Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perbaikan Sistem Kerja Melalui Analisis Ergonomi

View through CrossRef
Pekerja kelelahan dan keluhan akibat pengangkatan pompa yang manual. Penelitian bertujuan menganalisis keluhan musculoskeletal dan memberikan solusi rancangan yang ergonomis. Metode yang dipergunakan adalah Standard Nordic Questionnaire (SNQ), metode Rapid Upper Limb Assesment (REBA), metode maximumum permissible limit (MPL) dan Antropometri. Hasil dan pembahasan adalah pada Standard Nordic Questionnaire (SNQ), keluhan pekerja didapatkan Operator 1 memiliki jumlah keluhan 51 keluhan, operator 2 memiliki jumlah keluhan 42 keluhan, operator 3 memiliki jumlah keluhan 43 keluhan, operator 4 memiliki jumlah keluhan 39 keluhan dan operator 5 dengan jumlah keluhan 43 keluhan. Pada REBA, lima operator, didapatkan pada level resiko 4 dengan tindakan sekarang juga. Antropometri yang dipergunakan adalah dimensi tinggi siku berdiri dan lebar telapak tangan (metacarpal) dan persentil yang dipergunakan adalah persentil 50. Kesimpulannya adalah keluhan musculoskeletal untuk metode SNQ, terdapat seluruh pekerja mempunyai level resiko tinggi yakni diperlukan tindakan segera, kecuali satu pekerja yang mempunyai level resiko sedang, yakni pekerja nomor empat. Pada metode REBA, keluhan musculoskeletal setiap pekerja pada level resiko sangat tinggi dengan tindakan sekarang juga. Rancangan yang ergonomis berupa alat crane, dimana ukuran alat crane tersebut disesuaikan dengan dimensi tubuh manusia.
Title: Perbaikan Sistem Kerja Melalui Analisis Ergonomi
Description:
Pekerja kelelahan dan keluhan akibat pengangkatan pompa yang manual.
Penelitian bertujuan menganalisis keluhan musculoskeletal dan memberikan solusi rancangan yang ergonomis.
Metode yang dipergunakan adalah Standard Nordic Questionnaire (SNQ), metode Rapid Upper Limb Assesment (REBA), metode maximumum permissible limit (MPL) dan Antropometri.
Hasil dan pembahasan adalah pada Standard Nordic Questionnaire (SNQ), keluhan pekerja didapatkan Operator 1 memiliki jumlah keluhan 51 keluhan, operator 2 memiliki jumlah keluhan 42 keluhan, operator 3 memiliki jumlah keluhan 43 keluhan, operator 4 memiliki jumlah keluhan 39 keluhan dan operator 5 dengan jumlah keluhan 43 keluhan.
Pada REBA, lima operator, didapatkan pada level resiko 4 dengan tindakan sekarang juga.
Antropometri yang dipergunakan adalah dimensi tinggi siku berdiri dan lebar telapak tangan (metacarpal) dan persentil yang dipergunakan adalah persentil 50.
Kesimpulannya adalah keluhan musculoskeletal untuk metode SNQ, terdapat seluruh pekerja mempunyai level resiko tinggi yakni diperlukan tindakan segera, kecuali satu pekerja yang mempunyai level resiko sedang, yakni pekerja nomor empat.
Pada metode REBA, keluhan musculoskeletal setiap pekerja pada level resiko sangat tinggi dengan tindakan sekarang juga.
Rancangan yang ergonomis berupa alat crane, dimana ukuran alat crane tersebut disesuaikan dengan dimensi tubuh manusia.

Related Results

Tindakan Perawatan Dalam Mempertahankan Ergonomik Dan Menegah Hazard Psikososial
Tindakan Perawatan Dalam Mempertahankan Ergonomik Dan Menegah Hazard Psikososial
Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit (K3RS) yaitu segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan bagi sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pe...
ANALISIS RISIKO ERGONOMI DI UD.MAWAR SARI
ANALISIS RISIKO ERGONOMI DI UD.MAWAR SARI
UD. Mawar Sari merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan tempe. Berdasarkan hasil pra-penelitian berupa wawancara kuesioner NBM terhadap 4 pekerja penggilingan dan 8 ...
Peran ergonomi partisipatif dalam mencegah keluhan muskuloskeletal
Peran ergonomi partisipatif dalam mencegah keluhan muskuloskeletal
Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai pendekatan yang telah dilakukan pada penerapan ergonomi partisipatif di berbagai industri dan mengambil pembelajaran dari impleme...
Evaluasi Risiko Ergonomi dengan Quick Exposure Check (QEC) dalam Upaya Minimasi Human Error
Evaluasi Risiko Ergonomi dengan Quick Exposure Check (QEC) dalam Upaya Minimasi Human Error
Penelitian ini mengevaluasi risiko ergonomi pada lingkungan kerja di UMKM yang memproduksi makanan pempek menggunakan metode Quick Exposure Check (QEC). Permasalahan dalam peneliti...
ANALISIS FAKTOR ERGONOMI TERHADAP STRES KERJA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN FRONT OFFICE HOTEL DI BALI
ANALISIS FAKTOR ERGONOMI TERHADAP STRES KERJA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN FRONT OFFICE HOTEL DI BALI
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak faktor ergonomi (beban kerja/task, organisasi, dan lingkungan kerja) terhadap tingkat stres kerja karyawan di bagian front office hot...
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK TERHADAP PRODUKTIVITAS DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI MAKRO
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK TERHADAP PRODUKTIVITAS DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI MAKRO
PT. Murakabi Jaya Mandiri adalah perusahaan yang memproduksi bahan bakar briket dari tempurung kelapa. Kondisi lingkungan kerja di perusahaan, khususnya lingkungan kerja fisik yait...
Perancangan Stasiun Kerja Pebatik Canting dengan Pendekatan Ergonomi Partsipatori(Studi Kasus: Batik Putra Laweyan)
Perancangan Stasiun Kerja Pebatik Canting dengan Pendekatan Ergonomi Partsipatori(Studi Kasus: Batik Putra Laweyan)
Di era globalisasi permintaan konsumen akan suatu barang semakin meningkat setiap waktunya, hal tersebut membuat pekerjaan harus dilakukan dengan cepat agar memenuhi akan keinginan...
Pengenalan Konsep Ergonomi Kegiatan Bekerja di Dapur kepada Ibu Rumah Tangga
Pengenalan Konsep Ergonomi Kegiatan Bekerja di Dapur kepada Ibu Rumah Tangga
Ergonomi yang disebut dengan Human Factor Engineering, merupakan suatu ilmu yang mengatur bagaimana manusia bekerja.  Tujuan dari ergonomi adalah meningkatkan kinerja sistem secara...

Back to Top