Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Pemberian Bahan Organik Cair Asal Kulit Pisang dan Air Cucian Beras terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pre-nursery
View through CrossRef
Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan pada pembibitan kelapa sawit dapat diminimalisir dengan menggunakan bahan organik cair. Penggunaan bahan organik cair (BOC) asal kulit pisang dan air cucian beras bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruhnya terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre-nursery. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, pada Februari-Mei 2022. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan sembilan kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali, setiap perlakuan terdiri dari dua bibit. Perlakuan yang diuji yaitu kontrol tanpa penambahan bahan organik cair asal kulit pisang dan air cucian beras, serta kombinasi berbagai dosis BOC asal kulit pisang dan air cucian beras. Hasil percobaan menunjukkan bahwa BOC dan air cucian beras yang diberikan hanya berpengaruh nyata terhadap luas daun bibit kelapa sawit pada 1 BSP dan kandungan klorofil daun pada 3 BSP. Walaupun demikian terlihat bahwa pemberian 25 mL BOC kulit pisang/L air/tanaman yang dikombinasikan dengan 250 mL air cucian beras memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery.
Riset Perkebunan Nusantara
Title: Pengaruh Pemberian Bahan Organik Cair Asal Kulit Pisang dan Air Cucian Beras terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pre-nursery
Description:
Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan pada pembibitan kelapa sawit dapat diminimalisir dengan menggunakan bahan organik cair.
Penggunaan bahan organik cair (BOC) asal kulit pisang dan air cucian beras bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruhnya terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre-nursery.
Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, pada Februari-Mei 2022.
Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan sembilan kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali, setiap perlakuan terdiri dari dua bibit.
Perlakuan yang diuji yaitu kontrol tanpa penambahan bahan organik cair asal kulit pisang dan air cucian beras, serta kombinasi berbagai dosis BOC asal kulit pisang dan air cucian beras.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa BOC dan air cucian beras yang diberikan hanya berpengaruh nyata terhadap luas daun bibit kelapa sawit pada 1 BSP dan kandungan klorofil daun pada 3 BSP.
Walaupun demikian terlihat bahwa pemberian 25 mL BOC kulit pisang/L air/tanaman yang dikombinasikan dengan 250 mL air cucian beras memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery.
Related Results
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Tujuan dari penelitian ini adalah: memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi salah satu produk pangan tinggi kalsium yaitu berupa donat dan mengetahui formulasi tepung terigu : kuli...
RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
Kelapa sawit adalah tanaman industri/ perkebunan yang diolah sebagai penghasil bahan baku minyak masak, minyak perseroan, maupun bahan bakar. Dalam pengembangan usaha budidaya tana...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Benih kelapa sawit merupakan elemen yang sangat penting dalam menentukan hasil produksi tanaman kelapa sawit. Penggunaan benih sawit berkualitas (unggul) akan memberikan produktifi...
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pisang Raja sebagai bahan pembuatan pellet dan mengetahui bagaimana cara pembuatan pellet kulit pisang raja dan untuk menge...
Penerapan Teorema Bayes Untuk Mendiagnosa Hama dan Penyakit Pada Tanaman Kelapa Sawit
Penerapan Teorema Bayes Untuk Mendiagnosa Hama dan Penyakit Pada Tanaman Kelapa Sawit
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan tanaman perkebunan sebagai penghasil minyak. Indonesia merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Kelapa sawit tumbu...
Jamur Patogen Kelapa Sawit (Elais guineensis Jacq.) di Perkebunan Sawit Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju
Jamur Patogen Kelapa Sawit (Elais guineensis Jacq.) di Perkebunan Sawit Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju
Tanaman kelapa sawit (Elais guineensis Jacq.) adalah salah satu sumber minyak nabati yang digunakan di berbagai macam industri, baik pangan maupun non pangan akan tetapi produksi k...
Pengaruh Penggunaan Kompos Ampas Kelapa dan Poc Kulit Pisang terhadap Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.)
Pengaruh Penggunaan Kompos Ampas Kelapa dan Poc Kulit Pisang terhadap Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kompos ampas kelapa dan POC kulit pisang terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian ini dilaku...

