Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

DAMPAK IMPLEMENTASI GREEN SHIPPING PADA PERUSAHAAN PELAYARAN

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Green Shipping pada industri Perkapalan dan Transportasi Laut Kalimantan Timur yang sesuai aturan International Maritime Organization yang dimuat dalam Marine Pollution Regulasi Annex VI. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data spesifikasi kapal TB. Rezky 27. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif yaitu mengolah data perhitungan jumlah konsumsi bahan bakar, menghitung faktor emisi, simulasi perhitungan penggunaan bahan bakar dan membandingkan biaya konsumsi bahan bakar. Hasil penelitian menemukan bahwa berdasarkan perhitungan konsumsi lima bahan bakar yang dapat digunakan kapal, bahan bakar LNG memiliki biaya konsumsi paling kecil dibanding bahan bakar lainnya namun ketersediaan LNG sebagai bahan bakar alternatif masih kurang untuk memenuhi kebutuhan industri pelayaran selanjutnya biaya konsumsi bahan bakar Solar dan HSFO (High Sulfur Fuel Oil) memiliki biaya yang kecil namun mengharuskan kapal menggunakan scrubber sehingga berdampak pada perusahaan pelayaran yang harus mengeluarkan biaya investasi untuk pembelian Scrubber. Penggunaan bahan bakar methanol sebagai bahan bakar alternatif karena ramah lingkungan dapat digunakan di industri pelayaran namun diperlukan modifikasi dan penyesuaian pada mesin kapal sehingga berdampak pada biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan. Penggunaan bahan bakar LSFO (Low Sulfur Fuel Oil) berdasarkan perhitungan konsumsi bahan bakar memiliki biaya yang paling tinggi diantara bahan bakar lainnya namun bahan bakar ini adalah bahan bakar yang sesuai dengan aturan IMO.
Title: DAMPAK IMPLEMENTASI GREEN SHIPPING PADA PERUSAHAAN PELAYARAN
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Green Shipping pada industri Perkapalan dan Transportasi Laut Kalimantan Timur yang sesuai aturan International Maritime Organization yang dimuat dalam Marine Pollution Regulasi Annex VI.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data spesifikasi kapal TB.
Rezky 27.
Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif yaitu mengolah data perhitungan jumlah konsumsi bahan bakar, menghitung faktor emisi, simulasi perhitungan penggunaan bahan bakar dan membandingkan biaya konsumsi bahan bakar.
Hasil penelitian menemukan bahwa berdasarkan perhitungan konsumsi lima bahan bakar yang dapat digunakan kapal, bahan bakar LNG memiliki biaya konsumsi paling kecil dibanding bahan bakar lainnya namun ketersediaan LNG sebagai bahan bakar alternatif masih kurang untuk memenuhi kebutuhan industri pelayaran selanjutnya biaya konsumsi bahan bakar Solar dan HSFO (High Sulfur Fuel Oil) memiliki biaya yang kecil namun mengharuskan kapal menggunakan scrubber sehingga berdampak pada perusahaan pelayaran yang harus mengeluarkan biaya investasi untuk pembelian Scrubber.
Penggunaan bahan bakar methanol sebagai bahan bakar alternatif karena ramah lingkungan dapat digunakan di industri pelayaran namun diperlukan modifikasi dan penyesuaian pada mesin kapal sehingga berdampak pada biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan.
Penggunaan bahan bakar LSFO (Low Sulfur Fuel Oil) berdasarkan perhitungan konsumsi bahan bakar memiliki biaya yang paling tinggi diantara bahan bakar lainnya namun bahan bakar ini adalah bahan bakar yang sesuai dengan aturan IMO.

Related Results

PERAN STASIUN RADIO PANTAI TERHADAP KESELAMATAN PELAYARAN DI ALUR PERAIRAN
PERAN STASIUN RADIO PANTAI TERHADAP KESELAMATAN PELAYARAN DI ALUR PERAIRAN
Salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan transportasi laut sebagaimana yang diamanatkan dalam undang-undang pelayaran adalah terwujudnya keselamatan pelayaran di seluruh w...
PENGARUH MODAL INTELEKTUAL TERHADAP INVESTASI DAN KINERJA OPERASIONAL PERUSAHAAN PELAYARAN
PENGARUH MODAL INTELEKTUAL TERHADAP INVESTASI DAN KINERJA OPERASIONAL PERUSAHAAN PELAYARAN
Kinerja operasional perusahaan pelayaran nasional, khususnya yang terdaftar  di Bursa Efek Indonesia (BEI), masih belum memuaskan. Hal ini antara lain ditandai oleh return on asset...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PREDIKSI POTENSI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB-SEKTOR INDUSTRI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
PREDIKSI POTENSI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB-SEKTOR INDUSTRI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
  Seiring dengan perkembangan zaman persaingan antar perusahaan semakin meningkat, jika pihak perusahaan tidak bijak dalam menangani keuangan maka bukan tidak mungkin Perusahaan te...
GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI DITINJAU DARI KINERJA PEGAWAI PADA AKADEMI PELAYARAN NASIONAL SURAKARATA
GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI DITINJAU DARI KINERJA PEGAWAI PADA AKADEMI PELAYARAN NASIONAL SURAKARATA
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan : (1) Adanya Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai pada Akademi Pelayaran Nasional Surakarta. (2) Adanya Pengaruh Motivasi ...
STRATEGI PELAYANAN JASA KEAGENAN KAPAL DI PELAYARAN NASIONAL INDONESIA CABANG BATAM
STRATEGI PELAYANAN JASA KEAGENAN KAPAL DI PELAYARAN NASIONAL INDONESIA CABANG BATAM
Pelayanan jasa keagenan kapal telah berjalan dengan baik, namun masih ditemui permasalahan diantaranya ialah: kurangnya keamanan dalam pelayanan jasa keagenan, adanya keterlambatan...

Back to Top