Javascript must be enabled to continue!
PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI DESA TEBO JAYA 1990-2010
View through CrossRef
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kebangkitan kembali aktivitas penanaman kelapa sawit di Desa Tebo jaya periode 1990-2010 serta pengaruhnya terhadap ekonomi peduduk dan kontribusinya bagi Desa Tebo Jaya. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode sejarah meliputi tahapan heuriristik, kritik, intepretasi dan histografi. Sumber sejarah yang di gunakan berupa arsip lokal dan wawancara serta literatur tertulis. Arsip lokal antara lain arsip Desa Tebo Jaya arsip kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang dan arsip dinas perkebunan provinsi jambi. Wawancara di lakukan dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan perkebunan kelapa sawit di Desa Tebo jaya, mulai dari pamerintahan desa, petani sekaligus pemilik kebun kelapa sawit, pemanen dan pegawai dinas perkebunan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan ekonomi anatar alain untuk mengetahui pendapatan atau keuntungan petani. Dari penjualan buah kelapa sawit dan upah yang di terima oleh pemanen dan buruh. Selain itu ada juga pendekatan sosiologi untuk melihat hubungan antara interaksi sosial anatara sesama petani sekaligus pemilik kebun kelapa sawit petani dan pedagang perantara. Hasil penelitian menunjukan bahwa perkebunan dan penanaman kebun kelepa sawit di Desa Tebo Jaya masih bersipat tradisional dan beskala kecil namun aktivitas ini tetap memberikan pengaruh positif bagi kehidupan penduduk terutama bagi mereka yang terlibat di dalam nya. Pengaruh tersebut antara lain dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus pemilik kebun kelapa sawit dan pemanen dan menciptakan lapangan kerja baru sehingga dapat mengurangi pengangguran di Desa Tebo Jaya.Kata Kunci: Sejarah, Perkebunan Kelapa Sawit, Desa Tebo AbstractThis study aims to describe the revival of oil palm planting activities in Tebo Jaya Village for the period 1990-2010 and its impact on the economy of the population and its contribution to Tebo Jaya Village. The research method used is the historical method including the heuristic, criticism, intepretation and histographic stages. Historical sources used are in the form of local archives and interviews and written literature. Local archives include the Tebo Jaya Village archive, the Limbur Lubuk Mengkuang sub-district archive and the Jambi provincial plantation service archive. Interviews were conducted with parties related to oil palm plantations in Tebo Jaya Village, ranging from village administrators, farmers as well as oil palm plantation owners, harvesters and plantation officials. The approach used is an economic approach among other things to determine the income or profit of farmers. From the sale of oil palm fruit and the wages received by harvesters and laborers. In addition, there is also a sociological approach to see the relationship between social interactions between farmers and owners of oil palm plantations, farmers and intermediary traders. The results showed that the plantation and planting of oil palm plantations in Tebo Jaya Village were still traditional and small-scale, but this activity still had a positive influence on the lives of the population, especially those involved in it. These influences include improving the welfare of farmers as well as oil palm plantation owners and harvesters and creating new jobs so as to reduce unemployment in Tebo Jaya Village.Keywords: History, Oil Palm Plantation, Tebo Village
Universitas Batanghari Jambi
Title: PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI DESA TEBO JAYA 1990-2010
Description:
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kebangkitan kembali aktivitas penanaman kelapa sawit di Desa Tebo jaya periode 1990-2010 serta pengaruhnya terhadap ekonomi peduduk dan kontribusinya bagi Desa Tebo Jaya.
Metode penelitian yang di gunakan adalah metode sejarah meliputi tahapan heuriristik, kritik, intepretasi dan histografi.
Sumber sejarah yang di gunakan berupa arsip lokal dan wawancara serta literatur tertulis.
Arsip lokal antara lain arsip Desa Tebo Jaya arsip kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang dan arsip dinas perkebunan provinsi jambi.
Wawancara di lakukan dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan perkebunan kelapa sawit di Desa Tebo jaya, mulai dari pamerintahan desa, petani sekaligus pemilik kebun kelapa sawit, pemanen dan pegawai dinas perkebunan.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan ekonomi anatar alain untuk mengetahui pendapatan atau keuntungan petani.
Dari penjualan buah kelapa sawit dan upah yang di terima oleh pemanen dan buruh.
Selain itu ada juga pendekatan sosiologi untuk melihat hubungan antara interaksi sosial anatara sesama petani sekaligus pemilik kebun kelapa sawit petani dan pedagang perantara.
