Javascript must be enabled to continue!
DISORGANISASI SOSIAL TENAGA KERJA VIETNAM DI JEPANG
View through CrossRef
<p><em>Japan is one of the most powerful economies in the world. A high economy makes the lives of Japanese residents happier, the proof that crime cases in Japan is low. Crime’s can be caused by various factors and can be committed by anyone, indigenous people, or immigrants. Japan, which incidentally has a good economy condition, will certainly attract people from all over the world to come to Japan, as workers, students, or as tourists. From that many immigrants, not all of them obey the rules in Japan, few of them commit crimes. Immigrants who commit crimes come from various countries, but the most significant are immigrants from Vietnam. The number of Vietnamese immigrants who commit crimes in Japan is relatively increasing every year. The purpose of this study is to analyze the phenomenon of increasing crime committed by Vietnamese immigrants using the perspective of social disorganization and the concept of poverty, a concept from Anthony Giddens. This research is a qualitative descriptive research using literature study method. The results of the analysis show that the unstable economy in the country of origin and the large number of Japanese companies investing in Vietnam have made many parents send their children to work in Japan. Sometimes because of the strong desire of parents who are not balanced with the mental maturity of the child. Mental instability triggers people to do things that are forbidden. Differences in norms, economics, and high socio-cultural differences between Vietnam and Japan also led to social disorganization.</em></p><p><strong><em>Keywords: Vietnamese Crime; Japan; Social Disorganization; The Concept of Poverty</em></strong></p><p><strong><em> </em></strong></p><p><strong>Abstrak</strong></p><p>Jepang adalah salah satu negara dengan perekonomian yang kuat di dunia. Perekonomian yang tinggi membuat kehidupan penduduk Jepang lebih bahagia, ini terbukti dengan jumlah kasus kejahatan di Jepang yang rendah. Kasus kejahatan bisa disebabkan oleh berbagai faktor dan bisa dilakukan oleh siapa saja, warga pribumi, maupun warga pendatang. Jepang yang notabene memiliki kondisi perekonomian yang bagus tentu akan menarik minat warga dari berbagai penjuru dunia untuk datang ke Jepang, sebagai pekerja, pelajar, maupun sebagai wisatawan. Dari sekian banyak pendatang tersebut tidak semuanya mematuhi peraturan yang ada di Jepang, beberapa dari mereka ada yang melakukan kejahatan. Pendatang yang melakukan kejahatan berasal dari berbagai negara, namun yang paling signifikan adalah pendatang dari Vietnam. Jumlah pendatang Vietnam yang melakukan kejahatan di Jepang semakin meningkat setiap tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa fenemona meningkatnya kriminalitas yang dilakukan oleh pendatang Vietnam menggunakan perspektif disorganisasi sosial dan konsep <em>poverty</em> atau kemiskinan, suatu konsep dari Anthony Giddens. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa perekonomian yang tidak stabil di negara asal dan banyaknya perusahaan Jepang yang berinvestasi di Vietnam membuat banyak orang tua menyuruh anaknya bekerja di Jepang. Kadang karena keinginan keras dari orang tua yang tidak diimbangi dengan kematangan mental anak. Mental yang tidak stabil memicu orang untuk melakukan hal yang dilarang. Perbedaan norma, ekonomi, dan sosial budaya yang tinggi antara Vietnam dan Jepang juga menyebabkan terjadinya disorganisasi sosial.</p><strong>Kata Kunci: Kejahatan Orang Vietnam; Jepang; Disorganisasi Sosial, Konsep <em>Poverty</em></strong>
Title: DISORGANISASI SOSIAL TENAGA KERJA VIETNAM DI JEPANG
Description:
<p><em>Japan is one of the most powerful economies in the world.
A high economy makes the lives of Japanese residents happier, the proof that crime cases in Japan is low.
Crime’s can be caused by various factors and can be committed by anyone, indigenous people, or immigrants.
Japan, which incidentally has a good economy condition, will certainly attract people from all over the world to come to Japan, as workers, students, or as tourists.
From that many immigrants, not all of them obey the rules in Japan, few of them commit crimes.
Immigrants who commit crimes come from various countries, but the most significant are immigrants from Vietnam.
The number of Vietnamese immigrants who commit crimes in Japan is relatively increasing every year.
The purpose of this study is to analyze the phenomenon of increasing crime committed by Vietnamese immigrants using the perspective of social disorganization and the concept of poverty, a concept from Anthony Giddens.
This research is a qualitative descriptive research using literature study method.
The results of the analysis show that the unstable economy in the country of origin and the large number of Japanese companies investing in Vietnam have made many parents send their children to work in Japan.
Sometimes because of the strong desire of parents who are not balanced with the mental maturity of the child.
Mental instability triggers people to do things that are forbidden.
Differences in norms, economics, and high socio-cultural differences between Vietnam and Japan also led to social disorganization.
