uji umur simpan dilakukan oleh 5 orang panelis tidak terlatih selama 72 hari melalui pengamatan terhadap pertumbuhan jamur, perubahan rasa, aroma, dan warna. Data umur simpan dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antarperlakuan. Uji daya terima dilakukan dengan uji hedonik oleh 50 panelis tidak terlatih pada aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa, kemudian dianalisis menggunakan uji T (t-test) untuk melihat perbedaan tingkat kesukaan panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan jamur lebih cepat terjadi pada permen jelly ekstrak daging buah naga, sedangkan perubahan rasa dan warna lebih cepat pada permen jelly ekstrak kulit buah naga. Perubahan aroma pada kedua perlakuan terjadi pada waktu yang sama. Uji ANAVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada beberapa parameter umur simpan, sedangkan hasil uji T memperlihatkan adanya perbedaan signifikan pada seluruh aspek daya terima. Nilai rata-rata warna (6,43), aroma (6,33), tekstur (6,17), dan rasa (6,21) pada permen jelly ekstrak daging buah naga lebih tinggi dibandingkan dengan nilai pada permen jelly ekstrak kulit buah naga merah, masing-masing 5,72; 5,91; 5,78; dan 5,77. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permen jelly ekstrak daging buah naga merah memiliki umur simpan yang relatif lebih singkat, namun lebih disukai panelis dibandingkan permen jelly ekstrak kulit buah naga merah. Kata Kunci: Umur Simpan, Kesukaan, Permen Jelly, Buah Naga
Title: UMUR SIMPAN DAN KESUKAAN PERMEN JELLY EKSTRAK DAGING DAN KULIT BUAH NAGA
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan umur simpan dan daya terima permen jelly yang dibuat dari ekstrak daging buah naga merah dan ekstrak kulit buah naga merah.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan acak lengkap (RAL).
Uji umur simpan dilakukan oleh 5 orang panelis tidak terlatih selama 72 hari melalui pengamatan terhadap pertumbuhan jamur, perubahan rasa, aroma, dan warna.
Data umur simpan dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antarperlakuan.
Uji daya terima dilakukan dengan uji hedonik oleh 50 panelis tidak terlatih pada aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa, kemudian dianalisis menggunakan uji T (t-test) untuk melihat perbedaan tingkat kesukaan panelis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan jamur lebih cepat terjadi pada permen jelly ekstrak daging buah naga, sedangkan perubahan rasa dan warna lebih cepat pada permen jelly ekstrak kulit buah naga.
Perubahan aroma pada kedua perlakuan terjadi pada waktu yang sama.
Uji ANAVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada beberapa parameter umur simpan, sedangkan hasil uji T memperlihatkan adanya perbedaan signifikan pada seluruh aspek daya terima.
Nilai rata-rata warna (6,43), aroma (6,33), tekstur (6,17), dan rasa (6,21) pada permen jelly ekstrak daging buah naga lebih tinggi dibandingkan dengan nilai pada permen jelly ekstrak kulit buah naga merah, masing-masing 5,72; 5,91; 5,78; dan 5,77.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permen jelly ekstrak daging buah naga merah memiliki umur simpan yang relatif lebih singkat, namun lebih disukai panelis dibandingkan permen jelly ekstrak kulit buah naga merah.
Kata Kunci: Umur Simpan, Kesukaan, Permen Jelly, Buah Naga.

Related Results

Kajian proporsi rumput laut dan kulit buah naga terhadap mutu permen jelly
Kajian proporsi rumput laut dan kulit buah naga terhadap mutu permen jelly
Tubuh kita bisa mengalami kenaikan berat badan akibat kurang serat. Berdasarkan Riskesdas (2013) proporsi penduduk ≥ 10 tahun yang kurang makan sayur dan buah adalah 93,5%. Rumpu...
Pengaruh Waktu Pengeringan dan Volume Larutan Buah Jeruk dalam Pembuatan Permen Jelly
Pengaruh Waktu Pengeringan dan Volume Larutan Buah Jeruk dalam Pembuatan Permen Jelly
Teknologi pembuatan produk permen mempunyai aspek seni yang lebih besar dibanding dengan pengolahan pangan modern lainnya. Kombinasi ilmu pengetahuan dan seni dilakukan untuk memod...
PENENTUAN SPF (SUN PROTECTION FACTOR) EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
PENENTUAN SPF (SUN PROTECTION FACTOR) EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
Tabir surya merupakan sediaan kosmetika yang digunakan dengan maksud melindungi kulit dari paparan sinar matahari dengan cara memantulkan, sehingga dapat mencegah terjadinya ganggu...
EFEK EKSTRAK AIR KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP AKTIVITAS TABIR SURYA ETILHEKSIL METOKSISINAMAT
EFEK EKSTRAK AIR KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP AKTIVITAS TABIR SURYA ETILHEKSIL METOKSISINAMAT
Etilheksil metoksisinamat atau oktil metoksisinamat merupakan senyawa yang sering digunakan sebagai bahan tabir surya. Namun demikian bahan tabir surya ini memiliki kelemahan karen...
FORMULASI SABUN MANDI PADAT DARI EKSTRAK LIMBAH KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus Costaricensis)
FORMULASI SABUN MANDI PADAT DARI EKSTRAK LIMBAH KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus Costaricensis)
ABSTRAK Kulit yang bersih, sehat merupakan dambaan hampir semua wanita. Semakin bertambahnya usia kulit cenderung semakin tidak sehat dan kusam. Antioksidan merupakan “pema...
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...

Back to Top