Javascript must be enabled to continue!
REVITALISASI: KAI MURA LE DALAM TRADISI LISAN DOLO (THE REVITALIZATION: KAI MURA LE IN THE DOLO ORAL TRADITION)
View through CrossRef
Tradisi lisan dolo merupakan tarian massal khas Lamaholot yang sarat akan kelisanan, seperti sole, oha, lili, dan dolo itu sendiri. Penelitian ini berfokus pada dolo di Pulau Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini mendeskripsikan interpretasi terhadap teks Kai Mura Le yang digunakan dalam pementasan revitalisasi sastra di Desa Horinara, Adonara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui pengamatan di lapangan, wawancara, dan studi pustaka. Penelitian ini diharapkan menjadi (1) dokumentasi sastra lisan dengan performanya dan (2) memberikan gairah baru atas konsistensi seni tradisi lisan dalam basis komunitas dengan memaksimalkan kekuatan teks sebagai garda depan dalam mengangkat isu-isu keseharian yang berpotensi sebagai sarana kontrol sosial yang berprinsip pada humanitas, holistik, tanggung jawab, dan konstektualitas.
Kata kunci: Kai Mura Le, Dolo, Epistemologi, Adonara
Dolo’s oral tradition is an authentic Lamaholot mass dance that is rich in literacy, as sole, oha, lili, and dolo itself. This research is focused on dolo at Adobara Island, East Flores, East Nusa Tenggara. The research is describing the interpretation on Kai Mura Le, the literature used on literature revitalization stage at Horinara village, Adonara. Qualitative methodology is applied by collecting data from field observation, interview, and literature study. Thus research is expected to be (1) a documentary of oral literature performance, and (2) a rejuvenated passion on oral artistic tradition in community basis by maximizing the literature’s power as the frontline in bringing everyday issues that has potential as a social control system which has humanity, holistic responsibility; and contextually in principle.
Key words: Kai Mura Le, Dolo, Epistemology, Adonara
Title: REVITALISASI: KAI MURA LE DALAM TRADISI LISAN DOLO (THE REVITALIZATION: KAI MURA LE IN THE DOLO ORAL TRADITION)
Description:
Tradisi lisan dolo merupakan tarian massal khas Lamaholot yang sarat akan kelisanan, seperti sole, oha, lili, dan dolo itu sendiri.
Penelitian ini berfokus pada dolo di Pulau Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Penelitian ini mendeskripsikan interpretasi terhadap teks Kai Mura Le yang digunakan dalam pementasan revitalisasi sastra di Desa Horinara, Adonara.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui pengamatan di lapangan, wawancara, dan studi pustaka.
Penelitian ini diharapkan menjadi (1) dokumentasi sastra lisan dengan performanya dan (2) memberikan gairah baru atas konsistensi seni tradisi lisan dalam basis komunitas dengan memaksimalkan kekuatan teks sebagai garda depan dalam mengangkat isu-isu keseharian yang berpotensi sebagai sarana kontrol sosial yang berprinsip pada humanitas, holistik, tanggung jawab, dan konstektualitas.
Kata kunci: Kai Mura Le, Dolo, Epistemologi, Adonara
Dolo’s oral tradition is an authentic Lamaholot mass dance that is rich in literacy, as sole, oha, lili, and dolo itself.
This research is focused on dolo at Adobara Island, East Flores, East Nusa Tenggara.
The research is describing the interpretation on Kai Mura Le, the literature used on literature revitalization stage at Horinara village, Adonara.
Qualitative methodology is applied by collecting data from field observation, interview, and literature study.
Thus research is expected to be (1) a documentary of oral literature performance, and (2) a rejuvenated passion on oral artistic tradition in community basis by maximizing the literature’s power as the frontline in bringing everyday issues that has potential as a social control system which has humanity, holistic responsibility; and contextually in principle.
Key words: Kai Mura Le, Dolo, Epistemology, Adonara.
Related Results
Model Revitalisasi Mantra Monda’u Masyarakat Tolaki
Model Revitalisasi Mantra Monda’u Masyarakat Tolaki
Model revitalisasi pelaksanaan tradisi bercocok tanam padi di ladang masyarakat Tolaki yakni, monda’u. Monda’u adalah salah satu bentuk tradisi lisan dan sastra lisan yang belum me...
INKULTURASI DOLO-DOLO SEBAGAI KESENIAN SEKULER KE DALAM LITURGI GEREJA KATOLIK
INKULTURASI DOLO-DOLO SEBAGAI KESENIAN SEKULER KE DALAM LITURGI GEREJA KATOLIK
Inkulturasi merupakan suatu proses penyerapan dan penglibatan unsur-unsur positif dari budaya-budaya lokal ke dalam Gereja Katolik sebagai bentuk pewartaaan kepada Tuhan. Penelitia...
MurA escape mutations uncouple peptidoglycan biosynthesis from PrkA signaling
MurA escape mutations uncouple peptidoglycan biosynthesis from PrkA signaling
Abstract
Gram-positive bacteria are protected by a thick mesh of peptidoglycan (PG) completely engulfing their cells. This PG network is the main component of the b...
The Dau Balak Tradition in Lampung Traditional Marriage Perspective Asy-Syâthibî
The Dau Balak Tradition in Lampung Traditional Marriage Perspective Asy-Syâthibî
Wedding traditions in Indonesia are very diverse, one of which is the “Dau Balak” tradition in Lampung traditi onal marriage (pepadun). “Dau Balak” are wedding expenses that must b...
Analisis kebutuhan Penanian Dolo pada upacara pemakaman di Tana Toraja
Analisis kebutuhan Penanian Dolo pada upacara pemakaman di Tana Toraja
Penanian Dolo adalah serangkaian lagu berisi nyanyian Nasrani yang konon disusun oleh para penyebar agama Kristen (Zendeling) yang disempurnakan oleh tokoh masyarakat Toraja dengan...
BUDAYA GOMO SOHO BAGI MASYARAKAT DI SUKU NGALIK DISTRIK SILIMO KABUPATEN YAHUKIMO
BUDAYA GOMO SOHO BAGI MASYARAKAT DI SUKU NGALIK DISTRIK SILIMO KABUPATEN YAHUKIMO
Dimanapun dan siapapun yang hidup di kolong langit ini telah menciptakan dan mempunyai tradisi yang lahir dan berkembang dari bahasa lisan. Pada umumnya tradisi lahir dari suatu ke...
Evaluasi Kebijakan Tujuh Gema Revitalisasi dalam Pembangunan Pertanian
Evaluasi Kebijakan Tujuh Gema Revitalisasi dalam Pembangunan Pertanian
Pertanian untuk pembangunan menjadi isu hangat sepanjang sejarah kehidupan manusia. Dalam tataran impelementasi kebijakan terutama di negara-negara berkembang sering terjadi kebija...
MANAJEMEN KOMUNIKASI DALAM PROSESI TRADISI MAPPABOTTING DESA AMPARITA KECAMATAN TELLU LIMPOE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG SULAWESI SELATAN
MANAJEMEN KOMUNIKASI DALAM PROSESI TRADISI MAPPABOTTING DESA AMPARITA KECAMATAN TELLU LIMPOE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG SULAWESI SELATAN
Tradisi perkawinan adat bugis atau yang dikenal dengan tradisi Mappabotting khususnya masyarakat Hindu Bugis memiliki beberapa tahap atau proses komunikasi. Tentunya untuk ...

