Javascript must be enabled to continue!
PERUBAHAN FONETIS BAHASA JAWA STANDAR DIALEK JEMBER
View through CrossRef
Bahasa Jemberan atau bahasa Jawa dialek Jember merupakan bahasa Jawa yang memiliki kekhasan di antara dialek bahasa Jawa. Hal itu terjadi karena Jember merupakan salah satu tempat bertemunya dua etnis besar yang ada di Indonesia, yaitu suku Jawa dan suku Madura yang menghasilkan budaya baru yang dikenal dengan budaya pendalungan. Interaksi antaretnis memungkinkan terjadinya perubahan fonetis pada kosakata bahasa Jawa pada tuturan masyarakat Jember. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk perubahan fonetis bahasa Jawa standar dialek Jember dan penyebab perubahan tersebut terjadi. Metode yang digunakan adalah metode komparatif deskriptif yakni dengan mendeskripsikan perbandingan unsur fonetis yang ada di dalam bahasa Jawa standar dengan bahasa Jawa dialek Jember. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik refleksif-introspektif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat lima fonem di dalam bahasa Jawa standar yang mengalami perubahan bunyi ketika dilafalkan pada kosakata tertentu, yaitu fonem /o/, /i/, /u/, /w/, dan /p/. Penyebab perubahan fonetis tersebut diakibatkan oleh asimilasi fonemis, asimilasi bukan fonemis, dan kontraksi.
Title: PERUBAHAN FONETIS BAHASA JAWA STANDAR DIALEK JEMBER
Description:
Bahasa Jemberan atau bahasa Jawa dialek Jember merupakan bahasa Jawa yang memiliki kekhasan di antara dialek bahasa Jawa.
Hal itu terjadi karena Jember merupakan salah satu tempat bertemunya dua etnis besar yang ada di Indonesia, yaitu suku Jawa dan suku Madura yang menghasilkan budaya baru yang dikenal dengan budaya pendalungan.
Interaksi antaretnis memungkinkan terjadinya perubahan fonetis pada kosakata bahasa Jawa pada tuturan masyarakat Jember.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk perubahan fonetis bahasa Jawa standar dialek Jember dan penyebab perubahan tersebut terjadi.
Metode yang digunakan adalah metode komparatif deskriptif yakni dengan mendeskripsikan perbandingan unsur fonetis yang ada di dalam bahasa Jawa standar dengan bahasa Jawa dialek Jember.
Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik refleksif-introspektif.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat lima fonem di dalam bahasa Jawa standar yang mengalami perubahan bunyi ketika dilafalkan pada kosakata tertentu, yaitu fonem /o/, /i/, /u/, /w/, dan /p/.
Penyebab perubahan fonetis tersebut diakibatkan oleh asimilasi fonemis, asimilasi bukan fonemis, dan kontraksi.
Related Results
ANALISIS PERBANDINGAN BAHASA SUNDA DIALEK INDRAMAYU DENGAN BAHASA SUNDA DIALEK PRIANGAN
ANALISIS PERBANDINGAN BAHASA SUNDA DIALEK INDRAMAYU DENGAN BAHASA SUNDA DIALEK PRIANGAN
Penelitian ini membahas perbandingan bahasa Sunda Dialek Priangan dengan bahasa Sunda Dialek Indramayu. Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan tekn...
PEMAKAIAN DIALEK BAHASA SUMBAWA : KAJIAN ASPEK SOSIOLINGUISTIK
PEMAKAIAN DIALEK BAHASA SUMBAWA : KAJIAN ASPEK SOSIOLINGUISTIK
Mahsun (2004) membagi Bahasa Sumbawa (BS) ke dalam empat dialek, yaitu Dialek Sumbawa Besar (DSB), Dialek Taliwang (DT), Dialek Jereweh (DJ), dan Dialek Tongo (DTn). Kajian ini ber...
Analisis Dialek Dalam Bentuk Bahasa Percakapan Dalam Film “Imperfect” Karya Meira Anastasia
Analisis Dialek Dalam Bentuk Bahasa Percakapan Dalam Film “Imperfect” Karya Meira Anastasia
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan dialek dalam bentuk Bahasa percakapan yang ada di dalam film Im’Perfect karya Meisa Anastasya. Penggunaan Bahasa dialek dalam film i...
Sinonim Nomina dan Adjektiva pada Dialek O Bahasa Lampung
Sinonim Nomina dan Adjektiva pada Dialek O Bahasa Lampung
Abstrak
Bahasa Lampung memiliki dua dialek yaitu dialek A dan dialek O. Dialek bahasa Lampung dialek O berbeda dengan dialek A. Sangat terlihat pada pengucapan atau pelafala...
Distribusi dan Pemetaan Varian-Varian Bahasa Bali di Kabupaten Dompu
Distribusi dan Pemetaan Varian-Varian Bahasa Bali di Kabupaten Dompu
Makalah ini mengkaji disribusi dan pemetaan varian-varian bahasa Bali di Kabupaten Dompu dengan menggunakan pendekatan dialektologi diakronis.Ada empat kantong bahasa (enklave) yan...
LAHJAH ARABIYAH: SEBUAH STUDI DIALEKTOLOGIS
LAHJAH ARABIYAH: SEBUAH STUDI DIALEKTOLOGIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengungkapkan berbagai macam Dialek Bahasa Arab (lahjah arabiyah) secara deskriptif, apa sebab dan aspek yang melatari sehingga ...
Analisis Dialek Kelantan dan Simbol Budaya Masyarakat Dalam Telefilem Ikan Singgang Cicah Budu
Analisis Dialek Kelantan dan Simbol Budaya Masyarakat Dalam Telefilem Ikan Singgang Cicah Budu
Dialek merupakan Bahasa daerah atau setempat yang digunakan di seluruh negara. Setiap negeri mempunya dialek yang tersendiri. Walaupun Masyarakat di Malaysia mempunyai kepelbagaian...
Wae Grahe dan Wamlana: Dua Dialek Bahasa Buru dengan Daya Hidup yang Berbeda
Wae Grahe dan Wamlana: Dua Dialek Bahasa Buru dengan Daya Hidup yang Berbeda
Perubahan ekosistem linguistik dan khususnya faktor ekonomi dan marjinalisasi masyarakat pribumi yang bersifat intrinsik membawa dampak bagi situasi pergeseran bahasa. Pergeseran b...