Hasil penelitian menunjukan bahwa perkebunan dan penanaman kebun kelepa sawit di Desa Tebo Jaya masih bersipat tradisional dan beskala kecil namun aktivitas ini tetap memberikan pengaruh positif bagi kehidupan penduduk terutama bagi mereka yang terlibat di dalam nya.
Pengaruh tersebut antara lain dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus pemilik kebun kelapa sawit dan pemanen dan menciptakan lapangan kerja baru sehingga dapat mengurangi pengangguran di Desa Tebo Jaya.
Kata Kunci: Sejarah, Perkebunan Kelapa Sawit, Desa Tebo AbstractThis study aims to describe the revival of oil palm planting activities in Tebo Jaya Village for the period 1990-2010 and its impact on the economy of the population and its contribution to Tebo Jaya Village.
The research method used is the historical method including the heuristic, criticism, intepretation and histographic stages.
Historical sources used are in the form of local archives and interviews and written literature.
Local archives include the Tebo Jaya Village archive, the Limbur Lubuk Mengkuang sub-district archive and the Jambi provincial plantation service archive.
Interviews were conducted with parties related to oil palm plantations in Tebo Jaya Village, ranging from village administrators, farmers as well as oil palm plantation owners, harvesters and plantation officials.
The approach used is an economic approach among other things to determine the income or profit of farmers.
From the sale of oil palm fruit and the wages received by harvesters and laborers.
In addition, there is also a sociological approach to see the relationship between social interactions between farmers and owners of oil palm plantations, farmers and intermediary traders.
The results showed that the plantation and planting of oil palm plantations in Tebo Jaya Village were still traditional and small-scale, but this activity still had a positive influence on the lives of the population, especially those involved in it.
These influences include improving the welfare of farmers as well as oil palm plantation owners and harvesters and creating new jobs so as to reduce unemployment in Tebo Jaya Village.
Keywords: History, Oil Palm Plantation, Tebo Village.
Related Results
Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Ledakan dan Kerusakannya pada Tanaman Kelapa Sawit / Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Outbreak and Its Damage on Oil palm
Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Ledakan dan Kerusakannya pada Tanaman Kelapa Sawit / Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Outbreak and Its Damage on Oil palm
<p>Oil palm (Elaeis guineensis) is one of the major estate crops in West Papua in terms of total area and production. Thousand hectares of oil palm plantations in Manokwari, ...
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman Fungi Mikoriza Arbuskula(FMA) lahan gambut konversi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit diKotawaringin Timur. Penelit...
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Benih kelapa sawit merupakan elemen yang sangat penting dalam menentukan hasil produksi tanaman kelapa sawit. Penggunaan benih sawit berkualitas (unggul) akan memberikan produktifi...
Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit Di Kabupaten Sambas
Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit Di Kabupaten Sambas
Indonesia dikenal sebagai negara agraris sektor pertanian dan perkebunan merupakan sektor unggulan dalam meningkatkan devisa negara disamping sektor unggulan lainnya. Sektor per-ta...
Trend Produksi Dan Produktivitas Kelapa Sawit Provinsi Kalimantan Selatan
Trend Produksi Dan Produktivitas Kelapa Sawit Provinsi Kalimantan Selatan
Salah satu potensi unggulan sektor perkebunan di Kalimantan Selatan adalah kelapa sawit. Perlu pengelolaan perkebunan kelapa sawit secara efisien dengan produktivitas tinggi, sehin...
DAMPAK KELAPA SAWIT TERHADAP PEREKONOMIAN DIMASYARAKAT DI KABUPATEN ROKAN HILIR RIAU
DAMPAK KELAPA SAWIT TERHADAP PEREKONOMIAN DIMASYARAKAT DI KABUPATEN ROKAN HILIR RIAU
Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana tenaga kerja pabrik kelapa sawit dan bagaimana produtivitas petani sawit kontribusi perkebunana pabrik kelapa sawit terhadap pendapa...
PENGARUH PRODUKSI KEBUN PETANI KELAPA SAWIT RAKYAT TERHADAP KESEJAHTERAAN
PENGARUH PRODUKSI KEBUN PETANI KELAPA SAWIT RAKYAT TERHADAP KESEJAHTERAAN
Objektif Perkebunan kelapa sawit rakyat menyumbangkan 40,8 % dari total produksi kelapa sawit di indonesia, dengan demikian dari hasil bertani mampu mem...
PENERAPAN PBB P3 SEKTOR PERKEBUNAN PADA PT MADINRA INTI SAWIT
PENERAPAN PBB P3 SEKTOR PERKEBUNAN PADA PT MADINRA INTI SAWIT
PT Madinra Inti Sawit perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit, yang beralamat di Desa Sopura Kecamatan Pomala Kabupaten Kolaka. Desa Sopura ini cukup strategis de...

