Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penggunaan Serat Bambu sebagai Bahan Tambah Pada Beton

View through CrossRef
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bambu terhadap beton normal. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis kuantitatif dengan eksperimen tentang penggunaan serat bambu sebagai bahan tambah pada pembuatan beton normal. Dari hasil penelitian pada ketiga kondisi dengan benda uji kubus dapat disimpulkan beton normal umur 28 hari dengan berat rata-rata 8,265 kg/m3 dengan nilai kuat tekan rata-rata yang diperoleh 27,244 Mpa. Sedangkan untuk campuran beton serat bambu 3% dengan berat rata-rata 7,991 kg/m3 dan beton serat bambu 5% dengan berat rata-rata 8,006 kg/m3 memiliki kuat tekan rata-rata sebesar 24,444 Mpa dan 22,533 Mpa. Penambahan serat bambu pada campuran beton berpengaruh pada kuat tekan beton dimana beton dengan tambahan serat bambu mengalami penurunan nilai kuat tekan, dibandingkan dengan beton normal tanpa serat bambu. Dari hasil penelitian kuat tekan beton dengan penambahan serat bambu secara keseluruhan mencapai mutu yang direncanakan. The aim of this research is to determine the effect of adding bamboo fiber to normal concrete.  The research method used is quantitative with experiments on the use of bamboo fiber as an additional material in making normal concrete.  From the results of research on the three conditions with cube test objects, it can be concluded that normal concrete is 28 days old with an average weight of 8.265 kg/m3 with an average compressive strength value of 27.244 Mpa.  Meanwhile, the 3% bamboo fiber concrete mixture with an average weight of 7.991 kg/m3 and 5% bamboo fiber concrete with an average weight of 8.006 kg/m3 have an average compressive strength of 24,444 Mpa and 22,533 Mpa.  The addition of bamboo fiber to the concrete mixture has an effect on the compressive strength of the concrete where concrete with the addition of bamboo fiber experiences a decrease in compressive strength values, compared to normal concrete without bamboo fiber.  From the research results, the compressive strength of concrete with the addition of bamboo fiber overall reached the planned quality.
Title: Penggunaan Serat Bambu sebagai Bahan Tambah Pada Beton
Description:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bambu terhadap beton normal.
Metode penelitian yang digunakan adalah jenis kuantitatif dengan eksperimen tentang penggunaan serat bambu sebagai bahan tambah pada pembuatan beton normal.
Dari hasil penelitian pada ketiga kondisi dengan benda uji kubus dapat disimpulkan beton normal umur 28 hari dengan berat rata-rata 8,265 kg/m3 dengan nilai kuat tekan rata-rata yang diperoleh 27,244 Mpa.
Sedangkan untuk campuran beton serat bambu 3% dengan berat rata-rata 7,991 kg/m3 dan beton serat bambu 5% dengan berat rata-rata 8,006 kg/m3 memiliki kuat tekan rata-rata sebesar 24,444 Mpa dan 22,533 Mpa.
Penambahan serat bambu pada campuran beton berpengaruh pada kuat tekan beton dimana beton dengan tambahan serat bambu mengalami penurunan nilai kuat tekan, dibandingkan dengan beton normal tanpa serat bambu.
Dari hasil penelitian kuat tekan beton dengan penambahan serat bambu secara keseluruhan mencapai mutu yang direncanakan.
The aim of this research is to determine the effect of adding bamboo fiber to normal concrete.
  The research method used is quantitative with experiments on the use of bamboo fiber as an additional material in making normal concrete.
  From the results of research on the three conditions with cube test objects, it can be concluded that normal concrete is 28 days old with an average weight of 8.
265 kg/m3 with an average compressive strength value of 27.
244 Mpa.
  Meanwhile, the 3% bamboo fiber concrete mixture with an average weight of 7.
991 kg/m3 and 5% bamboo fiber concrete with an average weight of 8.
006 kg/m3 have an average compressive strength of 24,444 Mpa and 22,533 Mpa.
  The addition of bamboo fiber to the concrete mixture has an effect on the compressive strength of the concrete where concrete with the addition of bamboo fiber experiences a decrease in compressive strength values, compared to normal concrete without bamboo fiber.
  From the research results, the compressive strength of concrete with the addition of bamboo fiber overall reached the planned quality.

Related Results

ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Beton merupakan material konstruksi yang bersifat getas. Kombinasinya dengan baja pada material beton bertulang menjadikan material beton yang getas getas menjadi daktail. Pada bet...
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
Pengaruh Penggunaan Serat Bambu Terhadap Kuat Tekan Beton Ringan
Pengaruh Penggunaan Serat Bambu Terhadap Kuat Tekan Beton Ringan
Beton ringan adalah beton dengan berat isi maksimum sebesar 1900 kg per M3 kering udara. Bahan pembentuk beton ringan adalah bahan perekat atau semen Agregat halus dan air. Penelit...
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
Air laut memiliki kandungan garam yang tinggi yang dapat menggerogoti kekuatan dan keawetan beton. Hal ini disebabkan klorida yang terdapat pada air laut yang merupakan garam yang ...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
Serat dalam material diartikan sebagai penguat dimana serat memiliki ukuran yang kecil namun memiliki fleksibilitas yang baik serta kekuatan dalam pembebanan yang tinggi. Dalam seg...

Back to Top