Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis kebutuhan Penanian Dolo pada upacara pemakaman di Tana Toraja

View through CrossRef
Penanian Dolo adalah serangkaian lagu berisi nyanyian Nasrani yang konon disusun oleh para penyebar agama Kristen (Zendeling) yang disempurnakan oleh tokoh masyarakat Toraja dengan cara diterjemahkan ke dalam bahasa Toraja untuk memahami makna syair nyanyian-nyanyian itu. Kedatangan Zendeling ini membawa perubahan yang signifikan bagi masyarakat Toraja. Tujuan penulisan artikel ini adalah menganalisis bentuk penyajian Penanian Dolo yang menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan musikologi yang menguraikan permasalahan sebagaimana mestinya. Penanian Dolo dalam upacara pemakaman di Tana Toraja, ditemukan bahwa bentuk penyajiannya bersifat situasional. Vokal adalah unsur utamanya, dapat dinyanyikan oleh semua kalangan tanpa memandang berbedaan gender yang sifatnya kodrati. Bentuk lagu pada sampel AB = A ( a, a’ ) B ( b, a’).Kata Kunci: Analisis Kebutuhan, Penanian Dolo, Ma’bulle Tomate, Upacara pemakaman, Tana Toraja.ANALYSIS OF PENANIAN DOLO NEEDS AT CEREMONY IN TANA TORAJAAbstractPenanian Dolo is a series of songs containing Christian songs supposedly composed by Christian preachers (Zendeling) which were perfected by Toraja community leaders by being translated into Toraja language to understand the meaning of the songs' lyrics. Zendeling's arrival brought significant changes to the Toraja people. The purpose of writing this article is to analyze the form of presentation of Penanian Dolo using a qualitative research method with a musicology approach that describes the problem properly. Performing Dolo in a funeral ceremony in Tana Toraja, it was found that the form of presentation is situational. Vocal is the main element, it can be sung by all groups regardless of gender differences that are natural. The form of the song on the sample AB = A ( a, a' ) B ( b, a').Keywords: Needs Analysis, Penanian Dolo, Ma’bulle Tomate, Ceremony, Tana Toraja
Title: Analisis kebutuhan Penanian Dolo pada upacara pemakaman di Tana Toraja
Description:
Penanian Dolo adalah serangkaian lagu berisi nyanyian Nasrani yang konon disusun oleh para penyebar agama Kristen (Zendeling) yang disempurnakan oleh tokoh masyarakat Toraja dengan cara diterjemahkan ke dalam bahasa Toraja untuk memahami makna syair nyanyian-nyanyian itu.
Kedatangan Zendeling ini membawa perubahan yang signifikan bagi masyarakat Toraja.
Tujuan penulisan artikel ini adalah menganalisis bentuk penyajian Penanian Dolo yang menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan musikologi yang menguraikan permasalahan sebagaimana mestinya.
Penanian Dolo dalam upacara pemakaman di Tana Toraja, ditemukan bahwa bentuk penyajiannya bersifat situasional.
Vokal adalah unsur utamanya, dapat dinyanyikan oleh semua kalangan tanpa memandang berbedaan gender yang sifatnya kodrati.
Bentuk lagu pada sampel AB = A ( a, a’ ) B ( b, a’).
Kata Kunci: Analisis Kebutuhan, Penanian Dolo, Ma’bulle Tomate, Upacara pemakaman, Tana Toraja.
ANALYSIS OF PENANIAN DOLO NEEDS AT CEREMONY IN TANA TORAJAAbstractPenanian Dolo is a series of songs containing Christian songs supposedly composed by Christian preachers (Zendeling) which were perfected by Toraja community leaders by being translated into Toraja language to understand the meaning of the songs' lyrics.
Zendeling's arrival brought significant changes to the Toraja people.
The purpose of writing this article is to analyze the form of presentation of Penanian Dolo using a qualitative research method with a musicology approach that describes the problem properly.
Performing Dolo in a funeral ceremony in Tana Toraja, it was found that the form of presentation is situational.
Vocal is the main element, it can be sung by all groups regardless of gender differences that are natural.
The form of the song on the sample AB = A ( a, a' ) B ( b, a').
Keywords: Needs Analysis, Penanian Dolo, Ma’bulle Tomate, Ceremony, Tana Toraja.

Related Results

DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Studi Komunikasi Budaya Masyarakat Toraja di Jakarta (Upaya Masyarakat Toraja Mempertahankan Budaya Asli)
Studi Komunikasi Budaya Masyarakat Toraja di Jakarta (Upaya Masyarakat Toraja Mempertahankan Budaya Asli)
Toraja is an area that has many unique cultures. However, over time many native Toraja people left hometown, and went to wander outside Toraja, one of which was Jakarta. The resear...
PERCEPTION OF THE LOCAL TOURIST ON RAMBU SOLO CEREMONY
PERCEPTION OF THE LOCAL TOURIST ON RAMBU SOLO CEREMONY
The Rambu Solo ceremony has its uniqueness. There are various long ritual processes so this uniqueness makes Toraja a tourist destination that is visited by many tourists with many...
Kepemimpinan Kapuangan Balusu dan Relevansinya Terhadap Peran Pandu Budaya Gereja Toraja
Kepemimpinan Kapuangan Balusu dan Relevansinya Terhadap Peran Pandu Budaya Gereja Toraja
Abstract: The Balusu are indigenous peoples who are in the kaparengesan leadership area who also apply the kapuangan leadership. This leadership model finds a unique form. In addit...
POTENSI BUDAYA SUKU TORAJA SEBAGAI DAYA TARIK WISATA PADA KABUPATEN TANA TORAJA DAN TORAJA UTARA
POTENSI BUDAYA SUKU TORAJA SEBAGAI DAYA TARIK WISATA PADA KABUPATEN TANA TORAJA DAN TORAJA UTARA
This study aims to determine the cultural potential of the Toraja tribe as a tourist attraction in Tana Toraja and North Toraja districts. With the research method using the type o...
Marriage patterns between social layers in Tana Toraja Regency
Marriage patterns between social layers in Tana Toraja Regency
This study aims to determine: 1) the differences in marriage patterns between social strata in traditional and modern times in Makale District, Tana Toraja Regency, and 2) the impa...
INKULTURASI DOLO-DOLO SEBAGAI KESENIAN SEKULER KE DALAM LITURGI GEREJA KATOLIK
INKULTURASI DOLO-DOLO SEBAGAI KESENIAN SEKULER KE DALAM LITURGI GEREJA KATOLIK
Inkulturasi merupakan suatu proses penyerapan dan penglibatan unsur-unsur positif dari budaya-budaya lokal ke dalam Gereja Katolik sebagai bentuk pewartaaan kepada Tuhan. Penelitia...

Back to Top