Javascript must be enabled to continue!
Perancangan Stasiun Kerja Pebatik Canting dengan Pendekatan Ergonomi Partsipatori(Studi Kasus: Batik Putra Laweyan)
View through CrossRef
Di era globalisasi permintaan konsumen akan suatu barang semakin meningkat setiap waktunya, hal tersebut membuat pekerjaan harus dilakukan dengan cepat agar memenuhi akan keinginan para konsumen tersebut. Untuk meningkatkan permintaan konsumen tersebut pengusaha bisa meningkatkan salah satunya dengan cara memperbaiki fasilitas-fasilitas bekerja. Dalam memproduksi batik fasilitas utama untuk para pekerja adalah kursi dan gawangan akan tetapi fasilitas yang ada tidak memenuhi kaidah ergonomi dan hal tersebut membuat ketidaknyaman dalam bekerja. Dalam penelitian ini peneliti ingin melakukan perancangan kursi dan gawangan sesuai dengan kaidah ergonomi agar pekerja dapat melakukan aktivitas bekerja dengan nyaman, penelitian ini bertempat di Batik Putra Laweyan Solo Jawa-Tengah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat resiko cedera musculoskeletal dan kelelahan, dan mengetahui penurunan resiko cedera dengan menggunakan stasiun kerja yang baru dan juga merancang stasiun kerja dengan pendekatan ergonomi partsipatori. Dalam perancangan desain tersebut melibatkan para tim ergonomi partisipatori yang terdiri dari ahli ergonomi, pekerja batik, pemilik batik, ketua forum dan ahli kursi dan gawangan. Dalam penelitian ini menggunakan metode ergonomi partisipatori, RULA, Nordic Body Map¸kemudian kuesioner kelelahan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keluhan musculoskeletal dengan metode NBM dan RULA, kelelahan sebelum adanya perbaikan stasiun kerja secara berurutan adalah skor 40.42, skor 6, dan skor43.28. Kemudian penurunan tingkat keluhan musculoskeletal dengan metode NBM dan RULA, kelelahan setelah adanya perbaikan stasiun kerja secara berurutan adalah skor 32, skor 4, dan skor 34.71.[1]
Universitas Sumatera Utara
Title: Perancangan Stasiun Kerja Pebatik Canting dengan Pendekatan Ergonomi Partsipatori(Studi Kasus: Batik Putra Laweyan)
Description:
Di era globalisasi permintaan konsumen akan suatu barang semakin meningkat setiap waktunya, hal tersebut membuat pekerjaan harus dilakukan dengan cepat agar memenuhi akan keinginan para konsumen tersebut.
Untuk meningkatkan permintaan konsumen tersebut pengusaha bisa meningkatkan salah satunya dengan cara memperbaiki fasilitas-fasilitas bekerja.
Dalam memproduksi batik fasilitas utama untuk para pekerja adalah kursi dan gawangan akan tetapi fasilitas yang ada tidak memenuhi kaidah ergonomi dan hal tersebut membuat ketidaknyaman dalam bekerja.
Dalam penelitian ini peneliti ingin melakukan perancangan kursi dan gawangan sesuai dengan kaidah ergonomi agar pekerja dapat melakukan aktivitas bekerja dengan nyaman, penelitian ini bertempat di Batik Putra Laweyan Solo Jawa-Tengah.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat resiko cedera musculoskeletal dan kelelahan, dan mengetahui penurunan resiko cedera dengan menggunakan stasiun kerja yang baru dan juga merancang stasiun kerja dengan pendekatan ergonomi partsipatori.
Dalam perancangan desain tersebut melibatkan para tim ergonomi partisipatori yang terdiri dari ahli ergonomi, pekerja batik, pemilik batik, ketua forum dan ahli kursi dan gawangan.
Dalam penelitian ini menggunakan metode ergonomi partisipatori, RULA, Nordic Body Map¸kemudian kuesioner kelelahan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keluhan musculoskeletal dengan metode NBM dan RULA, kelelahan sebelum adanya perbaikan stasiun kerja secara berurutan adalah skor 40.
42, skor 6, dan skor43.
28.
Kemudian penurunan tingkat keluhan musculoskeletal dengan metode NBM dan RULA, kelelahan setelah adanya perbaikan stasiun kerja secara berurutan adalah skor 32, skor 4, dan skor 34.
71.
[1].
Related Results
Peran Brand “Kampoeng Batik Laweyan” dalam Menguatkan Batik Laweyan Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Batik “Kampoeng Batik Laweyan” Solo
Peran Brand “Kampoeng Batik Laweyan” dalam Menguatkan Batik Laweyan Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Batik “Kampoeng Batik Laweyan” Solo
The existence of Laweyan Batik has been around since before 1500M (Mlayadipuro, 1984), with Laweyan Market and Bandar Kabanaran as a center of trade and sell of clothing material (...
ETERMINAN KEPUTUSAN PEMBELIAN BATIK DI BATIK BENGAWAN KAMPUNG BATIK LAWEYAN SURAKARTA DETERMINANTS OF BATIK PURCHASE DECISIONS IN BATIK BENGAWAN KAMPUNG BATIK LAWEYAN SURAKARTA
ETERMINAN KEPUTUSAN PEMBELIAN BATIK DI BATIK BENGAWAN KAMPUNG BATIK LAWEYAN SURAKARTA DETERMINANTS OF BATIK PURCHASE DECISIONS IN BATIK BENGAWAN KAMPUNG BATIK LAWEYAN SURAKARTA
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas produk, store atmosphere dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian pada Batik Bengawan di Kampung Batik...
TEKNIK PEWARNAAN ALAM PADA KAIN BATIK DI KOTA JAMBI (Studi Kasus pada Batik Jambi Ariny Kelurahan Pasir Panjang Jambi Seberang)
TEKNIK PEWARNAAN ALAM PADA KAIN BATIK DI KOTA JAMBI (Studi Kasus pada Batik Jambi Ariny Kelurahan Pasir Panjang Jambi Seberang)
Batik is the result of the handicrafts of the Indonesian people that are hundreds of years old. The main characteristic of batik cloth is in terms of batik coloring. One of the nat...
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJU SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJU SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJUSEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG Hindam Basith Rafiqi1721073411Penciptaan Fotografi Pascasarjana ISI YogyakartaEmail : hindambasith...
WORKSHOP SIMA BATIK DESA TANJUNG REJO: PENGEMBANGAN DESAIN BATIK CAP
WORKSHOP SIMA BATIK DESA TANJUNG REJO: PENGEMBANGAN DESAIN BATIK CAP
Sima Batik is very popular in Tanjung Rejo Village and other areas because of the good quality of its stamped batik so that the potential for income and profit is also visible in t...
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...
BATIK MADURA: Menilik Ciri Khas dan Makna Filosofinya
BATIK MADURA: Menilik Ciri Khas dan Makna Filosofinya
Batik is the cultural heritage of the archipelago that is priceless. Each area in Indonesia has batiktradition, especially in Java and surrounding areas. Batik has been known since...
Analisis Ekonomi terhadap Biaya Produksi, Harga Pokok, dan Penawaran ‘Ibu Paini’ di Kawasan Batik Kabupaten Bojonegoro
Analisis Ekonomi terhadap Biaya Produksi, Harga Pokok, dan Penawaran ‘Ibu Paini’ di Kawasan Batik Kabupaten Bojonegoro
Abstract. The purpose of this research is to analyze production costs, basic prices, and batik offers. The object of her study is Mrs. Paini's batik which is in the Bojonegoro bati...

