Javascript must be enabled to continue!
Memanfaatkan Limbah Pelastik Sebagai Bahan Bakar
View through CrossRef
Peningkatan jumlah penduduk akan memicu meningkatnya jumlah sampah plastik. Mayoritas masyarakat di Indonesia bahkan perusahaan-perusahaan menggunakan plastik sebagai tempat minuman, wadah berbelanja dan lain-lain[1]. Peningkatan jumlah penduduk juga memicu peningkatan pemakaian energi[2]. Konsumsi energi diberbagai sektor seperti transportasi, industri dan rumah tangga tercatat terus meningkat dengan laju pertumbuhan rata-rata pertahun 5,2%[3]. Cadangan energi nasional yang semakin menipis menimbulkan kekhawatiran akan krisis energi di massa mendatang, jika tidak ditemukan sumber-sumber energi yang baru[4][5]. Laju pertumbuhan ekonomi saat ini tidak akan berkelanjutan tanpa penghematan energi fosil seperti minyak mentah, gas alam, atau batu bara[6]. Dengan demikian umat manusia harus bergantung pada sumber energi alternatif seperti biomassa, tenaga air, energi panas bumi, energi angin, energi matahari, energi nuklir, dan lain-lain[7][8]. Di sisi lain, strategi pengelolaan limbah yang sesuai merupakan aspek penting dari pembangunan berkelanjutan[9]. Pertumbuhan tingkat kesejahteraan masyarakat modern selama beberapa dekade terakhir telah membawa peningkatan besar dalam produksi semua jenis komoditas, yang secara tidak langsung menghasilkan limbah[10][11][12]. Salah satu masalah lingkungan utama yang meresahkan masyarakat adalah limbah Polystyrene[12]. Metode konversi termal dapat digunakan untuk mengubah sampah plastik menjadi sumber energi yang bermanfaat[13]. Dalam penelitian ini, teknik pencairan menggunakan etanol sebagai pelarut digunakan untuk menghasilkan bahan bakar cair dari polistirena. Percobaan dilakukan pada suhu yang berbeda (290-370°C), etanol untuk rasio polistirena (0,25:1-4:1) dan waktu reaksi (15-75 menit) dalam reaktor batch autoklaf[14][15][16]. Setelah karakterisasi, evaluasi kuantitatif dan kualitatif produk cair; hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suhu 350°C, rasio etanol terhadap polistirena 0,5:1 dan waktu reaksi 60 menit, hasil cair tertinggi dicapai 84,7wt%[17]. Beberapa opsi yang telah dipertimbangkan untuk pengelolaan sampah plastik adalah teknik daur ulang dan pemulihan energi[18]. Namun demikian, beberapa kendala teknik daur ulang seperti kebutuhan proses pemilahan yang padat karya dan pencemaran air yang mengurangi keberlanjutan proses[19][20]. Akibatnya, konversi sampah plastik menjadi energi dikembangkan melalui kemajuan inovasi dan penelitian yang ekstensif[21][22]. Karena plastik adalah bagian dari minyak bumi, minyak yang dihasilkan melalui proses pirolisis dikatakan memiliki nilai kalor yang sangat tinggi[23]. sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif[24].
Center for Open Science
Title: Memanfaatkan Limbah Pelastik Sebagai Bahan Bakar
Description:
Peningkatan jumlah penduduk akan memicu meningkatnya jumlah sampah plastik.
Mayoritas masyarakat di Indonesia bahkan perusahaan-perusahaan menggunakan plastik sebagai tempat minuman, wadah berbelanja dan lain-lain[1].
Peningkatan jumlah penduduk juga memicu peningkatan pemakaian energi[2].
Konsumsi energi diberbagai sektor seperti transportasi, industri dan rumah tangga tercatat terus meningkat dengan laju pertumbuhan rata-rata pertahun 5,2%[3].
Cadangan energi nasional yang semakin menipis menimbulkan kekhawatiran akan krisis energi di massa mendatang, jika tidak ditemukan sumber-sumber energi yang baru[4][5].
Laju pertumbuhan ekonomi saat ini tidak akan berkelanjutan tanpa penghematan energi fosil seperti minyak mentah, gas alam, atau batu bara[6].
Dengan demikian umat manusia harus bergantung pada sumber energi alternatif seperti biomassa, tenaga air, energi panas bumi, energi angin, energi matahari, energi nuklir, dan lain-lain[7][8].
Di sisi lain, strategi pengelolaan limbah yang sesuai merupakan aspek penting dari pembangunan berkelanjutan[9].
