Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kepemimpinan Kapuangan Balusu dan Relevansinya Terhadap Peran Pandu Budaya Gereja Toraja

View through CrossRef
Abstract: The Balusu are indigenous peoples who are in the kaparengesan leadership area who also apply the kapuangan leadership. This leadership model finds a unique form. In addition, this community context is the site of the presence of the Toraja Church. So, this article aims to review the leadership model of the kapuangan Balusu and build the Toraja Church response with the perspective of the role of cultural guides that has been rolled out since the holding of the Toraja Ma’kombongan which emphasizes that there has been a shift in values ​​and meanings in various Toraja cultural practices. This meeting proposed the reinterpretation and actualization of Toraja culture. Therefore, the Toraja Church is responsible for taking on a guiding role in each of its local contexts. We want to contribute to the discourse on reinterpreting Toraja culture, specifically the kapuangan leadership model. The description of this article involves qualitative research methods, namely literature studies and interviews with traditional leaders in Balusu. In the end, this article attempts to review the kapuangan leadership model in Balusu in relation to the role of cultural guides by the Toraja Church to carry out Christian transformation. Abstrak: Balusu merupakan masyarakat adat yang berada dalam wilayah kepemimpinan kaparengesan yang juga menerapkan kepemimpinan kapuangan. Model kepemimpinan ini menemukan bentuk unik. Selain itu, konteks masyarakat ini merupakan situs kehadiran Gereja Toraja. Maka, artikel ini bertujuan untuk mengulas model kepemimpinan kapuangan Balusu dan membangun Gereja Toraja dengan perspektif peran pandu budaya yang telah digulirkan sejak diselenggarakannya Toraja Ma’kombongan yang menandaskan bahwa telah terjadi pergesaran nilai dan makna dalam berbagai pelaksanaan budaya Toraja. Pertemuan ini mengusulkan reinterpretasi dan reaktualisasi budaya Toraja. Karena itu, Gereja Toraja bertanggung jawab mengambil peran pandu di masing-masing konteks lokalnya. Kami hendak memberikan sumbangsi diskursus reinterpretasi budaya Toraja, secara khusus model kepemimpinan kapuangan di Balusu. Uraian artikel ini melibatkan metode penelitian kualitatif, yakni studi pustaka dan wawancara dengan tokoh-tokoh adat di Balusu. Pada akhirnya, artikel ini berupaya untuk mengulas model kepemimpinan kapuangan di Balusu dalam kaitannya dengan peran pandu budaya oleh Gereja Toraja untuk melakukan transformasi kristiani.
Title: Kepemimpinan Kapuangan Balusu dan Relevansinya Terhadap Peran Pandu Budaya Gereja Toraja
Description:
Abstract: The Balusu are indigenous peoples who are in the kaparengesan leadership area who also apply the kapuangan leadership.
This leadership model finds a unique form.
In addition, this community context is the site of the presence of the Toraja Church.
So, this article aims to review the leadership model of the kapuangan Balusu and build the Toraja Church response with the perspective of the role of cultural guides that has been rolled out since the holding of the Toraja Ma’kombongan which emphasizes that there has been a shift in values ​​and meanings in various Toraja cultural practices.
This meeting proposed the reinterpretation and actualization of Toraja culture.
Therefore, the Toraja Church is responsible for taking on a guiding role in each of its local contexts.
We want to contribute to the discourse on reinterpreting Toraja culture, specifically the kapuangan leadership model.
The description of this article involves qualitative research methods, namely literature studies and interviews with traditional leaders in Balusu.
In the end, this article attempts to review the kapuangan leadership model in Balusu in relation to the role of cultural guides by the Toraja Church to carry out Christian transformation.
Abstrak: Balusu merupakan masyarakat adat yang berada dalam wilayah kepemimpinan kaparengesan yang juga menerapkan kepemimpinan kapuangan.
Model kepemimpinan ini menemukan bentuk unik.
Selain itu, konteks masyarakat ini merupakan situs kehadiran Gereja Toraja.
Maka, artikel ini bertujuan untuk mengulas model kepemimpinan kapuangan Balusu dan membangun Gereja Toraja dengan perspektif peran pandu budaya yang telah digulirkan sejak diselenggarakannya Toraja Ma’kombongan yang menandaskan bahwa telah terjadi pergesaran nilai dan makna dalam berbagai pelaksanaan budaya Toraja.
Pertemuan ini mengusulkan reinterpretasi dan reaktualisasi budaya Toraja.
Karena itu, Gereja Toraja bertanggung jawab mengambil peran pandu di masing-masing konteks lokalnya.
Kami hendak memberikan sumbangsi diskursus reinterpretasi budaya Toraja, secara khusus model kepemimpinan kapuangan di Balusu.
Uraian artikel ini melibatkan metode penelitian kualitatif, yakni studi pustaka dan wawancara dengan tokoh-tokoh adat di Balusu.
Pada akhirnya, artikel ini berupaya untuk mengulas model kepemimpinan kapuangan di Balusu dalam kaitannya dengan peran pandu budaya oleh Gereja Toraja untuk melakukan transformasi kristiani.

Related Results

Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Studi Komunikasi Budaya Masyarakat Toraja di Jakarta (Upaya Masyarakat Toraja Mempertahankan Budaya Asli)
Studi Komunikasi Budaya Masyarakat Toraja di Jakarta (Upaya Masyarakat Toraja Mempertahankan Budaya Asli)
Toraja is an area that has many unique cultures. However, over time many native Toraja people left hometown, and went to wander outside Toraja, one of which was Jakarta. The resear...
KEPEMIMPINAN DEMOKRASI PADA MADRASAH
KEPEMIMPINAN DEMOKRASI PADA MADRASAH
Tujuan artikel ini untuk menjelaskan tentang kepemimpinan demokratis yang tepat untuk diterapkan di Madrasah. Masalah yang urgen di madrasah saat ini kepemimpinan belum menunjukkan...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
 A visionary church is the dream of every pastor and church congregation, but in the current reality the church is not doing what it wants and expected so that the visionary church...
Dampak Tingkat Pendidikan Teologi Pelayanan di GKII Daerah Kayan
Dampak Tingkat Pendidikan Teologi Pelayanan di GKII Daerah Kayan
Tujuan penelitian yang terkait dengan tingkat pendidikan tergambarnya paradigma umum tentang tugas dan fungsi  Pekerja Gereja dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas penatalayan ...
Kepemimpinan Dalam Gereja sebagai pelayan dan Relevansinya Di Gereja Toraja C.K Efrata Kalpataru
Kepemimpinan Dalam Gereja sebagai pelayan dan Relevansinya Di Gereja Toraja C.K Efrata Kalpataru
Abstrak : kajian dalam tulisan ini hendak membahas kepemimpinan dalam Gereja sebagai Pelayanan dan Relevansinya di Gereja Toraja C.k Efrata kalpataru, dimana suatu pelayanan sangat...
PENGARUH REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KELURAHAN BALUSU KECAMATAN BALUSU TORAJA UTARA TAHUN 2022
PENGARUH REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KELURAHAN BALUSU KECAMATAN BALUSU TORAJA UTARA TAHUN 2022
Hipertensi merupakan suatu penyakit kronis yang sering disebut silent killer, karena pada umumnya pasien tidak mengetahui bahwa pasien menderita penyakit hipertensi sebelum memerik...

Back to Top