Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT IMUNISASI, PENYAKIT INFEKSI DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI DESA MEGA TIMUR

View through CrossRef
Latar Belakang Masalah gizi pada balita merupakan salah satu isu kesehatan utama yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk imunisasi dan penyakit infeksi. Di Desa Mega Timur, cakupan imunisasi dasar lengkap menunjukkan penurunan dari 83% (2022) menjadi hanya 19,2% pada tahun 2025. Dalam kurun waktu yang sama, angka kejadian penyakit infeksi seperti ISPA dan diare tetap tinggi, bersamaan dengan meningkatnya kasus gizi kurang dan stunting pada balita. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara riwayat imunisasi dan penyakit infeksi dengan status gizi pada balita di Desa Mega Timur tahun 2025. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian ini di dilakukan Polindes Desa Mega Timur 2025. Populasi berjumlah 552 balita danSampel berjumlah 42 Responden, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan teknik analisis data menggunakan chi square. Hasil Penelitian menunjukan  sebagian dari reponden 59,5% balita memiliki status gizi kurang, sebagian dari responden 50% balita memiliki riwayat imunisasi tidak lengkap, dan sebagian dari responden 50% pernah mengalami penyakit infeksi. Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat imunisasi dengan status gizi (p value = 0,757), namun terdapat hubungan yang signifikan antara penyakit infeksi dengan status gizi (p value = 0,012). Kesimpulan Penyakit infeksi memiliki pengaruh signifikan terhadap status gizi balita, sementara riwayat imunisasi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna.
Title: HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT IMUNISASI, PENYAKIT INFEKSI DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI DESA MEGA TIMUR
Description:
Latar Belakang Masalah gizi pada balita merupakan salah satu isu kesehatan utama yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk imunisasi dan penyakit infeksi.
Di Desa Mega Timur, cakupan imunisasi dasar lengkap menunjukkan penurunan dari 83% (2022) menjadi hanya 19,2% pada tahun 2025.
Dalam kurun waktu yang sama, angka kejadian penyakit infeksi seperti ISPA dan diare tetap tinggi, bersamaan dengan meningkatnya kasus gizi kurang dan stunting pada balita.
Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara riwayat imunisasi dan penyakit infeksi dengan status gizi pada balita di Desa Mega Timur tahun 2025.
Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan cross sectional.
Lokasi penelitian ini di dilakukan Polindes Desa Mega Timur 2025.
Populasi berjumlah 552 balita danSampel berjumlah 42 Responden, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan teknik analisis data menggunakan chi square.
Hasil Penelitian menunjukan  sebagian dari reponden 59,5% balita memiliki status gizi kurang, sebagian dari responden 50% balita memiliki riwayat imunisasi tidak lengkap, dan sebagian dari responden 50% pernah mengalami penyakit infeksi.
Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat imunisasi dengan status gizi (p value = 0,757), namun terdapat hubungan yang signifikan antara penyakit infeksi dengan status gizi (p value = 0,012).
Kesimpulan Penyakit infeksi memiliki pengaruh signifikan terhadap status gizi balita, sementara riwayat imunisasi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna.

Related Results

Faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru pada anak (usia 0-14 tahun)
Faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru pada anak (usia 0-14 tahun)
Background: Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis and can affect all ages, including children. The incidence of pulmonary TB...
Frequency Of Toddler’S Visit To Posyandu And Nutritional Status Of Toddlers (BW/A, BH/A, BW/BH)
Frequency Of Toddler’S Visit To Posyandu And Nutritional Status Of Toddlers (BW/A, BH/A, BW/BH)
Latar belakang: Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) pada Tahun 2018 prevalensi balita underweight di Kabupaten Way Kanan sebesar 19,57%. Kunjungan balita ke Posyand...
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Background: Toddler's nutrition is a serious problem in several areas of Indonesia, one of them is Surabaya. In 2015 Surabaya have 513 toddlers with nutrition status below the red ...
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
Abstrak : Tuberkulosis (TB) dan stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan stunting dengan kejadian TB pada anak usia 1-59 ...
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KECAMATAN LUT TAWAR ACEH TENGAH
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KECAMATAN LUT TAWAR ACEH TENGAH
ABSTRACT  Background:  The  health  of  a  toddler  is  greatly  influenced  by  the  nutrients that  are  absorbed  into  the  body.  Lack  of  nutrients  that  are  absorbed  by ...
Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan
Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan
Stunting merupakan pertumbuhan fisik tinggi badan yang tidak normal sesuai dengan umur.  Stunting dipengaruhi oleh multifactor diantaranya adalah asupan energi, protein, status pen...

Back to Top