Javascript must be enabled to continue!
PERSEPSI PASIEN TERHADAP PERAN APOTEKER DALAM PELAYANAN KIE DI RSUD BANGGAI LAUT 2025
View through CrossRef
Peran apoteker dalam pelayanan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) sangat penting dalam menjamin penggunaan obat yang aman dan efektif serta meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi. Keberhasilan pelayanan KIE tidak hanya ditentukan oleh kompetensi apoteker, tetapi juga oleh persepsi pasien terhadap peran apoteker sebagai komunikator, informan klinis, dan edukator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan persepsi pasien terhadap apoteker dalam pelayanan KIE di instalasi farmasi RSUD Kabupaten Banggai Laut.
Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah 91 pasien rawat jalan berusia ≥19 tahun yang telah menerima pelayanan kefarmasian minimal dua kali dan bersedia berpartisipasi dengan menandatangani informed consent. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden, peran apoteker, dan persepsi pasien, serta analisis inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan antara peran apoteker dan persepsi pasien, dengan tingkat signifikansi p < 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pasien terhadap peran apoteker dalam pelayanan KIE sebagian besar tergolong positif, dengan persentase tertinggi pada aspek komunikator (98,90%), diikuti informan klinis (97,70%) dan edukator (96,80%). Penilaian terhadap peran apoteker sendiri juga tergolong baik, dengan nilai 84,80% pada aspek komunikator, 84,61% pada informan klinis, dan 84,06% pada edukator. Berdasarkan uji Wilcoxon Signed Rank Test (Z = −8,294; p < 0,001), terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi pasien dan penilaian peran apoteker. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu peran apoteker dalam pelayanan KIE tergolong baik, sedangkan persepsi pasien terhadap peran apoteker tergolong positif.
Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta
Title: PERSEPSI PASIEN TERHADAP PERAN APOTEKER DALAM PELAYANAN KIE DI RSUD BANGGAI LAUT 2025
Description:
Peran apoteker dalam pelayanan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) sangat penting dalam menjamin penggunaan obat yang aman dan efektif serta meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi.
Keberhasilan pelayanan KIE tidak hanya ditentukan oleh kompetensi apoteker, tetapi juga oleh persepsi pasien terhadap peran apoteker sebagai komunikator, informan klinis, dan edukator.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan persepsi pasien terhadap apoteker dalam pelayanan KIE di instalasi farmasi RSUD Kabupaten Banggai Laut.
Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional.
Subjek penelitian adalah 91 pasien rawat jalan berusia ≥19 tahun yang telah menerima pelayanan kefarmasian minimal dua kali dan bersedia berpartisipasi dengan menandatangani informed consent.
Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden, peran apoteker, dan persepsi pasien, serta analisis inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan antara peran apoteker dan persepsi pasien, dengan tingkat signifikansi p < 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pasien terhadap peran apoteker dalam pelayanan KIE sebagian besar tergolong positif, dengan persentase tertinggi pada aspek komunikator (98,90%), diikuti informan klinis (97,70%) dan edukator (96,80%).
Penilaian terhadap peran apoteker sendiri juga tergolong baik, dengan nilai 84,80% pada aspek komunikator, 84,61% pada informan klinis, dan 84,06% pada edukator.
Berdasarkan uji Wilcoxon Signed Rank Test (Z = −8,294; p < 0,001), terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi pasien dan penilaian peran apoteker.
Kesimpulan pada penelitian ini yaitu peran apoteker dalam pelayanan KIE tergolong baik, sedangkan persepsi pasien terhadap peran apoteker tergolong positif.
Related Results
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
EVALUASI KEBERLANJUTAN PERIKANAN GURITA DENGAN INDIKATOR EAFM (ECOSYSTEM APPROACH TO FISHERIES MANAGEMENT) DI KABUPATEN BANGGAI LAUT
EVALUASI KEBERLANJUTAN PERIKANAN GURITA DENGAN INDIKATOR EAFM (ECOSYSTEM APPROACH TO FISHERIES MANAGEMENT) DI KABUPATEN BANGGAI LAUT
ABSTRACTOctopus production data show that catch in Banggai Laut waters is decreasing. In addition, some destructive or illegal fishing gear such as spears, bombs and poisons are s...
Karakteristik Fisikokimia Pati Ubi Banggai (Dioscorea alata)
Karakteristik Fisikokimia Pati Ubi Banggai (Dioscorea alata)
Ubi Banggai merupakan ubi khas dari Kepulauan Banggai, dengan jumlah varietas yang banyak. Ubi Banggai merupakan sumber karbohidrat yang salah satu komponen penyusunnya adalah pati...
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKIT TINGGI
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKIT TINGGI
Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kefarmasian karena mencerminkan kesesuaian antara harapan pasien dengan pelayanan yang diterima. Penelitian...
Representasi Identitas Masyarakat Laut dalam Kumpulan Cerita Pendek Nelayan Itu Berhenti Melaut
Representasi Identitas Masyarakat Laut dalam Kumpulan Cerita Pendek Nelayan Itu Berhenti Melaut
Kumpulan cerpen Nelayan itu Berhenti Melaut karya Safar Banggai merupakan kumpulan dari 12 cerpen yang hampir seluruhnya erat dengan latar laut dan kemaritiman. Penceritaan yang di...
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN OLEH APOTEKER DI PUSKESMAS X TANGERANG SELATAN
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN OLEH APOTEKER DI PUSKESMAS X TANGERANG SELATAN
Pelayanan kefarmasian merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mencegah, serta mengatasi masalah terkait obat dan kesehatan. Dalam upaya meningkatkan m...
Analisis Kebutuhan Formulasi Kebijakan Program Pengembangan Karier Apoteker Non Aparatur Sipil Negara
Analisis Kebutuhan Formulasi Kebijakan Program Pengembangan Karier Apoteker Non Aparatur Sipil Negara
Derajat kesehatan masyarakat ditentukan oleh kualitas pelayanan kesehatan. WHO menyatakan bahwa 80% keberhasilan pelayanan kesehatan sangat ditentukan oleh kuantitas dan kualitas S...
faktor faktor kepuasan pasien terhadap proses keperawatan
faktor faktor kepuasan pasien terhadap proses keperawatan
Pelayanan keperawatan yang berkualitas menjadi faktor penentu tingkat kepuasan pasien. Pelayanan keperawatan yang diberikan semakin baik akan meningkatkan kepuasan pasien. Pelayana...