Pertumbuhan tingkat kesejahteraan masyarakat modern selama beberapa dekade terakhir telah membawa peningkatan besar dalam produksi semua jenis komoditas, yang secara tidak langsung menghasilkan limbah[10][11][12].
Salah satu masalah lingkungan utama yang meresahkan masyarakat adalah limbah Polystyrene[12].
Metode konversi termal dapat digunakan untuk mengubah sampah plastik menjadi sumber energi yang bermanfaat[13].
Dalam penelitian ini, teknik pencairan menggunakan etanol sebagai pelarut digunakan untuk menghasilkan bahan bakar cair dari polistirena.
Percobaan dilakukan pada suhu yang berbeda (290-370°C), etanol untuk rasio polistirena (0,25:1-4:1) dan waktu reaksi (15-75 menit) dalam reaktor batch autoklaf[14][15][16].
Setelah karakterisasi, evaluasi kuantitatif dan kualitatif produk cair; hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suhu 350°C, rasio etanol terhadap polistirena 0,5:1 dan waktu reaksi 60 menit, hasil cair tertinggi dicapai 84,7wt%[17].
Beberapa opsi yang telah dipertimbangkan untuk pengelolaan sampah plastik adalah teknik daur ulang dan pemulihan energi[18].
Namun demikian, beberapa kendala teknik daur ulang seperti kebutuhan proses pemilahan yang padat karya dan pencemaran air yang mengurangi keberlanjutan proses[19][20].
Akibatnya, konversi sampah plastik menjadi energi dikembangkan melalui kemajuan inovasi dan penelitian yang ekstensif[21][22].
Karena plastik adalah bagian dari minyak bumi, minyak yang dihasilkan melalui proses pirolisis dikatakan memiliki nilai kalor yang sangat tinggi[23].
sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif[24].
Related Results
Evaluasi Pengelolaan Limbah di Pusat Riset Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi
Evaluasi Pengelolaan Limbah di Pusat Riset Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi
Penggunaan bahan kimia ataupun radioaktif pada penelitian tentunya akan menjadi limbah berbahaya dan beracun bagi lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Limbah yang dihasil...
Pengaruh pemakaian bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak
Pengaruh pemakaian bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak. Seberapa besar pengaruh pemakaian berbagai bahan bak...
ANALISA PENGARUH CAMPURAN BIOETANOL DALAM PREMIUM PADA SEPEDA MOTOR
ANALISA PENGARUH CAMPURAN BIOETANOL DALAM PREMIUM PADA SEPEDA MOTOR
Kelangkaan bahan bakar merupakan masalah yang sering terjadi dan umum di Negara Indonesia. Masalah ini adalah salah satu masalah yang sangat berdampak pada masyarakat, terutama mas...
Studi sistem bahan bakar gas pada superheater untuk pengembangan bahan bakar alternatif
Studi sistem bahan bakar gas pada superheater untuk pengembangan bahan bakar alternatif
Kebutuhan energi di Indonesia terutama penggunaan bahan bakar solar yang semakin meningkat dan emisi gas buang yang semakin tinggi menyebabkan pemanasan global merupakan permasalah...
Studi Eksplorasi Motor Bakar Berbahan Bakar Ganda dalam Upaya Mendukung Pengembangan Motor Bakar Berbahan Bakar Gas Alam
Studi Eksplorasi Motor Bakar Berbahan Bakar Ganda dalam Upaya Mendukung Pengembangan Motor Bakar Berbahan Bakar Gas Alam
ABSTRAK Penelitian mengenai eksplorasi motor bakar berbahan bakar ganda dalam upaya mendukung pengembangan motor bakar berbahan bakar gas alam telah dilaksanakan di MIDC Bandung. P...
ANALISIS PRESTASI MESIN MOTOR BAKAR DIESEL TYPE PAUSS MODEL 175 A UNTUK BAHAN BAKAR SOLAR DAN BIO SOLAR
ANALISIS PRESTASI MESIN MOTOR BAKAR DIESEL TYPE PAUSS MODEL 175 A UNTUK BAHAN BAKAR SOLAR DAN BIO SOLAR
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi energi yang dihasilkan oleh proses pembakaran yaitu kualitas dan kuantitas bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam silinder, sistem penyalaa...
DAMPAK IMPLEMENTASI GREEN SHIPPING PADA PERUSAHAAN PELAYARAN
DAMPAK IMPLEMENTASI GREEN SHIPPING PADA PERUSAHAAN PELAYARAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Green Shipping pada industri Perkapalan dan Transportasi Laut Kalimantan Timur yang sesuai aturan International Maritime Or...
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...

