Javascript must be enabled to continue!
Pemanfaatan Agregat Kasar dan Halus Desa Wassu sebagai Campuran Pada Perkerasan Jalan (AC-WC)
View through CrossRef
Pemerintah Provinsi Maluku terus membangun jalan. Data 2021 menunjukkan 199,29 km jalan rusak dan 314,69 km rusak parah. Saat ini, pemerintah fokus membangun jalan di daerah kepulauan. Namun, keterbatasan material berkualitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis sifat material agregat kasar, halus Desa Wassu. Metodologi penelitian ini meliputi evaluasi sifat aspal, agregat kasar, halus, bahan pengisi, dan Marshall. Hasil penelitian menunjukkan sifat material agregat kasar dan halus telah memenuhi parameter Bina Marga tahun 2018. Hasil uji karakteristik Marshall campuran AC-WC tidak memenuhi spesifikasi kandungan aspal optimum (KAO). Dimana VIM parameter minimum 2% dan maksimum 4%. Hasil uji Marshall pada kadar aspal 4,5 senilai 18,27%. 5,5 senilai 17,45%. 6,0 senilai 17,18%. 6,5 senilai 15,53%. 7,0 senilai 13,72% dan Range nilai FVB spesifikasi yaitu minimal 65%. pada kadar aspal 4,5 senilai 26,93%. 5,0 senilai 30,58%. 5,5 senilai 33,34%. 6,0 senilai 38,37%. 6,5 senilai 43,95%. Sehingga perlu adanya penelitian lanjutan subtitusi agregat halus memakai pasir laut.
Universitas Muslim Indonesia
Title: Pemanfaatan Agregat Kasar dan Halus Desa Wassu sebagai Campuran Pada Perkerasan Jalan (AC-WC)
Description:
Pemerintah Provinsi Maluku terus membangun jalan.
Data 2021 menunjukkan 199,29 km jalan rusak dan 314,69 km rusak parah.
Saat ini, pemerintah fokus membangun jalan di daerah kepulauan.
Namun, keterbatasan material berkualitas.
Penelitian ini bertujuan menganalisis sifat material agregat kasar, halus Desa Wassu.
Metodologi penelitian ini meliputi evaluasi sifat aspal, agregat kasar, halus, bahan pengisi, dan Marshall.
Hasil penelitian menunjukkan sifat material agregat kasar dan halus telah memenuhi parameter Bina Marga tahun 2018.
Hasil uji karakteristik Marshall campuran AC-WC tidak memenuhi spesifikasi kandungan aspal optimum (KAO).
Dimana VIM parameter minimum 2% dan maksimum 4%.
Hasil uji Marshall pada kadar aspal 4,5 senilai 18,27%.
5,5 senilai 17,45%.
6,0 senilai 17,18%.
6,5 senilai 15,53%.
7,0 senilai 13,72% dan Range nilai FVB spesifikasi yaitu minimal 65%.
pada kadar aspal 4,5 senilai 26,93%.
5,0 senilai 30,58%.
5,5 senilai 33,34%.
6,0 senilai 38,37%.
6,5 senilai 43,95%.
Sehingga perlu adanya penelitian lanjutan subtitusi agregat halus memakai pasir laut.
Related Results
PERHITUNGAN KUALITAS AGREGAT MENURUT ABRASI DAN BERAT JENIS, PADA MATERIAL DESA AMBUNGAN
PERHITUNGAN KUALITAS AGREGAT MENURUT ABRASI DAN BERAT JENIS, PADA MATERIAL DESA AMBUNGAN
Pemanfaatan material lokal, walaupun mampu mengurangi biaya mobilisasi dan berkontribusi dalam peningkatan perekonomian masyarakat setempat, tetap harus lolos pengujian terhadap sp...
ANALISA TEBAL PERKERASAN JALAN DI TANJAKAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993
ANALISA TEBAL PERKERASAN JALAN DI TANJAKAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993
Perkerasan pada umumnya menggunakan bahan campuran dari aspal dan juga memiliki sifat elastis jika menerima beban di atasnya. Sampai saat ini belum ada rumus khusus yang dibuat unt...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Karakteristik Material RCA, Fly Ash, dan Agregat Alam sebagai Alternatif Material pada Campuran Perkerasan AC-BC
Karakteristik Material RCA, Fly Ash, dan Agregat Alam sebagai Alternatif Material pada Campuran Perkerasan AC-BC
Material perkerasan aspal berperan penting dalam menentukan kualitas dan daya tahan infrastruktur jalan. Lapisan AC-BC berfungsi sebagai lapisan antara untuk menyalurkan beban lalu...
ANALISA PENGGUNAAN AGREGAT KASAR DARI SUNGAI ARSE SEBAGAI CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN Hamrins
ANALISA PENGGUNAAN AGREGAT KASAR DARI SUNGAI ARSE SEBAGAI CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN Hamrins
Kebutuhan bahan bangunan untuk pekerjaan sipil terus meningkat, dalam membangun suatu struktur bangunan gedung kantor pemerintahan, ruko-ruko, perumahan, masjid, sekolahan, dan per...
PENGARUH SUBSTITUSI CANGKANG SAWIT TERHADAP KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI
PENGARUH SUBSTITUSI CANGKANG SAWIT TERHADAP KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI
Beton merupakan campuran dari agregat kasar, agregat halus, semen sebagai pengikat zat tambah dan air. Agregat kasar yang dipakai dalam campuran beton bisa berupa batu kerikil alam...
Analisa Ring Road Ngawi Sta 3+200- Sta 6+200 Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur
Analisa Ring Road Ngawi Sta 3+200- Sta 6+200 Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur
Proyek pembangunan jalan Ring Road Ngawi ini merupakan jalan alternatif untuk mengurangi kemacetan yang terjadi pada ruas jalan dari arah Surabaya menuju Solo dan sebaliknya. Proy...
Kajian Ukuran Butir Agregat Batuaspal Buton (Asbuton) Terhadap Lapisan Aspal Beton
Kajian Ukuran Butir Agregat Batuaspal Buton (Asbuton) Terhadap Lapisan Aspal Beton
Latar Belakang : Asbuton (Batuaspal Buton) merupakan campuran antara bitumen dengan bahan mineral lainnya dalam bentuk batuan, karena asbuton merupakan material yang ditemukan begi...

