Javascript must be enabled to continue!
Nietzsche Untuk Para Tenaga Kerja Indonesia
View through CrossRef
Abstraksi
Nietzsche tidak bicara mengenai persoalan Buruh atau Tenaga Kerja Indonesia. Ia seorang perantau yang bicara tentang figur tuan dan budak. Ia bermigrasi karena kreativitas dan bukan dikendalikan ressentiment atas rasa sakitnya. Ia menyadari keterbatasannya di depan realitas-kaotis namun tidak mendendam dan reaktif terhadapnya. Nietzsche afirmatif untuk semua peristiwa yang ia alami. Amor fati itu membebaskan Nietzsche dari dekadensi dan inferiority complex. Kisah perantauan Nietzsche paralel dengan perantauan para pekerja migran. Kesamaan itu secara arbiterer mendorong adanya komparasi. Dorongan itu dinilai urgen karena para pekerja masih bermigrasi dengan motif dendam pada realitas, serta inferior dengan sebutan Tenaga Kerja Indonesia. Nomenklatur TKI cenderung melecehkan martabat para pekerja karena menonjolkan dikotomi otot dan pemikiran. Dalam dikotomi itu nilai jual para pekerja sebagai komoditas dihubungkan dengan otot. Maka penyiksaan yang kerap dialami para pekerja dianggap sebagai agon dan kontraksi untuk kebugaran otot. Negativitas yang dialami para pekerja perlu dipulihkan. Referensi yang cocok sebagai rujukan pemulihan ialah kisah perantauan Nietzsche.
Kata Kunci: Tuan-Budak, ressentiment, afirmatif, kaotis, amor fati, great reason, small reason, realitas.
Universitas Katolik Widya Mandira
Title: Nietzsche Untuk Para Tenaga Kerja Indonesia
Description:
Abstraksi
Nietzsche tidak bicara mengenai persoalan Buruh atau Tenaga Kerja Indonesia.
Ia seorang perantau yang bicara tentang figur tuan dan budak.
Ia bermigrasi karena kreativitas dan bukan dikendalikan ressentiment atas rasa sakitnya.
Ia menyadari keterbatasannya di depan realitas-kaotis namun tidak mendendam dan reaktif terhadapnya.
Nietzsche afirmatif untuk semua peristiwa yang ia alami.
Amor fati itu membebaskan Nietzsche dari dekadensi dan inferiority complex.
Kisah perantauan Nietzsche paralel dengan perantauan para pekerja migran.
Kesamaan itu secara arbiterer mendorong adanya komparasi.
Dorongan itu dinilai urgen karena para pekerja masih bermigrasi dengan motif dendam pada realitas, serta inferior dengan sebutan Tenaga Kerja Indonesia.
Nomenklatur TKI cenderung melecehkan martabat para pekerja karena menonjolkan dikotomi otot dan pemikiran.
Dalam dikotomi itu nilai jual para pekerja sebagai komoditas dihubungkan dengan otot.
Maka penyiksaan yang kerap dialami para pekerja dianggap sebagai agon dan kontraksi untuk kebugaran otot.
Negativitas yang dialami para pekerja perlu dipulihkan.
Referensi yang cocok sebagai rujukan pemulihan ialah kisah perantauan Nietzsche.
Kata Kunci: Tuan-Budak, ressentiment, afirmatif, kaotis, amor fati, great reason, small reason, realitas.
Related Results
Analisis Biaya pada Implementasi Resource Leveling Tenaga Kerja
Analisis Biaya pada Implementasi Resource Leveling Tenaga Kerja
Proyek konstruksi merupakan pekerjaan yang bersifat kompleks dalam jangka waktu tertentu dengan melibatkan banyak sumber daya material, peralatan, metode, dana, dan tenaga kerja. T...
PREVENÇÃO DA TROMBOSE VENOSA PROFUNDA NA GRAVIDEZ PELA ENFERMAGEM NA APS
PREVENÇÃO DA TROMBOSE VENOSA PROFUNDA NA GRAVIDEZ PELA ENFERMAGEM NA APS
PREVENÇÃO DA TROMBOSE VENOSA PROFUNDA NA GRAVIDEZ PELA ENFERMAGEM NA APS
Danilo Hudson Vieira de Souza1
Priscilla Bárbara Campos
Daniel dos Santos Fernandes
RESUMO
A gravidez ...
ANALISIS KARAKTERISTIK PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA PERHOTELAN DI KOTA BAUBAUSTUDI KASUS HOTEL BERBINTANG
ANALISIS KARAKTERISTIK PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA PERHOTELAN DI KOTA BAUBAUSTUDI KASUS HOTEL BERBINTANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tenaga kerja pada hotel berbintang di Kota Baubau. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan metode ...
ANALISIS PENYERAPAN TENAGA KERJA UMKM DI PROVINSI JAMBI
ANALISIS PENYERAPAN TENAGA KERJA UMKM DI PROVINSI JAMBI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penyerapan tenaga kerja UMKM di Provinsi Jambi, menganalisis pengaruh modal kerja, nilai produksi, tingkat upah minimum dan...
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, PELAKSANAAN K3, DAN TENAGA KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, PELAKSANAAN K3, DAN TENAGA KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA
Human resources play a significant role in an industry. In the implementation of the construction process or the process of building high-rise buildings, safety and health in const...
PERLINDUNGAN HAK JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI PIHAK YANG TIDAK MENYELENGGARAKAN JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA
PERLINDUNGAN HAK JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI PIHAK YANG TIDAK MENYELENGGARAKAN JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perlindungan hak jaminan sosial tenaga kerja dan penerapan sanksi bagi para pihak yang tidak menyelenggarakan jaminan s...
PENCURAHAAN TENAGA KERJA PADA USAHATANI WORTEL (Studi Kasus : Desa Serdang Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara)
PENCURAHAAN TENAGA KERJA PADA USAHATANI WORTEL (Studi Kasus : Desa Serdang Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pencurahaan tenaga kerja dalam keluarga dan tenaga kerja luar keluarga serta untuk mengetahui tingkat optimasi pencurahaan te...
Perlindungan Hukum Terhadap Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri
Perlindungan Hukum Terhadap Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri
Tenaga Kerja Indonesia yang selanjutnya disebut dengan TKI adalah setiap warga negara Indonesia yang memenuhi syarat untuk bekerja di luar negeri dalam hubungan kerja untuk jangka ...

