Javascript must be enabled to continue!
Hipogramatik Cerita Wayang dalam Novel Amba Karya Laksmi Pamunjtak
View through CrossRef
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk hipogramatik unsur cerita wayang dalam novel Amba. Subjek penelitian berupa novel Amba karya Laksmi Pamuntjak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui analisis teks (content analysis).Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Selanjutnya keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi. Peneliti menggunakan dua keabsahan data yaitu keabsahan data teori dan keabsahan data sumber data.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif dari Milles dan Hubberman. Hasil penelitian ini sebagai berikut: hipogramtik cerita wayang ditemukan dalam novel Amba mencakup tiga bentuk yakni hipogram tokoh, hipogram karakter dan hipogram alur (jalan cerita). Hipogramtik alur mencakup dua bentuk, yaitu kisah cinta segitiga dan alur kisah cinta segitiga dalam novel Amba melibatkan tokoh Amba, Salwa, dan Bhisma yang berhipogram pada cerita wayang dengan tokoh yang sama.
Kata kunci : hipogramatik, cerita wayang, novel Amba Karya Laksmi Pamunjtak
UPT Penerbitan Universitas Jember
Title: Hipogramatik Cerita Wayang dalam Novel Amba Karya Laksmi Pamunjtak
Description:
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk hipogramatik unsur cerita wayang dalam novel Amba.
Subjek penelitian berupa novel Amba karya Laksmi Pamuntjak.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui analisis teks (content analysis).
Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi.
Selanjutnya keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi.
Peneliti menggunakan dua keabsahan data yaitu keabsahan data teori dan keabsahan data sumber data.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif dari Milles dan Hubberman.
Hasil penelitian ini sebagai berikut: hipogramtik cerita wayang ditemukan dalam novel Amba mencakup tiga bentuk yakni hipogram tokoh, hipogram karakter dan hipogram alur (jalan cerita).
Hipogramtik alur mencakup dua bentuk, yaitu kisah cinta segitiga dan alur kisah cinta segitiga dalam novel Amba melibatkan tokoh Amba, Salwa, dan Bhisma yang berhipogram pada cerita wayang dengan tokoh yang sama.
Kata kunci : hipogramatik, cerita wayang, novel Amba Karya Laksmi Pamunjtak.
Related Results
Visualisasi Wayang Beber Pacitan dalam mendukung dialog tokoh
Visualisasi Wayang Beber Pacitan dalam mendukung dialog tokoh
Abstrak Indonesia merupakan Negara yang mempunyai banyak budaya dan artefak peninggalan nenek moyang salah satu yang mendunia adalah Wayang, Wayang di Indonesia sangat banyak jenis...
WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
<p><em>The life of modern society offers a variety of entertainment media, so traditional entertainment such as wayang is no longer interesting. Some religious institut...
Wayang dalam Tari Sunda Gaya Priangan
Wayang dalam Tari Sunda Gaya Priangan
ABSTRACT This paper is a study on the potential  of puppet (wayang)  in the scope of Sundanese  culture of  Priangan subculture,  especially  dance.  Formerly  the term  ...
INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEARIFAN LOKAL NGUPAH WAYANG
INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEARIFAN LOKAL NGUPAH WAYANG
Wayang merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang ada di Bali. Sebagai sebuah kesenian wayang tentunya memiliki nilai yang sarat dengan religiusitas. Wayang merupakan kesenian yan...
Wayang Bèbèr Damarwulan
Wayang Bèbèr Damarwulan
This “Wayang Bèbèr Damarwulan” work is an interpretation of wayang bèbèr based on the creator’s experience in studying arts. This work is a wayang Bèbèr artwork using traditional p...
WAYANG BEBER KARYA PUJIANTO KASIDI STUDI BIOGRAFI DAN ESTETIKA
WAYANG BEBER KARYA PUJIANTO KASIDI STUDI BIOGRAFI DAN ESTETIKA
Penelitian ini membahas tentang biografi dan estetika wayang beber karya Pujianto Kasidi. Dalam penelitian ini menggunakan 2 pendekatan yaitu pendekatan biografi dan estetika. Biog...
Pembelajaran gamelan gender wayang pada generasi z di sanggar swasti swara denpasar (persektif pendidikan agama hindu)
Pembelajaran gamelan gender wayang pada generasi z di sanggar swasti swara denpasar (persektif pendidikan agama hindu)
Generasi muda saat ini mengalami krisis karakter yang ditandai dengan ketidakpedulian terhadap budaya sejak adanya perkembangan teknologi yang telah memasuki perkembangan era 4.0. ...
Identifikasi Cerita Rakyat Sumbawa
Identifikasi Cerita Rakyat Sumbawa
Selama ini pemerintah tampaknya hanya berusaha untuk memajukan kebudayaan nasional. Padahal pemerintah diharapkan juga menggali dan memperkenalkan kekayaan khasanah kebudayaan loka...

