Javascript must be enabled to continue!
Karakterisasi dispersi padat meloksikam dengan matriks campuran PEG 6000 dan poloxamer 188 yang dibuat menggunakan metode kombinasi
View through CrossRef
Meloksikam merupakan salah satu obat golongan NSAID yang diindikasikan untuk meringankan rasa sakit dan peradangan pada penyakit rematik. Klasifikasi obat meloksikam termasuk dalam Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas II, yang memiliki kelarutan rendah dan permeabilitas tinggi, hal tersebut dapat mengakibatkan pembatasan penyerapan obat dalam tubuh. Salah satu upaya yang dilakukan pada penelitian ini untuk meningkatkan kelarutan meloksikam yaitu dengan melakukan pembentukan sistem dispersi padat meloksikam dalam campuran PEG 6000 dan poloxamer 188 pada perbandingan 99:1 dan 98:2 dengan metode kombinasi yang kemudian dibandingkan dengan campuran fisiknya pada perbandingan yang sama dan senyawa murninya. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari masing-masing sediaan tersebut. Pada hasil difraktogram menggunakan XRPD, dispersi padat dengan perbandingan 99:1 dan 98:2 menunjukkan terbentuknya puncak dengan tingkat ketajaman atau instensitas yang lebih kecil pada sudut 13,5°; 15,0°; dan 18,5°. Data termogram menggunakan DSC menunjukkan adanya penurunan derajat kristanilitas pada sistem dispersi padat dengan perbandingan 99:1 dan 98:2 yaitu pada titik lebur 56,1°C dan 55,4°C. Hasil karakterisasi dengan FT-IR menunjukkan bahwa spektra yang teridentifikasi berada pada kisaran spektra meloksikam, PEG 6000, dan poloxamer 188, Hal tersebut menunjukkan bahwa sistem dispersi padat tidak terjadi interaksi kimia antara meloksikam dengan PEG 6000 dan poloxamer 188.
Title: Karakterisasi dispersi padat meloksikam dengan matriks campuran PEG 6000 dan poloxamer 188 yang dibuat menggunakan metode kombinasi
Description:
Meloksikam merupakan salah satu obat golongan NSAID yang diindikasikan untuk meringankan rasa sakit dan peradangan pada penyakit rematik.
Klasifikasi obat meloksikam termasuk dalam Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas II, yang memiliki kelarutan rendah dan permeabilitas tinggi, hal tersebut dapat mengakibatkan pembatasan penyerapan obat dalam tubuh.
Salah satu upaya yang dilakukan pada penelitian ini untuk meningkatkan kelarutan meloksikam yaitu dengan melakukan pembentukan sistem dispersi padat meloksikam dalam campuran PEG 6000 dan poloxamer 188 pada perbandingan 99:1 dan 98:2 dengan metode kombinasi yang kemudian dibandingkan dengan campuran fisiknya pada perbandingan yang sama dan senyawa murninya.
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari masing-masing sediaan tersebut.
Pada hasil difraktogram menggunakan XRPD, dispersi padat dengan perbandingan 99:1 dan 98:2 menunjukkan terbentuknya puncak dengan tingkat ketajaman atau instensitas yang lebih kecil pada sudut 13,5°; 15,0°; dan 18,5°.
Data termogram menggunakan DSC menunjukkan adanya penurunan derajat kristanilitas pada sistem dispersi padat dengan perbandingan 99:1 dan 98:2 yaitu pada titik lebur 56,1°C dan 55,4°C.
Hasil karakterisasi dengan FT-IR menunjukkan bahwa spektra yang teridentifikasi berada pada kisaran spektra meloksikam, PEG 6000, dan poloxamer 188, Hal tersebut menunjukkan bahwa sistem dispersi padat tidak terjadi interaksi kimia antara meloksikam dengan PEG 6000 dan poloxamer 188.
Related Results
KECEPATAN PELARUTAN PIROKSIKAM HASIL PEMBENTUKAN DISPERSI PADAT DENGAN PEG 4000 DAN PEG 6000
KECEPATAN PELARUTAN PIROKSIKAM HASIL PEMBENTUKAN DISPERSI PADAT DENGAN PEG 4000 DAN PEG 6000
Latar belakang: Piroksikam merupakan obat analgetika – antipiretika dan anti inflamasi yang memiliki kelarutan dalam air sangat kecil. Mekanisme absorpsinya difusi pasif, maka kece...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Review : Metode Peningkatan Kelarutan Dengan Dispersi Padat
Review : Metode Peningkatan Kelarutan Dengan Dispersi Padat
Sistem dispersi padat adalah dispersi satu atau lebih bahan aktif pada suatu matriks atau pembawa di kondisi padatan. Dispersi padat mengarah ke kondisi padat suatu zat yang mengal...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
Peningkatan Disolusi dan Stabilitas Efavirenz Menggunakan Beberapa Metode Dispersi Padat
Peningkatan Disolusi dan Stabilitas Efavirenz Menggunakan Beberapa Metode Dispersi Padat
Efavirenz merupakan obat terapi AIDS yang memiliki beberapa bentuk polimorf. Beberapa bentuk polimorf akan memiliki perbedaan dalam disolusi dan stabiltasnya. Dispersi padat merupa...
Use of factorial design in formulation and evaluation of intrarectal in situ gel of sumatriptan
Use of factorial design in formulation and evaluation of intrarectal in situ gel of sumatriptan
The study's goal was to create an
in situ
intrarectal mucoadhesive gel of sumatriptan (SMT) combining mucoadhesive polymer (xyloglucan) ...
PEMBUATAN BATU BATA MERAH TANPA BAKAR DENGAN CAMPURAN SLUDGE (LIMBAH PADAT)
PEMBUATAN BATU BATA MERAH TANPA BAKAR DENGAN CAMPURAN SLUDGE (LIMBAH PADAT)
Abstrak: Penelitian ini mencoba alternatif guna mengurangi penggunaan tanah liat sebagai bahan baku utama dengan cara produksi tanah liat di campur limbah padat (sludge). Tujuan un...