</em></p><p><strong><em>Keywords: Vietnamese Crime; Japan; Social Disorganization; The Concept of Poverty</em></strong></p><p><strong><em> </em></strong></p><p><strong>Abstrak</strong></p><p>Jepang adalah salah satu negara dengan perekonomian yang kuat di dunia.
Perekonomian yang tinggi membuat kehidupan penduduk Jepang lebih bahagia, ini terbukti dengan jumlah kasus kejahatan di Jepang yang rendah.
Kasus kejahatan bisa disebabkan oleh berbagai faktor dan bisa dilakukan oleh siapa saja, warga pribumi, maupun warga pendatang.
Jepang yang notabene memiliki kondisi perekonomian yang bagus tentu akan menarik minat warga dari berbagai penjuru dunia untuk datang ke Jepang, sebagai pekerja, pelajar, maupun sebagai wisatawan.
Dari sekian banyak pendatang tersebut tidak semuanya mematuhi peraturan yang ada di Jepang, beberapa dari mereka ada yang melakukan kejahatan.
Pendatang yang melakukan kejahatan berasal dari berbagai negara, namun yang paling signifikan adalah pendatang dari Vietnam.
Jumlah pendatang Vietnam yang melakukan kejahatan di Jepang semakin meningkat setiap tahun.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa fenemona meningkatnya kriminalitas yang dilakukan oleh pendatang Vietnam menggunakan perspektif disorganisasi sosial dan konsep <em>poverty</em> atau kemiskinan, suatu konsep dari Anthony Giddens.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi pustaka.
Hasil analisis menunjukkan bahwa perekonomian yang tidak stabil di negara asal dan banyaknya perusahaan Jepang yang berinvestasi di Vietnam membuat banyak orang tua menyuruh anaknya bekerja di Jepang.
Kadang karena keinginan keras dari orang tua yang tidak diimbangi dengan kematangan mental anak.
Mental yang tidak stabil memicu orang untuk melakukan hal yang dilarang.
Perbedaan norma, ekonomi, dan sosial budaya yang tinggi antara Vietnam dan Jepang juga menyebabkan terjadinya disorganisasi sosial.
</p><strong>Kata Kunci: Kejahatan Orang Vietnam; Jepang; Disorganisasi Sosial, Konsep <em>Poverty</em></strong>.
Related Results
Analisis Biaya pada Implementasi Resource Leveling Tenaga Kerja
Analisis Biaya pada Implementasi Resource Leveling Tenaga Kerja
Proyek konstruksi merupakan pekerjaan yang bersifat kompleks dalam jangka waktu tertentu dengan melibatkan banyak sumber daya material, peralatan, metode, dana, dan tenaga kerja. T...
PERLINDUNGAN HAK JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI PIHAK YANG TIDAK MENYELENGGARAKAN JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA
PERLINDUNGAN HAK JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAGI PIHAK YANG TIDAK MENYELENGGARAKAN JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perlindungan hak jaminan sosial tenaga kerja dan penerapan sanksi bagi para pihak yang tidak menyelenggarakan jaminan s...
Biodiversity potential and scientific basis for conservation in the Song Hinh - Tay Hoa area, Dak Lak province, Vietnam
Biodiversity potential and scientific basis for conservation in the Song Hinh - Tay Hoa area, Dak Lak province, Vietnam
The Song Hinh - Tay Hoa area harbors exceptional ecological and biodiversity values. Two characteristic forest ecosystems are represented: lowland and mid-montane evergreen tropica...
PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
Jepang merupakan sebuah negara yang terletak di Asia bagian Timur. Negara ini merupakan salah satu negara maju yang memiliki banyak sekali inovasi dalam teknologi maupun budaya. Je...
ANALISIS KARAKTERISTIK PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA PERHOTELAN DI KOTA BAUBAUSTUDI KASUS HOTEL BERBINTANG
ANALISIS KARAKTERISTIK PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA PERHOTELAN DI KOTA BAUBAUSTUDI KASUS HOTEL BERBINTANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tenaga kerja pada hotel berbintang di Kota Baubau. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan metode ...
ANALISIS PENYERAPAN TENAGA KERJA UMKM DI PROVINSI JAMBI
ANALISIS PENYERAPAN TENAGA KERJA UMKM DI PROVINSI JAMBI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penyerapan tenaga kerja UMKM di Provinsi Jambi, menganalisis pengaruh modal kerja, nilai produksi, tingkat upah minimum dan...
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, PELAKSANAAN K3, DAN TENAGA KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, PELAKSANAAN K3, DAN TENAGA KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA
Human resources play a significant role in an industry. In the implementation of the construction process or the process of building high-rise buildings, safety and health in const...
PENCURAHAAN TENAGA KERJA PADA USAHATANI WORTEL (Studi Kasus : Desa Serdang Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara)
PENCURAHAAN TENAGA KERJA PADA USAHATANI WORTEL (Studi Kasus : Desa Serdang Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pencurahaan tenaga kerja dalam keluarga dan tenaga kerja luar keluarga serta untuk mengetahui tingkat optimasi pencurahaan te...

