Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Di Desa Pandau Jaya

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) di Desa Pandau Jaya dan mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya. SDGs merupakan agenda global yang bertujuan untuk mengatasi berbagai masalah pembangunan, termasuk kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Dalam konteks Desa Pandau Jaya, ditemukan beberapa fenomena yang menghambat implementasi SDGs terutama pada Goals ke-17 Kemitraan Untuk Pembangunan Desa, antara lain kurangnya sumber daya, dana, dan partisipasi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan di desa, termasuk kepala desa, perangkat desa, dan perwakilan masyarakat. Selain itu, dilakukan observasi langsung dan analisis dokumen terkait pelaksanaan program SDGs di desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SDGs di Desa Pandau Jaya, pada Goals ke-17 Kemitraan Untuk Pembangunan Desa belum berjalan maksimal. Kurangnya sumber daya dan dana menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan program ini dan inisiatif yang terkait dengan SDGs. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam mendukung dan berkontribusi terhadap pencapaian tujuan-tujuan SDGs masih rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya sosialisasi dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya SDGs.
Title: Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Di Desa Pandau Jaya
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) di Desa Pandau Jaya dan mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya.
SDGs merupakan agenda global yang bertujuan untuk mengatasi berbagai masalah pembangunan, termasuk kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.
Dalam konteks Desa Pandau Jaya, ditemukan beberapa fenomena yang menghambat implementasi SDGs terutama pada Goals ke-17 Kemitraan Untuk Pembangunan Desa, antara lain kurangnya sumber daya, dana, dan partisipasi masyarakat.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan di desa, termasuk kepala desa, perangkat desa, dan perwakilan masyarakat.
Selain itu, dilakukan observasi langsung dan analisis dokumen terkait pelaksanaan program SDGs di desa tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SDGs di Desa Pandau Jaya, pada Goals ke-17 Kemitraan Untuk Pembangunan Desa belum berjalan maksimal.
Kurangnya sumber daya dan dana menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan program ini dan inisiatif yang terkait dengan SDGs.
Selain itu, partisipasi masyarakat dalam mendukung dan berkontribusi terhadap pencapaian tujuan-tujuan SDGs masih rendah.
Hal ini disebabkan oleh kurangnya sosialisasi dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya SDGs.

Related Results

Optimalisasi Jumlah Bus Trans Metro Pekanbaru Trayek Pandau - Pelita Pantai
Optimalisasi Jumlah Bus Trans Metro Pekanbaru Trayek Pandau - Pelita Pantai
Pekanbaru termasuk kategori pertumbuhan penduduknya tertinggi di  Provinsi Riau, menurut Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Pekanbaru tahun 2015 penduduk Pekanbaru mengalami...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
POTENSI DESA JATIROKE SEBAGAI DESA WISATA
POTENSI DESA JATIROKE SEBAGAI DESA WISATA
Desa Jatiroke selama perkembangannya hingga saat ini mempunyai beberapa masalah. Yang pertama adalah belum dikelolanya berbagai potensi desa yang sebenarnya dapat dikembangkan deng...
PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI DESA TEBO JAYA 1990-2010
PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI DESA TEBO JAYA 1990-2010
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kebangkitan kembali aktivitas penanaman kelapa sawit di Desa Tebo jaya periode 1990-2010 serta pengaruhnya terhadap ekonomi pedu...
Penguatan Kelembagaan Desa dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Penguatan Kelembagaan Desa dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Penelitian yang dilaksanakan di kabupaten Kampar, Provinsi Riau, dimana fokus penelitian mengkaji tentang penguatan kelembagaan desa dalam mempersiapkan pelaksanaan musrenbang desa...

Back to Top